Tak terasa tiga bulan telah berlalu begitu cepa. Hubungan antara Alif dan Luna hanya begitu begitu saja, malah semakin memburuk. Luna tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi suaminya. Alif memang selalu memberikan nafkah secara lahir, namun ia jarang meluangkan waktunya untuk Luna. Suaminya sering sekali pulang larut. Terkadang saat bangun, Suaminya sudah pergi lagi. Entah kemana Luna juga tidak tahu. Jika ditanya Alif hanya mengacuhkannya. Mereka juga semakin jarang berkomunikasi jika tidak benar benar penting.
Saat dikampus, Alif dan Luna layaknya dua orang insan yang tak saling kenal. Mereka juga hanya berbicara masalah skripsi dan materi tidak lebih.Pagi ini Luna tidak nafsu makan. Entah apa yang membuat moodnya menghilang. Perutnya tiba tiba saja bergejolak . Ia berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya yang hanya berupa cairan bening. Padahal ia belum memasukan sedikitpun makanan, tapi mengapa perutnya selalu mual? Kepalanya juga pusing dan badannya tidak enak.
Apa mungkin dia masuk angin?pikir Luna. Mungkin iya...dan untuk hari ini ia lebih baik tak usah kuliah dulu sampai badannya benar benar pulih. Lagipula jika dipaksakan berangkat belum tentu ia bisa menerima pelajaran dengan baik. Malah yang ada nantinya tidak akan konsen.Luna mengambil benda pipih yang berdigit apple ketika ada suara deringan berbunyi. ada beberapa pesan dari sahabatnya Zalwa yang belum semlat dibaca.
Zalwa Kurnia
Lun...lo kemana aja sih?udah hampir masuk ini kenapa lo belum sampai?
Zalwa Kurnia
Oyy...
Zalwa Kurnia
Ini dosennya suami elo!ntar kalo telat kena hukum lagi mampus lo!!
Zalwa Kurnia
Alunaaaa....
Sebenarnya Luna malas sekali membalas chatt dari Zalwa. Tapi kalo cuma dicuekin pasti si Zalwa bakalan brisik terus.
Aluna Salsabila
Gue gak berangkat Zal
Zalwa Kurnia
Lho?emang kenapa?lo sakit?kok gak bilang sih?
Aluna Salsabila
Masuk angin mungkin.gue bawa istirahat bentar paling udah baikan.
Aluna Salsabila
Tolong ijinin gue ya...
Zalwa Kurnia
Kok minta ijinin nya ke gue sih?Emang suami lo gak tau kalo lo sakit?
Aluna Salsabila
Iya dia gak tau.Soalnya tadi suami gue berangkatnya pagi bgt.
Zalwa Kurnia
Oh...oke
Setelahnya Luna meletakan benda pipih itu. Ia kembali masuk kekamar dan merebahkan tubuhnya disana.
Baru saja hendak memejamkan mata, perutnya kembali bergejolak. Luna sungguh lelah harus bolak balik kekamar mandi. Masuk angin kali ini begitu menyiksanya. Andai saja suaminya lebih perhatian sedikit, pasti sakitnya tidak akan begitu terasa. Kepalanya semakin berat. Ingin kerumah sakit tapi badannya lemas. Atau ia minta tolong Umi Aisyah saja agar menemaninya?sepertinya ide yang bagus. Ba'da dzuhur nanti ia akan meminta Umi Aisyah untuk datang kerumahnya dan menemaninya ke rumah sakit.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alone in Love (Revisi)
Spiritualkisah seorang gadis troublemaker yang tak selalu mulus jalannya.Caci maki adalah makanan sehari harinya.Siapa sangka,gadis yang diluar selalu terlihat ceria dan bertindak seenaknya...ternyata menyimpan beribu luka. Tentang cinta?Tak sedikit pria yan...