"kamu dan aku yang awalnya tidak saling mengenal dipertemukan oleh skenario Allah yang disebut takdir"
***
Tepat seminggu pernikahan mereka, abi dan umi lubna sudah kembali ke kampung halaman lubna sedangkan kaffah masih menetap di Aceh karena kaffah di berikan amanat dari abinya syifa untuk menjaga pesantren.
Lubna sendiri, selama menikah belum menginjakkan kaki lagi di pesantren karena selalu tidak sempat.
Tok tok tok...
Pintu kamar lubna di ketok, membuat lubna meraih hijab cokelatnya lalu membuka pintu.
"mas arkhan?"
"apa aku mengganggumu?" tanya arkhan
"tidak, ada apa?"
"ehmm" arkhan terlihat berpikir dan tidak juga menjawab pertanyaan lubna.
"ada apa mas?" tanya lubna lagi.
"begini, aku ada syuting di jakarta besok"
"terus-"
"aku ingin kamu menemaniku"
Entah apa yang harus lubna katakan, namun ia sangat senang arkhan mengajaknya.
"tapi bagaimana kalau orang tahu?" tanya lubna yang menganggu pikirannya.
"tahu apa?"
"tahu kalau mas arkhan..." ucap lubna menunduk dan sesekali memainkan jarinya. Arkhan senantiasa menunggu lubna untuk menyelesaikan perkataannya. "sudah menikah" sambungnya tambah menundukkan pandangannya.
Arkhan mendengarnya tersenyum, ia tahu kalau lubna selalu memikirkannya namun ia hanya ingin menunggu lubna untuk menanyakannya sendiri.
"kamu takut di bully fans ku?"
"a.hh bu..bukan begitu, tapi kan aneh aja kalau public figur merahasiakan pernikahannya."
"untuk itu aku ingin mengajakmu, untuk memberitahukan semua orang kalau kamu istriku."
Deg..
Lubna langsung mengangkatkan kepalanya dan memandang pria dihadapannya ini yang sudah berstatus suaminya.
Bukan lagi imam khayalan namun imam sesungguhnya.
***
Saat ini mereka sudah ada di jakarta, setelah check in di hotel arkhan dan lubna akhirnya menuju ke lokasi syuting.
Saat mereka tiba, arkhan dan lubna disambut oleh beberapa fans arkhan, mereka membawa spanduk bergambarkan arkhan dan bertuliskan nama film yang akan dibintangi oleh arkhan.
Karena banyak sekali orang membuat lubna malu dan menunduk, menyadari hal itu arkhan kemudian meraih tangan lubna dan menggengamnya membuat lubna menoleh ke arkhan.
"tidak apa-apa" yang membuat lubna seketika tenang.
"assalamualaikum" salam arkhan kepada kru-kru yang ada disitu.
"waalaikumsalam"
"lama juga tidak muncul, gimana kabarnya?" tanya salah satu kru yang diperkirakan berusia kepala empat.
"baik om"
"siapa tuh gadis dibelakangmu, adikmu yah khan?" tanya salah satu lagi.
Arkhan menoleh ke arah lubna yang berada di belakangnya. Ia tersenyum melihat lubna yang terlihat malu dam selalu menunduk.
"dia istri saya, namanya lubna" ucap arkhan tenang seketika membuat semua orang yang dari tadi sibuk dengan pekerjaan masing-masing menoleh ke arah arkhan lebih tepatnya ke arah lubna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menanti Takdir (END)
Romance18++ [PUBLISH ON 13 DESEMBER 2019] [FINISH ON 14 MARET 2020] RANK# ON WATTPAD #11in-ikhlas [26-03-2020] Lubna humairah al-kathiri gadis cantik berhijab dengan tutur kata yang lembut, ia sangat berharap kepada Allah SWT agar menjadikan Arkhan malik g...
