27. Rindu Terpendam

2.1K 223 13
                                        

"Gue tidak mau menjadi gadis naif yang terima-terima saja saat tahu akan tersakiti. Waktu, masalah, kesendirian, membantu gue untuk membentuk diri yang lebih tangguh."

- Afrodit Nindya -

<<<>>>

Saat melihat Odit turun dari taksi, Vita bisa sedikit bernafas lega. Akhirnya, setelah menunggu sekitar 20 menit, gadis itu datang juga. Wajah Odit saat ini tidak kalah resah dengan wajahnya. Tapi untuk beberapa saat, Vita terdiam saat medapati sebuah jaket menggantung di lengan kanan Odit, jaket yang sama dengan milik Ares yang dipinjamkan padanya. Vita hanya tidak menyangka bahwa persahabatan mereka sudah sejauh itu, sampai memeliki barang-barang couple segala.

"Gimana kondisi Ares?" tanya Odit dengan langkah yang tergesa-gesa. Pergerakannya semakin rusuh dengan kresek yang ada di tangannya. Dan sekarang, mereka sedang naik ke lantai atas untuk melihat kondisi Ares yang belum membaik. Rasanya jantung Odit mau copot saat mendengar suara lemah Ares beberapa saat yang lalu. "Kenapa nggak berhenti dulu di halte atau minimarket aja sih? Hujan tuh gede banget, udah pasti bisa bikin sakit. Kalaupun Ares nggak mau berhenti, harusnya lo bisa nahan dia."

"Maaf," sesal Vita. Hanya itu yang bisa dia ucapkan. Benar juga, seharusnya Vita meminta Ares berhenti, bukannya menerjang hujan lebat hanya untuk bisa sampai dengan cepat. Selain itu, seharusnya Vita juga menolak jaket Ares.

"Res!" Odit langsung berlari ke arah Ares yang sedang meringkuk di kursi. Memang Odit melarang Vita untuk membawanya ke kamar, badan Ares harus diberhentikan terlebih dahulu sebelum tidur. Dan saat telapak tangannya memegang dahi Ares, suhu tubuhnya sangat tinggi. "Tolong siapin air anget buat mandi sekarang. Terus, lo bikin air madu pake lemon," Odit menyerahkan keresek kecil yang berlogokan sebuah minimarket.

Vita segera membuka pintu kamarnya, mempersilahkan Odit masuk. Akan lebih nyaman untuk membersihkan tubuh Ares di dalam, meskipun rumah sangat sepi karena yang lain masih di kampus. Mereka berdua bekerja sama untuk membopong Ares, mendudukkannya di toilet. Di sana sudah siap air hangat untuk mandi Ares. "Aku siapin baju buat Kak Ares, ada setelan training yang pasti cukup. Terus aku langsung siapin air madunya juga."

Odit mengangguk menanggapi. Kini, tinggal hanya ada dia dan Ares di toilet. Tubuh Ares bergetat, matanya juga sudah tidak fokus. Odit sudah tidak mampu lagi menahan air matanya sekarang. Semuanya tumpah saat melihat kondisi Ares saat ini. Bahkan Odit tidak tahu apakah yang dia lakukan saat ini benar atau tidak, dia hanya mengikuti prosedur yang pernah diajarkan Bu Alina. Tidak pernah Ares dalam keadaan seperti ini saat bersamanya, dan sekarang malah saat dia dengan Vita.

"Hey, Ares." Odit meraup pipi Ares sehingga dia menengadah menatapnya. "Res, ini gue, Nindya. Gue nggak bisa mandiin lo, lo harus bisa mandi sendiri. Yang cepet, tapi badan lo harus bersih. Gue tunggu di luar, gue nggak akan tinggalin lo. Kalau lo ada apa-apa, tinggal panggil gue. Oke? Ngerti?" Rasanya sangat putus asa saat Ares justru menggelengkan kepalanya dengan lemah. "Res, please, lo harus bisa sendiri. Gue kasih waktu 5 menit. Dan ini, gue beli buat lo," Odit menunjuk kresek kecil yang ada di wastafel.

Odit memutuskan untuk keluar, menunggu di depan pintu kamar mandi. Bahkan Odit sampai gigit jari saat menit pertama tak terdengar ada pergerakan dari dalam. Tapi, akhirnya dia bernafas lega saat mendengar gemercik air. Ares masih bisa menahan diri, Odit tahu bahwa dia adalah laki-laki yang kuat. Dan sekarang, Odit sudah bergerak untuk menyiapkan baju untuk Ares.

Niatnya membiarkan Ares pergi dengan Vita ke festival musik itu untuk membuatnya bahagia. Karena Odit ada pertemuan penting dengan Pak Amir tentang pembaruan kontrak. Sedangkan band yang Ares suka akan tampil hari ini juga, tidak ada waktu yang lain. Tidak mungkin Odit melarangnya sekedar untuk menuruti kemauan egonya, menjauhkan Ares dari Vita. Karena selama ini, dia yang selalu ada di posisi dimengerti saat bersama Ares. Sudah sepatutnya Odit juga pengertian meskipun itu meninggalkan tidak suka di hatinya. Tapi kenyataannya, Ares justru berakhir menyedihkan.

Mitologi Cinta [Tamat]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang