Kita sama sama pengen dihargai🤗
Happy reading..
***
Sejak perjalanan pulang, Iqbaal terus memasang wajah betenya. (Namakamu) melirik Iqbaal lewat ekor matanya.
"Baal" tangan (Namakamu) terangkat menusuk pipi kiri Iqbaal.
"Jelek tau"
"Jangan gitu ah mukanya"
"Habisnya kamu ngeselin, masa aku dikacangin"
"Gak ada yang ngacangin Baal, kamu aja yang pendiem"
Iqbaal memilih diam, hingga mobilnya sampai ke bagasi rumahnya. Iqbaal langsung turun tanpa memerdulikan (Namakamu) yang menghela nafas.
(Namakamu) turun sendiri dari mobil, Iqbaal sudah berjalan duluan di depan sana.
"Aduh...aw...." rintih (Namakamu) sambil memegangi perutnya.
Sontak Iqbaal langsung menoleh dan segera berlari menghampirinya.
"Kenapa?" panik Iqbaal dilihatnya wajah (Namakamu) menahan sakit.
"Awss..."
"Kita ke rumah sakit ya"
Setelah itu wajah (Namakamu) kembali seperti semula.
"Tuh kan gak usah kok ngambek deh"
"Kamu pura pura?"
"Iya buat dapet perhatian dari kamu" Iqbaal mendengus sebal dan kali ini ia langsung melangkah masuk ke rumah duluan, benar benar tidak peduli. (Namakamu) terkikik, tidak ingat usia saja.
***
Namanya Iqbaal, mana tahan terus terusan merajuk pada sang istri. Sekarang saja sudah manja manjaan, cih.
"Baal anak kita cowok apa cewek ya? Masa gak mau tanyain?"
(Namakamu) sedang menyandarkan kepalanya ke dada Iqbaal, keduanya dibaluti selimut dengan suhu kamar yang dingin membuat kenyaman yang luar biasa.
"Biar suprise"
"Aku maunya cewek, biar Natesha punya temen" ujar (Namakamu) sambil mengelus perutnya.
"Cowok aja dong, biar ganteng kayak aku"
"Dih" (Namakamu) berdecih.
Iqbaal ikut mengelus perut (Namakamu) yang berkembang setiap harinya.
"Kalau cewek aku bakal kasih nama Kayla Qiana Dhiafakhri" ujar (Namakamu) sambil menatap langit seraya tersenyum mengingat nama indah yang ia berikan.
"Hmm kalau cowok aku kasih nama Aciel Sabian Dhiafakhri" lalu keduanya saling menatao tak lama terkekeh bersama. Bahagia sesederhana itu.
***
Usia kandungan (Namakamu) sudah memasuki tujuh bulat, dan semakin mengunci pergerakan (Namakamu). Iqbaal pun semakin gencar memperhatikan kondisinya, bahkan Iqbaal seperti dulu, mengantar (Namakamu) ke rumah orang tuanya dan akan menjemputnya setelah pulang kerja, Natesha pun ikut bersama (Namakamu), takut jika terjadi sesuatu dan tidak ada orang di rumah. Iqbaal memang sungguh perhatian, suami idaman. Bahkan Raffa dan Ananta pulang sekolah mampir dulu ke rumah neneknya. Padahal (Namakamu) sudah berkata bahwa ia akan baik baik saja dan tidak ingin Iqbaal jadi repot karenanya, namun Iqbaal tetaplah Iqbaal, tidak bisa dibantah.
Klakson mobil Iqbaal terdengar.
"Nah itu Iqbaal udah jemput bun, (Namakamu) pulang dulu ya, lusa ke sini lagi" pamitnya pada Airin. Seperti dulu, sehari di rumah Airin dan sehari di rumah Rike, bergantian agar tidak merepotkan orang di rumah terus menerus.
"Assalamualaikum bun" Iqbaal masuk lalu menyalim Airin.
"Waalaikumsalam Baal"
"Yuk pulang" Iqbaal merangkul (Namakamu) sambil tersenyum lalu tersenyum pada anak anaknya. Iqbaal mengambil alih Natesha dari gendongan Airin. Raffa dan Ananta siap menggendong ranselnya.
"Hati hati ya Baal, jangan ngebut"
"Siap Bun, pamit ya"
***
(Namakamu) menggendong Natesha di pangkuannya. Sesekali ia melirik Iqbaal yang fokus menyetir, terlihat jelas wajah Iqbaal terlihat lelah. (Namakamu) tahu Iqbaal sudah capek kerja ditambah mengantarnya sana sini. Namun hati (Namakamu) menghangat mendapat perhatian Iqbaal seperti ini. Kedua sudut (Namakamu) terangkat tanpa disadari. Satu yang harus diketahui, (Namakamu) sayang Iqbaal. Rasa benci yang dulu sempat ada sudah terkubur dalam dan tidak akan pernah ditemukan lagi.
(Namakamu) kembali menatap jendela dengan pemandangan bangunan bangunan tinggi menyentuh langit biru.
Beberapa menit kemudian akhirnya sama ke rumah. Iqbaal memutari mobil untuk membukakan pintu lalu menggendong alih Natesha lalu menurunkannya. Raffa dan Ananta yang sudah turun dari mobil kini menggandeng Natesha, adiknya yang paling cantik. Iqbaal membantu (Namakamu) turun dari mobil.
"Hati hati" setelah turun (Namakamu) terkekeh. Membuat Iqbaal juga menampakkan giginya.
"Kenapa sih?"
"Gak apa apa" (Namakamu) menggeleng tanpa melunturkan senyumannya.
Iqbaal mengandeng (Namakamu) masuk ke rumah dengan anak anaknya yang berjalan di depan.
"Kita keluarga bahagia ya" ucap (Namakamu).
"Aamiin" Iqbaal tersenyum.
"Gak sabar nunggu calon bayi ini lahir" (Namakamu) menatap perut buncitnya.
"Keluarin aja sekarang" ujar Iqbaal asal.
"Ngaco kalau ngomong!" ketus (Namakamu) sambil memukul lengan Iqbaal yang kini tertawa.
***
Keduanya sudah makan malam tadi, kini tengah duduk di sofa ruang tengah sambil menemani ketiga anaknya bermain di karpet. Sedangkan (Namakamu) dan Iqbaal fokus dengan televisi di depan.
"Kakak!" panggil Natesha lucu. Ia melemparkan bola karet yang kemudian ditangkap oleh Raffa. Kemudian Raffa melempar balik dengan pelan agar Natesha tidak terluka.
"Tesha tangkap!" Ananta melempar bola karet lainnya. Jangan pikir dilantai tidak penuh dengan mainan.
Ananta melempar bola mengenai boneka beruang coklat Natesha yang tergeletak di sisi tubuh Natesha. Natesha malah mulai menangis.
"Ups" Ananta menutup mulutnya sendiri.
"Hiks..huaaa" Natesha memeluk bonekanya.
"Tesha, kakak gak sengaja, kakak minta maaf ya"
Perhatian Iqbaal dan (Namakamu) pun teralihkan.
Iqbaal segera menghampiri anak perempuannya ini.
"Yah Anta gak sengaja" Ananta takut jika Iqbaal memarahinya setelah ini.
"Natesha sayang, bonekanya gak apa apa, jangan nangis, cup cup" Iqbaal menggendong Natesha berusaha mendiamkannya. (Namakamu) ikut berdiri menghampirinya.
"Gak apa apa nta, lain kali hati hati" ujar Iqbaal.
"Jangan meleset makanya nta" ucap Raffa.
"Utututu sayang" (Namakamu) memainkan pipi Natesha lalu menghapus air mata.
"Hiks" perlahan tangisnya mulai mereda. Ananta menghela nafas lega.
"Main ya sama kakak, jangan nangis, kan bonekanya gak apa apa" Iqbaal menurunkan Natesha lalu mengelus kepalanya.
"Sini bunda ikut main yaa" (Namakamu) duduk dengan perlahan. (Namakamu) mulai menggerakan boneka Natesha seolah hidup dan berbicara.
Iqbaal tersenyum hangat melihatnya. Ia harap bisa hidup bahagia sampai tua nanti.
Bersambung..
Pengen ada PHO nya gak?😂
Vote Comment yaa gak susah kok makasih😊
Yang kepo masalah Iqbaal sama (Namakamu) dulu, boleh di baca If You Knownya wkwk
Salam sayang,
Meliyana
KAMU SEDANG MEMBACA
Super Baby (COMPLETE)
RomanceSEQUEL IF YOU KNOW "Bikin dedek buat Natesha yuk" "GILA LO BAAL!"
