Part 39

105 19 21
                                        

Selamat membaca 💕💕💕
|
|
|
Warning typo bertebaran ⚠⚠⚠

•••

Di salah satu ruangan, dimana tempat biasanya Kaiya bekerja. Hanya terdengar beberapa kali pengulangan rekaman lagu yang dia buat. Sesekali Kaiya mencoret di beberapa bagian dikertas miliknya.

Kaiya sampai tak sadar saat seseorang memasuki ruangannya. Lelaki dengan senyum di bibirnya yang mengembang karena ikut mendengarkan rekaman lagu yang sedang terputar dimana suara Kaiya yang mengisinya.

"Terdengar bagus."

Kaiya mematikan pemutar rekaman, kepalanya melihat kearah belakang. "Oh! Sepertinya masih harus ada perbaikan dibeberapa bagian, nanti sepertinya aku harus mendiskusikannya dengan orang yang akan membawakan lagu ini."

Yoesoeb hanya menganggukkan kepala.

"Oh iya, apa yang oppa lakukan? Ada perlu sama aku?"

"Ahh.. iya. Hanya mau mengingatkan pukul 2 nanti kita ada meeting dengan salah satu artis dari U-Bee Music."

Kaiya mendesah kecewa, bukan karena tidak mau ikut meeting kali ini. Hanya saja, karena meeting ini dirinya tidak bisa bertemu dengan sahabatnya yang kini malah asyik bepergian berdua tanpa mengajaknya. Mereka malah dengan sengaja memamerkan kegiatan mereka berdua di grup yang isinya hanya mereka bertiga.

"Iya, iya. Aku tau kok."

Yoesoeb berdecak. "Wae? Kamu tidak suka akan meeting kali ini? Bukankah artis ini yang akan membawakan lagu yang kita buat?"

"Bukan begitu." Kaiya mengerucutkan bibirnya. "Sahabat-sahabat aku sangat menjengkelkan saat ini. Mereka bersenang-senang tanpa aku."

Yoesoeb maju selangkah, diusapnya kepala Kaiya. "Aigoo, uri maknae."

Kaiya malah menelungkupkan kepalanya, berpura-pura menangis supaya lebih mendramatisir.

"Setelah meeting ini selesai, kita jalan-jalan. Kita foto-foto terus kamu kirim ke grup itu. Nanti giliran kita yang pamer ke mereka, gimana?"

Kaiya menegakkan kepalanya. "Serius?"

Yoesoeb berdehem sebagai jawabannya.

"Oppa yang bayarin semuanya ya, tapi."

"Eh?? Kok jadi oppa?" Kaiya mulai mencebikkan bibirnya. Yoesoeb jadi memutar bola matanya jengah. "Iyaa.. iya, terserah kamu."

Yashh

Kaiya berteriak kesenangan.

"Ingat, jangan lupa meeting kita jam 2 nanti." Yoesoeb mengingatkan untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi.

"Aye, aye captain!"

Kaiya berbalik kearah kertas lagu yang dibuatnya setelah Yoesoeb menutup pintu. Kaiya harus segera menyelesaikan pekerjaannya sebelum meeting nanti sore yang pasti akan menguras sedikit tenaganya.

Waktu berlalu sangat cepat, Kaiya bahkan tengah tertidur lelap walau hanya tidur beralaskan meja dengan badan yang masih duduk. Getaran ponselnya beberapa kali tidak juga membuat seorang Kaiya dapat terbangun. Sepertinya lelahnya tubuh telah membuat Kaiya masih nyaman tidur disana.

Pukul 2 pun telah terlewat 20 menit, maka dari itu ponsel Kaiya juga tak berhenti bergetar, berharap sang empunya​ dapat bangun dan mengangkat panggilan.

Kaiya sepertinya mulai terusik, terlihat dari tubuhnya yang perlahan tegak, dan menguap sambil melihat kearah jam dinding.

Mata membulat lebar, Kaiya buru-buru merapikan diri. Mengambil beberapa bahan meetingnya kali ini. Dilihatnya ponsel miliknya kembali bergetar memperlihatkan nama Yoppa.

IDOL [TAMAT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang