Part 36 -Hari Pertama-

4.8K 148 8
                                        

Klarifikasi : buat pembaca lama💜 jadi ini tuh engga ada perubahannya, aku cuma ganti jadi part 36👉👈 sampe selanjutnya juga ga berubah kok🔥🔥🔥

Yang males baca ulang kalian bisa lanjut baca dari part 43 nanti okeyy👌💜

o0o

Satu bulan kemudian...

Mayra Anatasya William, nama itu menjadi perbincangan seluruh mahasiswa di Universitasnya. Seorang cewek satu satunya yang telat pada hari pertama ospek. Dan berani melawan para seniornya. Sifat tomboynya seperti kembali lagi sejak dirinya bebas dari kukungan kekasihnya. Bukan bebas sebenarnya hanya ada celah sedikit.

Aditya Nathaniel Erikson. Adit lebih memilih menuruti apa kata Opa dan Vito untuk kuliah bisnis di luar negeri. Anak tunggal dan sudah menjadi kewajiban Adit sebagai penerus Erikson. Ceo baru Erikson croup nantinya.

Dua kakak seniornya berdiri didepan Mayra menatap tajam cewek itu.

"Saya tidak menerima berbagai alasan kamu kenapa bisa terlambat. Sekarang kamu bersihkan lapangan setelah itu silahkan meminta surat pelanggaran"

Mayra menatap datar kedua seniornya. Sudah biasa, awal MOS di SMA nya dulu Mayra juga telat dan diberi hukuman. Hanya sekedar menyapu, membersihkan toilet kan??

"Setelah itu kamu bisa mengikuti kegiatan yang lain. Silahkan cari temen yang bisa memberikan kamu informasi dengan gratis"

Emang bayar? dikira jualan apa?  batin Mayra.

****

Mayra merentangkan tangannya setelah selesai menyapu bersih lapangan. Kegiatannya tentu saja mengundang perhatian orang. Namanya saja sekarang sudah dikenal banyak mahasiswa. 

"Nanya dong. Emang kalian disuruh apa?" tanya Mayra tak santai. Yang ditanya menatap Mayra sinis, emang tidak kesal?

Yang ditanya setelah itu melengos pergi  sebelum menjawab pertanyaan Mayra. Mayra dibuat heran, semua calon mahasiswa disini membawa kertas merah dan pulpen. Berkeliling mencari cari orang.

"Eh tunggu tunggu. Kasih tau lah kalian lagi ngapain?" Mayra kemudian menyodorkan uang dua puluh ribuan ke orang yang ia tanya.

"Lo kira gue bisa disogok pake duit?"

"Katanya disini ngga ada yang gratis" guman Mayra yang masih bisa didengar.

"Emang. Cara lo murahan. Pasaran" cibir orang itu.

Mayra yang dibuat kesal malah mengeluarkan uang. Warna merah dan ada dua lembar. Mayra menyodorkannya pada orang yang ia tanya. Tentu saja uang sebanyak itu bukan pemberian ayahnya. Itu uang hasil malak dari kakaknya juga Adit yang sering mengirimkannya uang hampir tiap bulannya.

Tangan Mayra langsung ditarik oleh perempuan yang tidak ia kenal. Mayra tidak kenal siapapun disini.

"Yang tadi Cerry. Sama kaya kita, tapi orangnya sok jual mahal, yang paling cantik diangkatan kita. Yang sebelumnya namanya June, dia cuek"

Mayra hanya mendengarkan saja. "Lah elo siapa?"

"Panggil Mey aja"

"Itu nama pendek? nama panjangnya apa?"

Mey mengangguk. "Meylani Kalila"

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang