-Meow- 43

454 49 285
                                        

Jangan lupa vote dan komen ya....

Hope you enjoy it!

*     *     *

Sehari sebelum hari pertama tahun ajaran baru, Renata bercerita pada mama tercintanya. Tentang kelakuan Jo padanya-jelas Arinda mengenal Jo karena teman-teman kucingnya sempat beberapa kali main ke rumah Renata bersama-sama. Itulah mengapa, Jo tahu kediaman Renata saat itu.

Arinda awalnya tak percaya namun melihat mata putrinya yang berkaca-kaca saat bercerita membuatnya ikut menangis juga. "Ayo kita laporin Jo itu ke polisi, Mama gak tega kamu begini."

Renata menggeleng lemah di tengah bulir air matanya. Dia menjelaskan pada mamanya bahwa Jo tak akan menganggunya lagi jadi tak perlu melaporkan dia ke polisi. Tentunya, Arinda tak terima dengan keputusan Renata.

Namun, Renata tak pernah sebegitu bersikeras seperti ini. Dia berjanji pada Mamanya akan lebih berhati-hati dalam pergaulan juga akan memberitahu Fiko soal masalah Jo ini agar temannya itu dapat menjaganya dari jangkaun Jo lagi.

Akhirnya Arinda mengalah. Dia berkata, "Mama gak akan ninggalin kamu sendirian di rumah lagi, Mama gak mau kejadian waktu itu sampai terulang lagi," Dia mengelus puncak kepala Renata. "Kamu anak yang kuat, Re. Mama bangga."

Renata tersenyum dan langsung menghambur dalam pelukan mamanya. Dia merasa beruntung memiliki Arinda di dalam hidupnya.

"Pokoknya kamu harus janji sama Mama, kalo kamu digangguin dia lagi, kamu harus cerita ke Mama. Kalo sekali lagi dia ngelakuin hal bejat begitu ke kamu.... Mama gak akan segan-segan jeblosin dia ke penjara. Bodo amat kamu larang-larang mama nanti."

Ucapan Mamanya itu membuat Renata mengurai pelukan mereka dan mengangguk setuju. "Aku yakin dia gak akan gangguin aku lagi, Ma."

*       *       *

Indonesia Raya
Merdeka merdeka
Tanahku negeriku
Yang kucinta

Seperti deja vu, kepala Renata terasa pusing saat upacara seperti ini.

Tahun ajaran baru sudah dimulai, Renata kelas 12 sekarang. Entah kenapa, Renata bangun telat tadi pagi, padahal dia sudah tak pernah mainan kucing lagi sejak kejadian Jo melecehkannya itu. Dia hanya sarapan satu suap karena Galen sudah nampang di ruang tamunya. Gadis itu tak mau bila Galen harus menunggunya lebih lama lagi.

Badannya kehilangan keseimbangan dan pandangannya mengabur. Bangun-bangun, Renata dapat merasakan panas di bagian bawah hidungnya. Bau minyak kayu putih. Batin Renata.

"Hai, teman sekelas...," sapa suara itu.

Renata segera mengerjapkan mata untuk menemukan fokus lalu setelahnya dengan perlahan, dia setengah duduk di ranjang UKS ini.

"Bisma," ucap Renata lirih.

Bener-bener deja vu. Pas upacara waktu itu, gue pingsan dan Bisma juga yang nolongin.

"Iya, ini gue," Bisma menyerahkan teh anget pada Renata. "Nih diminum dulu, pacarnya Pak Ketua."

Renata mendengus akan panggilan itu. Dia menerima teh dan meminumnya pelan. "Anak kelas 12 MIPA hampir 200 orang perasaan tapi kok ya, gue harus sekelas sama lo lagi gitu."

Ya, perkiraan Renata ternyata salah. Tahun ajaran baru ini, kelas diacak. Cewek itu tak lagi sekelas dengan Fiko, Will, dan Ayu. Bahkan teman sebangkunya selama dua tahun ini-Tasya- tak lagi sekelas dengannya. Untungnya Renata masih sekelas dengan Cindy, jadi dia tak harus bingung harus sebangku dengan siapa nantinya. Dan Reno juga sekelas dengannya.

Meow [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang