Malam setelah mengantar Sekar, Aksa tidak bisa terlelap sama sekali. Sekar tidak mau diantarkan sampai rumahnya. Ia hanya minta untuk diantarkan ke halte busway terdekat. Aksa menurut. Hanya saja akal sehatnya mendadak rusak saat ia melihat Sekar kedinginan sehingga ia harus memaksa Sekar untuk mengenakan jaketnya saat gadis itu akan turun.
Sekar menolak habis-habisan. Aksa tau, gadis mana yang mau menerima uluran tangan seseorang yang jelas sangat terlihat menaruh perasaaan padanya disaat dirinya masih mempunyai hubungan dengan laki-laki yang mungkin tidak tau bahwa dirinya sedang diantar pulang oleh laki-laki lain.
Tapi Aksa memaksa karena Sekar terlihat sudah menggigil. "Buang aja jaketnya abis ini. Lo nggak perlu ngembaliin ke gue." Ucap Aksa yang membuat Sekar mau menerima Jaket dari Aksa.
Dan malam ini Aksa merutuki kebodohannya karena ia baru sadar kunci motornya ada di saku jaket miliknya yang sekarang mungkin sudah Sekar buang entah dimana. Aksa tidak sepusing itu sebenarnya karena ia masih punya kunci cadangan tapi tetap saja dia kesal dengan dirinya sendiri.
"NGGAK USAH SOK CARE AKSA KEANU! UDAH CUKUP BEGO LO NUNGGUIN CEWEK EMPAT TAUN! PLEASE! PAKE OTAK LO SEKALI-KALI" Aksa berkata pada dirinya setelah berguling tidak jelas di atas tempat tidurnya.
Teriakan frustasinya terhenti saat handphonenya bergetar. Siapa lagi yang akan menelpon tengah malam ini jika bukan----
"Nyet, lo besok balik sama gue ya" Naren Ezra Gunandya berkata tanpa salam sekalipun.
Aksa benar-benar tidak perlu melihat siapa yang menelpon di layar teleponnya karena yang akan menelpon pasti Pangeran antah berantah itu. Kalau Argi, manusia itu langsung akan mengetuk pintu rumah Aksa semalam apapun. Sementara Ryan memilih untuk mengiriminya banyak pesan sampai Aksa menjawab pesannya.
Aksa merotasikan bola matanya dan merebahkan kembali tubuhnya di tempat tidurnya. "Lo nggak bisa sehari aja nggak ketemu gue, Ren? sesayang itu lo sama gue? when we are literally a co-worker yang cubicle nya aja jejeran"
Terdengar decak dari seberang. "JIJIK BANGET SA! Temenin gue ketemu Kinna"
"Hah? ngapain? nemenin lo pacaran? Ogah!"
"Gue bayarin deh"
"For your information ya ren. Gue nggak se kere itu"
"ayo dong saaa" Naren terdengar memelas. "Gue masih awkward banget kalo makan bareng Kinna berduaan doang"
Gantian Aksa yang berdecak. "Lo ajakin yang lain lah yang udah punya pasangan. Sekalian double date atau triple date sakalian."
"Udah. Pada nggak bisa. Kak Nay mau ujian masuk pasca. Kak Rere lagi ada urusan luar kota. Terus para buntutnya pada nggak mau ikut nemenin juga karena dianggap gue harus dewasa menghadapi urusan hati gue sendiri"
"Ya emang harusnya gitu, nyet! Kaya anak SMP aja lo mau pacaran harus ditemenin" Aksa menjawab sewot
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendmates
General Fiction[Selesai - Sudah Terbit] Friendmates; stories of four best friends and their complicated-yet-struggling ways to get their soulmates. Ryan harus sekuat tenaga mengejar gadis yang serupa alpha woman. Aksa dengan predikat brengseknya, ternyata tidak bi...
