BAB 22

121K 5.4K 2K
                                        

Selamat membaca😄



Kandungan kania sekarang sudah menginjak tiga bulan, dan kania sangat rajin memeriksa kandungannya entah ditemani mertuanya atau sendiri dan diantar oleh supir.

Kania sempat kecewa saat bagas belakangan tidak bisa mengantarnya untuk memeriksa kandungan entah alasan sibuk kerja kelompok atau ada urusan mendadak, kania hanya mencoba mengerti memang belakangan ini bagas sangat sibuk dikarenakan ujian kelulusan sekolah akan semakin dekat.

Tapi, hari ini jadwal kania untuk ke dokter kandungan dan kania sangat senang karna bagas sudah berjanji akan mengantarnya.

Kania sudah siap dengan gaun bermotif bunga-bunga sebatas lutut dengan rambut dikuncir cepol ke belakang yang membuat kecantikannya berkali-kali lipat.

Sedangkan bagas sudah siap dengan hodie hitam dan celana jeans senada. Bagas tersenyum melihat kania yang berjalan ke arahnya dengan perut yang sedikit membuncit.

Bagas mengagumi paras lugu kania yang cantik dan manis saat tersenyum berbeda dengan Nabila cantik tetapi wajahnya sedikit dewasa. Bagas tersadar dan menepis pikiran itu, kenapa ia membandingkan kedua wanita itu? tentu mereka berbeda. Kedua wanita itu juga mempunyai porsi yang berbeda dalam hatinya.

"Seperti biasa, selalu cantik."Ucap bagas mengedipkan satu matanya genit pada kania. Sedangkan kania hanya tersipu dengan pipi yang memerah seperti kepiting rebus.

Bagas merangkul kania membawa gadis itu ke mobil dan dibukakan pintu mobil olehnya.

Kania tidak berhenti tersenyum merasakan debaran hebat dijantungnya. kania merasa seperti mimpi ketika bagas memperlakukannya dengan sangat istimewah. Kania merasa menjadi wanita yang sangat beruntung.

Didalam mobil mereka dalam perjalanan untuk ke rumah sakit khusus untuk keluarganya sehingga kapan pun keluarga bagas butuh rumah sakit itu siap untuk melayani.

Bagas sesekali melirik tidak suka kania yang sedang memainkan ponselnya dengan sangat serius. Bagas tidak suka saat ia berbicara tapi lawan bicaranya sibuk memainkan ponsel. Bagas akhirnya merampas paksa ponsel kania.

"Bagas."Panggil kania berusaha meraih ponselnya kembali.

Bagas sesekali melihat kedepan jalan sambil memeriksa ponsel kania. Bagas membulatkan matanya setelah itu menggeram tidak suka.

"Kamu masih chattingan sama alvin?"Tanya Bagas dengan nada tidak suka.

"Hanya chattingan biasa, gas."

"Kamu pikir aku bodoh? Mana mungkin chattingan biasa sampai setiap hari."ujar bagas yang melihat  chattingan kania dan alvin yang bahkan menurutnya sangat tidak penting bagas tanpa basa-basi langsung memblokir dan menghapus nomer alvin dari ponsel kania.

Bagas mengembalikan ponselnya pada kania, kania mengkerucutkan bibirnya melihat nomer alvin sudah tidak ada di ponselnya lagi. Kania sedikit sedih karna alvin yang terkadang menghiburnya saat merasa dalam keadaan tidak baik. Kania akui Alvin sudah seperti kakak sekaligus sahabat baginya.

"Kok nomer nya dihapus?"tanya kania sedikit nada jengkel pada suaranya.

"Kenapa? Gak suka? Kamu mikir dong, kamu sudah punya suami gak sepantasnya kamu masih berhubungan sama cowo lain!"Bagas berucap sambil menatap lurus jalanan didepannya.

"Iya maaf, aku yang salah."Kania menghela nafas dan melirik bagas."kamu gak marah lagi kan?"

Bagas tersenyum samar saat ide cerdasnya terlintas dalam otaknya,"Kiss me."Ucap bagas masih dengan tatapan yang masih lurus kedepan jalan.

YOUNG MOMMY! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang