✔Part 7 -Kemarahan-

13.6K 398 2
                                        

Setelah beberapa hari berada dirumah sakit kini akhirnya Mayra sudah diperbolehkan pulang dan kembali menjalani aktifitasnya di sekolah.

Mayra berjalan melewati setiap koridor dengan perasaan senang karena bisa kembali lagi bersekolah dan juga bertemu teman temannya. Hari ini Mayra sengaja berangkat pagi pagi hanya karena ingin menghindar dari amukan Adit. Pasalnya semalam Adit tidak memperbolehkannya untuk sekolah. Dengan keras kepala Mayra tetap kekeuh dengan pilihannya untuk tetap pergi ke sekolah.

"Tumben lo May berangkat pagi pagi" ucap Keira yang baru menyadari kedatangan sahabatnya itu.

"Emang lo udah boleh berangkat sekolah? Jangan jangan lo lari dari Adit lagi?" tuding Keira yang memang benar faktanya.

"Tuh lo tau lagian nih yah tiga hari di rumah sakit ngga ngapa ngapain ditambah satu hari dirumah. Lo bayangin aja deh betapa bosennya gue" ucap Mayra dengan nada kesal.

"Kan ngga ditambah satu hari dirumah lo hari ini aja udah ada disini" ucap Keira sengaja meledek.

"Ya maksud gue kalo ditambah Keira" geram Mayra sedikit emosi.

"Lo kalo ketauan Adit gimana? Lagian lo nekad banget sih" peringat Keira.

"Ya--ya bodomat dah" ucap Mayra ragu.

****

Bunyi bel pertanda istirahat sudah dibunyikan. Dan kini ketiga perempuan itu sudah berada di kantin sambil melahap makanan mereka. Mayra menghembuskan nafasnya lega setelah tahu bahwa Adit bekum menyadari kehadirannya di sekolah. Adit sama sekali belum melihat keberadaan Mayra di sekolah memang itu lah yang Mayra harapkan. Mayra berangkat tanpa seizin Adit kalau Adit tahu bisa habis Mayra.

"May temenin gue ke toilet dong" rengek Amel.

"Ngga. Gue lagi makan sama Akbar aja sonoh"

"Iih lo mau gue nikah muda gara gara dituduh berbuat mesum ditoilet cewek sama Akbar. Iuhh jijik banget yaudah kalo gitu Kei temenin gue" ucap Amel.

"Gue lagi makan sama kaya Mayra noh ada Akbar lagi main hp"

"Kalian kan cewek gue cowok" ucap Akbar membela diri.

"Nyelow dong Bar. Gue juga ngga mau kali ditemenin cowok ke toilet emang gue cewek apaan" ucap Amel.

Amel langsung menarik tangan Keira yang akan menyuapkan baksonya ke dalam mulut. "Gue lagi makan Mel" kesal Keira setelah sampai di koridor.

"Lo tuh lama tinggal bilang iya gue mau temenin susah banget"

"Heh siapa yang mau, lo kali orang lagi asik asik makan malah di seret ke toilet"

"Yaudah sih bawa aja makanannya ke toilet"

"Eh lo jadi cewek bego jangan kebegoan"

"Udahlah gue mau masuk tunggu disini kalo lo kabur gue sumpahin lo jomblo tujuh turunan" ucap Amel dan langsung menutup pintu toilet dengan keras.

"Sahabat macam apa. Segala disumpahin jomblo" sungut Keira.

Beralih ke Mayra yang sedang asyik memakan bakso nya dengan es teh segar yang ditemani Akbar. Akbar hanya bisa memandangi Mayra, kesempatan untuk Akbar bisa duduk berdua dengan Mayra. Namun perasaan sayangnya tidak bisa ia utarakan langsung didepan orangnya, ia hanya bisa memendam dan Akbar tau diri jika cewek di depannya ini sudah milik orang lain.

Akbar tersenyum tipis melihat Mayra yang sedang makan dengan lahap, kemudian ia mengambil tisu yang ada di meja. Tangannya terulur untuk membersihkan kotoran yang ada di sudut bibir Mayra. Mayra refleks langsung mendongak melihat apa yang dilakukan Akbar. Tak berselang lama tubuh Akbar sudah terhuyung ke kebelakang akibat tonjokan di pipinya dan membuatnya sedikit lebam.

Mayra melebarkan matanya menatap apa yang telah dilakukan Adit. "Kamu apa apaan sih" kesal Mayra sambil menyudahi makannya.

"Kenapa berangkat sekolah?" tanya Adit menahan emosi.

Mayra diam "Owh mau ketemu cowok ini. Mau mesra mesraan sama cowok yang katanya sahabat kamu?" ucap Adit tersulut emosi.

"Kamu apa apaan sih dia cuma mau ngelapin aja. Jangan kekanakan deh"

Adit langsung menarik tangan Mayra membawanya ke rooftop. "Kenapa tetep kekeuh berangkat?" tanya Adit meninggikan suaranya.

Mayra tetap bungkam "Kenapa diem? Bener apa yang udah aku hilang kamu kesini mau ketemu sama si Akbar Akbar ini kan? Ngga inget udah punya pacar duduk dikantin cuma berdua. KAMU NGGA INGET PUNYA AKU. NGGA INGET AKU INI COWOK KAMU?! PACAR KAMU"

Mayra kaget dengan bentakan Adit ia mulai menitikan air matanya dan tetap memilih diam "Kamu salah paham" ucap Mayra lirih.

"Salah paham aku liat kamu dengan mata kepala aku sendiri kamu bilang salah paham?! Aku lebih percaya dengan apa yang aku liat dibanding dengan apa yang kamu ucapkan" ucap Adit.

"Lo kalo sama cewek ngga usah kasar" ucap Akbar yang baru memasuki rooftop.

"Ngapain lo kesini?" tanya Adit pada Akbar dengan nada datar.

"Gue cuma mau bawa Mayra dari amukan lo" ucap Akbar yang langsung menarik tangan Mayra untuk mendekat dengannya.

"Bangsat" ucap Adit sambil meninju bagian perut Akbar "Lo ngga usah macem macem dan ngga.usah.ikut.campur.urusan.gue" ucap Adit penuh penekanan

"Lo minta gue ngga usah ikut campur urusan lo sama Mayra? Gue engga bisa" ucap Akbar

"Lo berani deketin cewek gue siap siap angkat kaki lo dari sekolah ini"

"Ngga usah semena mena mentang mentang lo cucu yayasan sini" sindir Akbar.

"Kenapa? Lo iri"

"UDAHHH STOPP" teriak Mayra berusaha melerai.

"Kenapa? Mau belain dia?" tanya Adit.

"Jelas dia belain gue lo itu terlalu berlebihan. Sebenernya Mayra bosen sama lo lo nya aja yang terlalu memaksakan kehendak orang" ucap Akbar menjawab pertanyaan Adit.

"Bangsat" Adit langsung saja meninju Akbar. Laki laki ini benar benar sudah membuatnya naik pitam.

"UDAHHH STOOPP" teriak Mayra frustasi.

"Sebenernya cowok kamu siapa?! Dia atau aku?!" bentak Adit.

"Ngga cukup cuma satu cowok? Ng--" ucap Adit terpotong.

"Aku udah bilang dia sahabat aku. Kamu yang terlalu berlebihan"

"Sahabat? Iya kamu anggep dia sahabat tapi dia anggep kamu lebih. Aku cuma takut kamu dimiliki cowok selain aku"

"Kenapa? Seandainya kita ngga jodoh kamu bisa apa?"

"Kita bakal jodoh. Dan lo ngga usah deket deket Mayra lagi" ucap Adit memperingati Akbar.

****

Tbc

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang