34. La Tahzan

2.3K 148 6
                                        

Mereka sekali kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja.

Q. S Ali'Imran:111


***

Tepat seminggu Lubna berada di Makassar, dan selama itu juga Arkhan tidak pernah menghubungi nya padahal setiap hari Lubna selalu memegang hpnya menunggu telpon dari Arkhan namun sampai saat ini hasilnya nihil.

Ia selalu berdoa kepada Allah agar arkhan baik baik saja saat ini. Sungguh baik sekali hati Lubna ini.

"kamu mau ini atau ini? " tanya uminya. Lubna yang sedari tadi memang sibuk dengan hpnya menunggu kabar tidak mendengarkan uminya. Saat ini mereka berdua berada di supermarket.

"Lubna.. " ucap uminya lagi.

"eh iya umi, astagfirullah maaf Lubna tadi tidak dengar. " ucap Lubna. Uminya tahu apa yang dipikirkan anaknya sekarang. Karena memang sejak mereka pulang dari Aceh, lubna jarang sekali tersenyum bahkan hampir tidak pernah. Hal itu membuat abi dan umi ikut sedih.

"kamu mau yang ini atau ini? " ucap uminya lagi sembari menunjukkan buah pir dan apel.

"Lubna mau pir umi"

"yasudah kita ambil dua duanya yah" ucap uminya.

"kan Lubna cuman mau pir kok malah ambil dua duanya? " heran Lubna pasalnya ia disuruh memilih namun akhirnya dua-duanya yang dibeli umi.

"yah kan punya kamu satu, punya cucuk umi satu.  Yah kan nak? " ucap umi lalu mengelus perut lubna yang mulai agak buncit.

Lubna pun terharu mendengarnya, abi dan uminya terlalu memanjakannya. Walaupun begitu mereka juga sosok yang tegas soal agama.

Keduanya berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka.

Breaking news

"setelah menyatakan hiatus dari dunia entertaiment beberapa bulan yang lalu, Arkhan Malik Ghossan dikabarkan menikah beberapa bulan setelahnya dan kabar yang lebih mengejutkan ternyata baru baru ini Arkhan mengajukan surat perceraian kepada istrinya Lubna Humairah Al-Kathiri karena dugaan perselingkuhan yang dilakukan istrinya."

Deg..
Deg..

Seluruh orang yang berada di supermarket itu melihat beritanya, tak terkecuali Lubna. Bahkan saat ini ia sudah meneteskan air matanya atas pemberitaan yang tidak benar ini.

"tabahkan lah hamba ya Allah" batinnya.

Uminya yang ikut juga menyaksikan berita itu merasa marah karena Lubna difitnah seperti ini. Ia takut kedepannya anaknya akan menjadi bahan gunjingan semua orang.
Dan ketakutan itu terjadi, orang orang di supermarket mengenali Lubna. Mereka berbisik satu sama lain dengan tatapan tajam menghunus ke arah Lubna yang sedang tertunduk. Bahkan sang kasir terang-terangan mencemoh Lubna.

"heh... Penampilannya aja yang sok alim ternyata sifatnya gak lebih dari seorang jalang"

Sontak hal itu membuat uminya marah besar..
"astagfirullah kamu bilang apa?,anakku tidak seperti itu. kamu juga seorang islam memakai kerudung tapi masih menggibah orang lain. Bukankah kamu termasuk saudara makan bangkai saudaranya sendiri? Dasar tidak malu kamu. " marah uminya. Iapun kemudian menatap seluruh orang yang membentuk lingkaran dengan keduannya berada di tengah.

"asal kalian tahu semua, anakku tidak seperti apa yang diberitakan. Demi Allah Lubna tidak pernah selingkuh. Jika kalian percaya berita ini tanpa adanya bukti dan meneruskan nya kepada orang lain sama saja kalian memakan bangkai saudara kalian sendiri bahkan fitnah lebih kejam dari pembunuhan. " emosi uminya. Ia tidak terima anaknya diperlakukan seperti ini. Sungguh, dari kecil ia sangat menjaga anaknya agar tetap aman. Dan seseorang malah menghancurkan itu, seseorang yang tidak lain adalah suami Lubna..

***

Sesampainya mereka di rumah abi dan kaffah terlihat menunggu mereka.

"Assalamualaikum "

"waalaikumsalam"

Kaffah pun langsung menghampiri adiknya lalu memeluknya. "kamu tidak apa-apa Lubna? " tanya nya khawatir.

Lubna pun hanya mampu menganggukkan kepalanya. Ia masih syok jika dalam berita ia dituduh melakukan zina. Padahal anak ini hasil dari ia dan arkhan.

Kaffah melepaskan pelukannya lalu beralih memegang wajah Lubna yang menunduk. "lihat kakak" ucapnya

Lubna menggelengkan kepalanya "Lubna lihat kakak", akhirnya Lubna mendongakkan kepalanya menatap kaffah.

"semua akan baik baik saja, Ada Allah bersama kita. La Tahzan" ucap kaffah lagi.

Lubna memandang wajah kakaknya yang membuat air matanya menetes. Ia pun berucap "La tahzan Humairah"

Sungguh ia rindu dengan ucapan itu...

***

Dua hari setelahnya, Lubna tidak pernah menginjakkan kaki diluar rumah. Ia terlalu takut untuk menghadapi semuanya. Sebenarnya tidak perlua ada yang ditakuti karena ia tidak salah namun, ia takut sesuatu yang buruk terjadi mengingat kehamilan nya saat ini.

Diluar juga banyak wartawan yang berburu kabarnya, walaupun berita hoax itu menyebar namun belum ada klarifikasi langsung dari Arkhan.

Saat ini ia bersama kedua sahabatnya. Wilda dan ummul, selepas berita itu di publikasikan, wilda dan ummul langsung berangkat ke rumah Lubna untuk menemaninya. Sebagai sahabat ia harus menguatkan bukan malah menyerbunya dengan berbagai pertanyaan karena hal itu dapat mengganggu  psikis seseorang.

"kamu yakin Lubna? " tanya Ummul takut takut.

"kamu sedang hamil, aku tidak yakin abi dan umimu mengizinkan" ucap wilda.

Lubna tersenyum kepada kedua sahabatnya. " inshaa Allah abi dan umi akan mengizinkan, tidak mungkin ia melarang ku untuk ke jalan Allah. "

"tapi Lubna kamu hamil, itu sangat bahaya. Lebih baik selepas kamu melahirkan jika memang kamu mau. " ucap wilda lagi.

"tidak,, selepas aku melahirkan aku akan menjaga dan merawatnya. Aku tidak akan kemana mana. Aku tidak ingin anakku kurang
mendapat kasih sayang untuk itu saat ini yang tepat untuk pergi. Aku berjanji 6-7 bulanku, aku akan pulang" ucap Lubna final. Ia pun kemudian menekan tombol send di hpnya.

"bismillah.... "

************************************

Assalamualaikum guys 💕 maaf partnya agak pendek, jadi aku mau infoin untuk part 34 dan 35 itu cuman awal part dari part berikut nya nanti istilhnya sih menuju konflik.

Jadi maaf yah kalau 2 part itu nantinya gak panjang...

Jangan lupa voment yah
Karena cerita ini untuk kalian

See you

Menanti Takdir (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang