Happy reading💜
****
Mayra mengusap tangannya yang baru saja memegang kain lap. Ia baru saja selesai membersihkan mobil Raden. Berandal gila yang sengaja mengancam Mayra.
"Heh heh. Mau kemana lo?" teriak Raden sambil membawa paper bag.
"Lo ngga usah ngancem gue pake beasiswa June ya" geram Mayra menatap Raden kesal.
"Lo ya nglepasin ayam gue" jawab Raden datar.
"Seenak jidat lo ngatain orang ayam" tunjuknya emosi.
"Radennnn"
Sontak Mayra menghentikan ucapannya ketika seorang perempuan dengan gaya glamornya datang berteriak memanggil nama laki laki didepannya.
"Kok lama? kan cuma naroh barang" ucap perempuan itu yang langsung bergelayut dilengan Raden.
"Urusan gue udah selese" ucap Mayra berdecih.
"Lo siapa? kok nada lo gitu?" tanya perempuan itu tak suka.
Mayra berhenti berjalan dan berbalik arah. "Bukan urusan lo gue siapa" balas Mayra.
Perempuan itu memicing menatap Mayra dari atas sampai bawah. "Lo bener bener ngga tau siapa gue? atau pura pura ngga tau biar gue notic?"
Mayra berdecih. "Emang mba nya artis? ngarep banget gue jadi penggemar lo"
"Udah beres kan Den? yuk" perempuan itu menatap Mayra tak suka dan kembali berjalan lagi.
Mayra menerima uluran paper bag dari Raden. Cowok itu dengan asal melemparkannya, untung saja Mayra beruntung bisa menangkapnya.
Mayra mulai mengintip isi paper itu dan ternyata makanan yang menjadi favoritnya. "Brownis kesukaan gue" ucapnya tersenyum bahagia.
Tingg
Raden
Titipan dr post stpam
"Sialan" umpat Mayra.
"Apa sih May, kok berharap dikasih dia sih"
****
"Lan, jadi June engga enak ternyata" ucap Mayra pada Mey.
"Suruh siapa jadi pahlawan kesiangan" balas Mey.
"Bukannya gue mau jadi pahlawan, gue cuma membela orang yang tertindas" ucap Mayra membela dirinya sendiri.
"Masalahnya lo ngga punya kekuasaan disini" balas Mey.
"Ya-- ya gue sebenernya punya tapi bukan punya gue. Dia juga punya bokapnya"
"Oke. Gue paham, mending kerjain tugasnya" ucap Mey kemudian kembali memfokuskan pandangannya pada layar laptop didepannya.
"Gue udah ya tadi malem,gue ke kantin bentar ya" ucap Mayra.
Mayra berdiri dari duduknya dan berjalan sambil bersenandung kecil menuju arah kantin. Namun langkahnya terhenti ketika kakinya tanpa sengaja menyandung batu dan terjatuh tengkurap. Sebagian orang yang melihatnya memandang Mayra kaget dan tak banyak dari mereka yang menertawakan.
"Lanii bantuin" rengek Mayra yang masih pada posisi terjatuhnya.
"Yaampun May, lo kaya mau punya adek aja jatuh terus" ucap Mey menggeleng pelan.
"Apasih, bantuin gue berdiri"
Mey diam, dan tangannya terulur membantu Mayra berdiri.
"Ya ampun May ini berdarah" Mey terpikik melihat lutut Mayra yang mulai mengeluarkan sedikit darah.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend (New Version)
Teen Fiction[CERITA PERTAMA PUEBI MASIH BERANTAKAN] Ganti judul,,, judul awal my possessive boyfriend Follow akun penulis sebelum membaca Rank #1 in possessive [24-11-20] ~o0o~ Pacaran sama Aditya Erikson tuh beda. Rada-rada posesif dan ngelakuin sesukanya sen...
