19. arkhanlubna

2.8K 171 1
                                        

Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang menghiasi makan malam hari ini. Namun berbeda dengan makan malam sebelumnya karena saat ini ada ummul dan wilda yang ikut makan malam di rumah mereka.

Yah, lubna mengatakan kepada kedua sahabatnya untuk menginap di apartement mereka, selama mereka berada di jakarta. Awalnya ummul dan wilda menolak karena takut merepotkan lubna terlebih lagi arkhan tetapi lubna memaksa mereka dan berakhirlah mereka harus mengalah.

Setelah semuanya makan, arkhan bersiap untuk ke masjid menunaikan shalat isya sedangkan ketiga perempuan itu sedang berkutat di dapur untuk mencuci piring.

"lubna, kamu sama arkhan hmm..." ucap ummul ragu-ragu.

"ada apa?" tanya lubna tetap sibuk dengan piring ditangannya.

"sudah itu..."

"apaan sih, kalau ngomong itu yang jelas ummul." kesal lubna.

"menunaikan kewajiban istri" ucap ummul cepat langsung menutup matanya takut melihat ekspresi lubna saat ini.

Sedangkan lubna ia memandang ummul tidak mengerti namun sesaat kemudian ia sadar dengan ucapan ummul dan hal itu membuat wilda tertawa.

"apaan sih" ucap lubna malu-malu
"sudah azan ayo bergegas untuk shalat" sambungnya lagi dan langsung meninggalkan keduanya.

"kamu tuh yah, pertanyaannya gitu amat"

"yah abis aku kan penasaran dengar cerita awal mereka nikah. Kali aja lubna sampai saat ini masih gadis"

"sudahlah gak baik bahas ginian, itu privasi mereka. Ayo shalat" ucap wilda. Kemudian keduannya bergegas menunaikan kewajibannya.

***

Arkhan baru saja pulang dari masjid, ia kemudian langsung melangkahkan kakinya ke dalam kamarnya dan lubna.

Terdengar bunyi gemersik air di kamar mandi. Yang menandakan lubna ada didalam.

Tak lama lubna keluar dari kamar mandi dengan jilbab yang masih melekat dikepalanya.

"mas udah daritadi?"

"iya" ucap arkhan sambil merebahkan badannya di kasur.

"Mau lubna bikinin susu?"

"boleh" ucap arkhan lalu lubna menganggukkan kepalanya dan keluar menuju dapur.

Beberapa saat kemudian lubna datang dengan segelas susu ditangannya.
"ini mas susunya" yang disambut baik oleh arkhan.

Lubna kemudian berjalan ke arah lain kasur lalu ikut merebahkan kepalanya disana.

"kamu udah mau tidur?"

"iya mas, mas butuh sesuatu?"
Arkhan kemudian mendudukkan dirinya dan diikuti lubna juga.

"hm"

"apa mas?" tanya lubna lagi.

"apakah kamu tidak panas menggunakan jilbab saat tidur?" bodoh, pertanyaan apa itu arkhan. Seharusnya kamu tidak usah menanyakannya. Batin arkhan berteriak.

Lubna yang mendengarnya tidak tahu harus berkata apa jadilah ia menatap arkhan gugup.

"bolehkah aku melihat rambutmu humairah?" tanya arkhan hati-hati. Yang membuat lubna semakin gugup.
Tanpa mendengarkan persetujuan lubna atau tidak, arkhan langsung maju dan meraih kepala lubna yang terbalut dengan hijab lalu melepasnya, terlihatlah rambut lubna yang hitam dan bergelombang.
Sungguh cantik ciptaan Allah ini, batin arkhan.

"kamu cantik" ucap arkhan sambil mengelus rambut lubna lembut. Yang membuat lubna semakin merona.

"ana uhibukki fillah humairah"

Menanti Takdir (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang