✔Part 18 -Sedikit perubahan-

7.5K 225 1
                                        

Sudah cukup waktu istirahat Mayra, ia harus melaksanakan tujuannya datang ke negeri gingseng. Ia harus pasrah memang ini jalan takdirnya, dan setelah ini wajahnya pasti akan mengalami perubahan entah itu sedikit ataupun banyak. Mayra tak berjalan sendiri ke ruangan ia duduk di kursi roda dengan masker hijau dan baju pasien, hatinya berdebar ia takut jika operasinya akan gagal.

"Kamu tenang aja, ini rumah sakit terbaik pasti berhasil" ucap Adit yang memang berada di belakang Mayra mendorong kursi rodanya.

Mayra hanya mengangguk, ia hanya terlalu gerogi saja untuk menjawab.

"Kamu rileks, ngga ada yang perlu kamu khawatirkan. Semua baik baik aja ngga ada yang gagal" ucap Adit setelah sampai di depan pintu ruang operasi, ia terus memberi kata kata semangat pada kekasihnya itu.

"Aku takut" lirih Mayra, wajahnya sedikit pucat takut jika ini akan gagal.

"Apa yang kamu takutin? disini ada aku" balas Adit sambil mengusap pipi Mayra lembut.

"Kalau misalnya ini ga..." ucap Mayra terpotong.

"Ssst...." potong Adit dan jari telunjuknya ia langsung arahnya dan memberi isyarat untuk Mayra menghentikan ucapnya. "Aku udah bilang, ini rumah sakit handal. Aku ada disini ngga ada yang harus kamu takutin"

Mayra mengangguk dan tersenyum tipis, suster yang ada di samping mereka langsung mengambil alih mendorong kursi rodanya dan membawa masuk ke dalam ruangan. 

Cukup lama dan berjam jam akhirnya Mayra bersama suster yang mendampinginya keluar dari ruang operasi. Wajah Mayra masih ditutupi oleh masker hijaunya. 

"Berhasil?" tanya Adit dengan alis satu dinaikkan.

Mayra hanya tersenyum walau wajahnya masih tertutup masker. Ia sudah melihat tadi saat dokter memberikan sebuah kaca untuk melihat hasilnya dan memang benar yang dikatakan Adit bahwa disini tidak ada yang perlu ditakutkan di rumah sakit yang handal ini tidak mungkin gagal menjalankan operasinya.

"Kamu pake aja maskernya, nanti buka kalau udah sampe apartemen Oma" ucap Adit memberi penjelasan.

Mayra hanya mengangguk dan menuruti apa yang dikatakan Adit.

****

Pintu apartemen terbuka Adit memapah jalan Mayra menuju kamarnya namun langkah terhenti didepan pintu saat Opa muncul bersamaan saat mereka akan masuk.

"Eh? udah pulang? gimana?" tanya Opa perhatian.

Adit hanya mengedikkan bahunya tidak tahu dan memang benar Adit belum melihatnya.

Opa hanya menggelengkan kepalanya, cucunya ini terlalu cuek. "Coba buka maskernya pasti berhasil operasinya" ucap Opa nya yang memang sudah penasaran.

"Ngga. Biar Mayra istirahat dulu" sergah Adit cepat.

"Jangan gitu sama Opa Nathan" ucap Oma nya yang baru saja datang sambil membawa cup bokki. Makanan Korea kesukaan Adit.

Adit menghela nafas berat. "Yaudah kita duduk di sofa dulu" ucap Adit finis.

Setelah semuanya terduduk di ruang tamu, suasana tegang dengan perubahan wajah Mayra.  Apa benar berhasil? Sedari tadi Mayra hanya datar datar saja tak menunjukan ekspresi menyenangkan atau menyedihkan.

My Boyfriend (New Version)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang