Pindah?

3.5K 288 10
                                        

"Bunda! Bunda kenapa?" Raffa dan Ananta masuk ke kamar untuk menemui sang bunda.

Iqbaal dan (Namakamu) menoleh.

"Bunda gapapa sayang"

"Tapi bunda pucet" ujar Ananta.

"Nanti juga enggak" (Namakamu) mengelus puncak kepala Ananta.

"Udah makan?" tanya Iqbaal.

"Udah ayah, tadi om Aldi beliin makanan"

"Maaf ya bunda gak bisa masak"

"Gapapa bunda" balas Raffa.

"Anta khawatir sama bunda"

"Raffa juga"

"Bunda gapapa kok, kalian jangan khawatir, ayah kan udah jagain bunda disini, kalian ke kamar aja, bentar lagi tidur, besok sekolah kan?"

"Iya ayah"

"Mau ayah anterin ke kamar?"

"Enggak usah yah,  Raffa Anta udah besar" keduanya kembali ke kamar setelah mencium dan dicium Iqbaal dan (Namakamu).

"Good Night sayang"

"Good night ayah bunda"

"Unda..ayah" panggil Aciel berdiri di pinggir tempat tidur bayinya.

Iqbaal menghampirinya.

"Kenapa Aciel?"

"Mamam"

"Aciel mau makan?"

"Mamam"

"Baal aku buatin Aciel bubur ya"

"Jangan (Namakamu)" Iqbaal menggendong Aciel dari tempat tidurnya.

"Aku aja, gapapa kan di tinggal?" Iqbaal meletakkan Aciel di sebelah (Namakamu).

"Gapapa kok" Iqbaal lalu segera ke dapur membuatkan makanan untuk Aciel.

"Unda" Aciel memeluk (Namakamu) dengan lucunya. Mungkin ia tahu (Namakamu) sedang tidak baik.

"Aciel.." (Namakamu) menggendong Aciel ke pangkuannya.

"Mamam"

"Ayah lagi buat bubur, bentar ya"

"Unda kenapa?" tanyanya.

"Apanya kenapa nak?"

Aciel menggeleng. Mungkin ia tidak mengerti untuk mendeskripsikannya. Jadi ia memilih diam

"Tada!" Iqbaal kembali dengan membuat semangkuk bubur hangat.

Iqbaal duduk di tepi ranjang kemudian mengaduk buburnya. Lalu bersiap menyuap Aciel.

"Makan yang banyak, biar Aciel cepet besar biar bisa jagain bunda" Aciel hanya mengangguk lucu.

(Namakamu) merasa aneh saat Iqbaal mengatakan menjaga seperti tadi. Rasanya Iqbaal merendahkan dirinya bahwa ia tak bisa menjaganya dengan baik. Atau hanya perasaannya saja.

Setelahnya keduanya saling diam. Sampai Aciel selesai makan, Iqbaal membawanya kembali di tempat tidurnya. Iqbaal kembali ke dapur untuk mencuci mangkuk. Lalu kembali ke kamar

"Kayaknya kamu mau ngomong sesuatu Baal?" tanya (Namakamu) memperhatikan gerak gerik Iqbaal dengan pandangannya yang kosong.

"(Nam)"

"Gimana kalau kita pindah ke Bandung?"

"Hah?"

"Hm"

Super Baby (COMPLETE) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang