Nayla sampai di depan unit apartemen milik Reyvan. Ia bisa saja langsung masuk karena Reyvan memberikan satu kartu unitnya secara eksklusif pada Nayla. Tapi entah kenapa tenaga Nayla menguap. Dia seperti patah hati padahal jelas itu hanya perasaannya sendiri.
Nayla memilih duduk bersila di depan pintu Reyvan. Tidak masuk dan tidak berniat menghubungi kakaknya. Ia tau kakaknya tidak ada di apartemennya karena beberapa kali Nayla menekan bel dan tidak ada balasan dari dalam.
Nayla merasa handphonenya masih bergetar. Tapi ia tidak mengacuhkan. Nayla kali ini duduk sambil memeluk lututnya saat ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.
"Nay?"
Nayla mengangkat wajahnya dan menemukan sahabat kakaknya sedang berdiri tidak jauh dari tempat Nayla duduk.
"Kak Yaga?"
Laki - laki bertindik itu tersenyum dan duduk berjongkok di samping Nayla. "Nungguin Reyvan? Bukannya lo bawa kartu unit dia?"
Nayla tersenyum. "Bawa kak. Cuma lagi pengen duduk aja"
Yaga tertawa dengan tawa khas yang sudah lama tidak Nayla dengar. "Sini kartunya. Gue bawa martabak nih. Makan bareng aja di unit kakak lo. Kalo gue bawa lo ke unit gue, yang ada Reyvan bakalan ngegebukin gue."
Nayla tersenyum lemah. "Makasih kak"
Keduanya masuk ke unit apartemen milik Reyvan menggunakan kartu yang Nayla bawa. Apartemen kakaknya selalu bersih dan rapi. Ciri khas kakak pertamanya.
"Lo bersih - bersih dulu aja. Gue bikinin coklat panas. Biar agak cerah muka lo" Yaga menyuruh Nayla karena gadis ini terlihat sangat lusuh sekarang.
"Gue jelek pasti sekarang ya, kak" Tanya Nayla dengan nada putus asa.
"100% no debate" Yaga menjawab cepat yang membuat Nayla tertawa.
"Gue mandi dulu ya kak"
Setelah Nayla masuk ke kamar mandi, Yaga mengambil iphonenya dan menelpon seseorang disana.
"Dimana lo?" Yaga bertanya serius
"Otw balik. Kenapa? lo mau nitip rokok pasti"
"Adek lo di apartemen. Dia tadi hampir nangis depan unit lo. Gue baru balik kantor jadi cuma bawa martabak. Sekarang gue di unit lo"
Terdengar decak kasar di ujung sana. "Titip adik gue bentar. Gue 10 menit lagi sampe"
"hmm"
Reyvan tidak selalu tau kabar Nayla karena kesibukan sekolah lanjutannya tapi Kaysan tidak pernah berhenti memberi Reyvan kabar tentang Ryan maupun Nayla. Pun dengan Ryan yang selalu bercerita tentang Nayla dengan kadang-kadang membicarakan Kaysan dan Kayla juga. Ia mengerti semua info tentang Nayla dari kedua adik laki - laki nya yang tidak kalah protektif dibanding dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendmates
General Fiction[Selesai - Sudah Terbit] Friendmates; stories of four best friends and their complicated-yet-struggling ways to get their soulmates. Ryan harus sekuat tenaga mengejar gadis yang serupa alpha woman. Aksa dengan predikat brengseknya, ternyata tidak bi...
