Part 40 -Maksud Raden?-

3.5K 117 8
                                        

~o0o~


"Raden. Hai" perempuan dengan dress merah menyala itu menyapa Raden riang. Suaranya dan kalimat sapaan seperti digunakan untuk orang yang sudah lama kenal namun baru bertemu.

"Ikut gue" Raden menghiraukan sapaan itu. Menarik Mayra menjauh dari sana.

Mayra menghempaskan tangan Raden kasar. Menatap cowok itu sengit. "Apaan sih. Hobi banget deh narik narik orang"

"Jangan deketin dia"

"Siapa?--" Mayra berhenti sebentar kemudian kembali mengingat seorang perempuan yang ia katai penyanyi dangdut itu.

"Mantan lo ya?" matanya memicing menatap Raden menginstrogasi.

Raden menatap jengah Mayra. Jika ia memberi tahu yang sebenarnya pada Mayra berarti sama saja Raden mempersilahkan Mayra meledeknya, menjatuhkan harga diri seorang Raden yang setinggi langit.

"Ikut gue" tangan Raden menggenggam pergelangan tangan Mayra membawa cewek itu menuju kantin. Lihat saja nanti hukuman yang akan ia berikan pada cewek itu karena sudah melanggar perintahnya dihari pertama ia menjadi pembantunya menggantikan June.

"Pesen" tangan kanannya mengibas ngibas keatas.

"Lo babu gue" tekan Raden tak terbantahkan.

Mayra menatap Raden tajam. Dengan malas kakinya melangkah memesan pesanan Raden.

"Udah gue pesenin ya, gue ada kelas sepuluh menit lagi" Mayra berucap kemudian melangkah pergi dari area kantin.

Tangan Raden dengan cepat memegang pergelangan tangan Mayra. "Cuci mobil gue" ucap Raden dingin.

"Gue ada kelas sepuluh menit lagi. Lo tuli--"

"Gue ngga mau tau" Raden mengedikkan bahunya. Tidak peduli sama sekali dengan nasib Mayra.

Mayra menatap Raden kesal. Gadis itu berjalan keluar area kantin dengan kakinya yang menghentak hentak lantai.

"Gue bakal bikin dia menderita Nath" Raden tersenyum miring. Auranya dingin dan menyeramkan.

****

Mayra membuka pintu kelasnya dengan ponsel yang menempel di telinga. Wajahnya teleng ke kanan menyangga ponselnya agar tidak jatuh.

"Lagi dimana sekarang?"  itu suara Adit dari sebrang sana.

"Abis selese kelas, ini mau pulang"

"Pake sopir aku aja. Aku ngga bisa liat kamu bolak balik pake taksi"

"Ya makanya ijinin aku bawa mobil ya ya ya"

"Ngga. Kamu lupa pernah nabrak trotoar?"

"Itu kan awalan pas aku belajar nyetir. Sekarang di jamin engga nabrak"

"Engga Mayra. Kita mau nikah aku ngga mau kamu kenapa napa"

"Hah? Masih lama, baru juga masuk kuliah"

"Kamu mau nikah nunggu lulus?"

"Iya lah abis wisuda setelah aku dapet kerja"

"Buat apa kerja? aku sanggup biayain kamu"

"Stop deh Dit. Aku tuh mau banggain bokap nyokap"

Mayra memindahkan ponselnya kearah telinga kirinya. "Bahas yang lain aja. Aku lagi ngga mau debat"

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang