✔Part 31 -Penyesalan-

5.4K 198 5
                                        

"Kei..."

Keira yang merasa terpanggil menoleh menatap Amel dengan sorot kekecewaan. "Tanggung jawab" ucap Keira kemudian memalingkan wajahnya.

"Seharusnya lo cerita sama kita. Masalah hutang bokap lo mungkin gue sama Mayra bisa bantu ngeringanin. Lo gampang terpengaruh" sambung Keira tanpa menatap Amel.

"Lo bahkan lebih buruk dari sampah. Penghianat" ucap Keira tajam.

"Persahabatan kita cukup"

--------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------

"Mel..." suara Mayra terdengar lirih.

"Gue ngga akan nuntut lo, kita masih tetep sahabatan kok" sambungnya dengan senyuman manisnya.

Keira langsung menoleh menatap Mayra tak terima. Keira bukan orang yang dengan gampangnya memaafkan kesalahan orang lain seperti Mayra. Bahkan saat kejahatan Amel sudah melampaui batas Mayra masih menerimanya.

"May..." ucap Keira menatap Mayra dengan sorot tidak suka.

Sambil terduduk lemas di lantai Mayra berusaha berbicara. "Kita dulu pernah bikin janji. Apapun kesalahannya kita harus tetep sahabatan. Tapi untuk soal sikap kita... maaf Mel ngga bisa. Semua udah berubah, gue sama Keira ngga mungkin setelah ini bakal bersikap kaya biasanya. Mungkin kita bakal canggung"

Amel tersenyum getir, dimaafkan dan diterima lagi saja sudah membuatnya bernafas lega. Jalur yang ia pilih memang salah.

"Gue lakuin ini bukan buat lo tapi nyokap lo" ucap Mayra sambil mengalihkan pandangannya.

Amel tersentak. Tak seharusnya orang jahat sepertinya memiliki harapan lebih kepada korbannya.

****

Setelah kejadian itu kini kondisi sekolah sudah kembali normal. Cindy kembali di tangkap mungkin jika keluarga Fernandes mengeluarkan uangnya lagi perempuan itu akan bebas.

Ternyata Fernandes sudah tahu ternyata Cindy bukan anak dari Sintia, perempuan yang dulu pernah menjadi kekasih seorang Fernandes. Cindy adalah anak panti asuhan yang gagal di adopsi, karena tidak tega Sintia kemudian mengadopsi anak itu karena pada saat itu Sintia tidak bisa memiliki anak. Tujuannya menyembunyikan Cindy karena Sintia tidak mau jika Fernandes kelak mengira itu adalah anaknya. Karena Sintia tahu betul seperti apa sifat Cindy ketika anak perempuan itu sudah mendapatkan keinginannya menjadi orang kaya.

Mayra, Keira, dan juga Akbar berjalan beriringan melewati koridor menuju kantin. Karena jam istirahat sudah dibunyikan tadi. Mereka tidak menolak Amel untuk bergabung, tapi jangan salahkan mereka jika mereka nantinya akan bersikap cuek jika Amel ada.

"Bar. Masa lo suka sama Mayra?" tanya Keira yang awal niatnya hanya sekedar untuk lelucon.

"Dulu" jawab Akbar singkat. Dia hanya berkata apa adanya tanpa dibuat-buat.

"Lo ngga coba buat suka sama Amel?" tanya Mayra yang membuat Keira berdecih tidak suka.

"Ngapain sih May bahas-bahas dia. Ngga pantes" sambung Keira.

"Dia kan juga terpaksa" sanggah Mayra.

"Sama aja May. Emang dia ngga mikir kedepannya gimana, coba kalo yang dia jahatin gue udah gue masukan penjara sekarang"

Mayra terkekeh. "Kecewa boleh tapi buat benci ngga enak"

Keira menaikkan sebelah alisnya menatap Mayra heran.

"Jangan karna dia nglakuin satu kesalahan fatal kita ngelupain seribu kebaikannya"

Keira mengangguk pelan, dirinya memang terlalu memikirkan kejadian tiga hari lalu tapi tidak memikirkan kebaikannya.

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang