Banyak narasi!
•••
Pengakuan 11:
"Jujur, aku butuh sandaran" Jang Rae Na.
......
"Maaf, kak. Ini bukan saat yang tepat untuk kembali"
Bolehkah Yoongi menggila? Apa ini sebuah penolakan?
Lagi, Yoongi frustrasi di kamarnya. Bahkan puluhan pesan Soohyeon pun diabaikan. Tidak ada minat sedikitpun memberi balasan.
Sungguh. Baru sekarang dia merasa segila ini karena perempuan. Dan itu karena Rae Na, mantan pacarnya.
Meninggalkan ponsel, dia beranjak meninggalkan kamar. Mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia akan melepaskan bebannya.
.
Sudah dua malam Rae Na menangis di waktu menjelang tidur. Kenapa semudah itu pria Min itu meminta kembali? Tidak bisakah merasakan sedikit saja luka hatinya?
Tangisnya teredam. Ini sudah menjelang tengah malam. Dia tidak ingin ayah bundanya tahu.
Tangannya terulur mengambil boneka pemberian Yoongi. Boneka yang telah diberi nama Yeomin. Dipeluk boneka itu erat.
"Kenapa kamu jahat, sih, kak?"
"Kenapa tega?"
"Kak, aku kangen. Rindu sekali"
"Kakak, hiks. Rasanya masih sesakit ini"
.
"Kamu kemana dari sore sampai malem bahkan sampai sekarang nggak bales pesanku?"
Masih pagi di kampus, Yoongi dan Soohyeon sudah bersitegang. Soohyeon menuntut tahu kenapa pacarnya ini tidak membalas puluhan pesan yang dia kirim.
"Aku pergi. Nggak bawa ponsel"
"Kemana? Nggak ketemu Rae Na, kan?"
"Nggak ada hubungannya sama Rae Na"
Bohong. Yoongi memang pandai berbohong. Lupakah kalau dia pergi ke bar untuk mabuk? Dan itu karena Rae Na, mantannya.
Tidak!
Rae Na bukan mantannya. Rae Na masih kekasihnya. Bolehkah, bolehkah Yoongi seegois ini?
"Terus kemana? Kenapa nggak bales? Kamu selingkuh dariku? Aku nggak sebodoh Rae Na, ya kalo kamu selingkuh"
"Apa kamu bilang?!" Tentu tensi Yoongi langsung naik. Dia tidak terima mungilnya dihina begitu. "Rae Na nggak bodoh"
"Jadi, kamu belain mantanmu itu? Iya?"
"Bukan-"
"Huuuu, pagi-pagi udah ribut aja. Apa sih yang diributin? Tenang jangan emosi. Nanti cepet mati"
"Diam, Jungkook!" Soohyeon menggertak.
"Oke, duluan. Bye! Selamat melanjutkan tragedi" ledeknya kelewat berani.
Kembali pada Soohyeon yang menatap tajam pacarnya. Masih sama menuntut penjelasan. Hingga meluncurkan sebuah bentakan.
"YOON!"
.
Rae Na baik dan akan tetap baik. Setidaknya yang dia tunjukkan pada teman-temannya. Rae Na, gadis yang katanya bodoh dan polos itu terlampau pintar menyembunyikan perasaannya.
Bahkan dia tetap berkumpul dengan kakak-kakaknya di kantin. Bercanda ringan seolah tanpa beban. Hingga seorang Jeon Jungkook datang diantara mereka.
"Dari mana, Kook?"
Suran, si perempuan paling dewasa diantara mereka.
"Nonton drama"
"Drama apa?" Kini Taehyung yang bertanya.
"Tuh, Yoongi sama Soohyeon lagi ribut"
"Udah ribut-ribut aja mereka" ejek Hoseok.
Sementara, Rae Na diam dan sedikit tertunduk. Tidak berniat ikut campur jika itu tentang Yoongi. Suran menyadari itu. Segera dia mengalihkan topik.
"Oh, ya? Tae, lagumu biar dinyanyiin Rae Na gimana?"
Mengernyit bingung. Taehyung kemudian bertanya. "Lagu yang mana?"
"Yang Scenery. Kayaknya bagus buat karakter suara Rae Na"
"T-tapi, kak? Aku nggak bisa nyanyi. Suara kayak panci pecah gini masa disuruh nyanyi"
"Kakak yakin kamu bisa" Suran meyakinkan.
"Tapi, aku nggak yakin, kak"
"Kamu emang nggak pernah yakin sama kemampuanmu" Taehyung bersuara.
"Bukan gitu, Kak Tae. Tapi, kan aku emang nggak-"
"Diem. Makan ini!"
Taehyung dengan cepat memasukkan potongan roti ke mulut Rae Na. Mukanya jadi lucu. Taehyung senang sekali. Semua yang di sana jadi tertawa. Melupakan fakta bahwa mereka tengah kekurangan dua teman diantara mereka.
Yoongi melihatnya. Dia jadi rindu dengan teman-temannya. Akhir-akhir ini rasanya banyak yang beda. Mereka tak sedekat dulu lagi. Mereka seperti ribuan lebah yang meninggalkan sarangnya.
Dapatkah Yoongi kembali?
Berlanjut••
Ingin lebih dekat dengan saya?
Silakan kunjungi, dan follow akun saya.
Twitter : @Ka_Am_e
Ig :@Ame_Am_e
Kalo tiba-tiba kalian buka weverse semoga menemukan akun saya @Ame__
Untuk WA, silakan DM saya.
Lavyu
Ryeozka
KAMU SEDANG MEMBACA
CRAZY LOVE (END)
Historia CortaApa yang kalian pikirkan ketika mendengar kata CRAZY LOVE? Mual? Muntah? Mabuk? Atau yang lainnya. Mari buat cerita sedikit berbeda dengan tokoh utama kita. Jadikan dia sosok pria idaman setiap perempuan. Mari buat cerita sedikit berbeda, dimana cer...
