Anin & Arka (30)

34.3K 1.8K 198
                                        

Rebahan di sofa sambil meng-scrool Handphone adalah hal menyenang bagi seorang Daffi yang tidak tahu harus melakukan kegiatan apa sepulang sekolah.

Daffi menarik napas pelan seraya mengubah posisinya yang sedang rebahan menjadi duduk. Mata kecoklatannya mengamati suasana sekitarnya. Dari tempatnya berada, ia dapat melihat beberapa pelayan yang sedang melakukan tugas mereka.

"Orang-orang pada kemana sih?" gumannya.

Baru kali ini Daffi merasakan sepi di kediaman Andjaya. Mungkin jika merasakan suasana sepi di kediaman Athala sudah biasa mengingat di kediaman tersebut memang memiliki aura dingin dan sepi meski ada banyak orang di rumah itu.

"Mbak," panggilnya pada seorang pelayan muda yang sedang membersihkan bingkai foto yang ada di atas meja yang tak jauh darinya.

"Ya? Tuan butuh sesuatu?" tanya pelayan tersebut.

"Nggak. Daffi cuman mau tanya, Nayla dan Fandra di mana ya? Dari tadi aku nggak liat mereka."

"Nona dan tuan muda sedang ikut dengan tuan besar."

"Tuan besar?" Gumam Daffi.

"Mereka ke mana?"

"Maaf tuan, Saya tidak tahu."

Daffi mengangguk dan kembali merebahkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang keluarga. Anak kedua Anin dan Arka itu tampak begitu bosan dan malas sekarang ini.

"Daffi kok, Daffa belum pulang?" Sebuah suara terdengar.

Daffi yang sedang bermalas-malasan itu kembali mengubah posisinya dan menatap si pemilik suara yang tak lain adalah sang Mama.

"Nggak tau, Lagi pacaran kali." Daffi menjawab malas.

"Kenapa nggak tahu? Bukannya sering pulang bareng, terus pacaran? Memangnya Daffa sudah punya pacar?" tanya Anin beruntun.

Anin menatap Daffi yang tampak begitu malas menjawab pertanyaannya. Daffi tidak biasanya begini kalau sedang di tanya, terlebih di tanya tentang suadarah kembarnya.

"Ya, nggak tau aja. Mama ketinggalan berita ya? Daffa itu udah punya pacar."

"Pacar? Siapa? kok, Mama nggak tau"

"Um.. Alisha."

"Ha!? Alisha? Alisha anaknya Om Devan sama tante Aisyah?" tanya Anin begitu heboh.

"Iya. Memangnya mama tahu nama Alisha lainnya, selain Alisha anaknya Om Devan?"

Anin terdiam. Tidak percaya kalau putranya akan memiliki hubungan spesial dengan anak sahabatnya. Anin kembali menatap Daffi. Perasaan wanita takut tiba-tiba muncul di dalam dirinya saat melihat anak ke duanya itu.

"Ih, Mama kok, liatin Daffi kayak gitu?" Celutuk Daffi merasa tidak nyaman dengan tatapan Mamanya.

"Kamu... Kamu lagi nggak kesal karna Daffa jadian sama Alisha, 'kan?" tanya Anin was-was.

"Maksud Mama?"

"Kamu... Suka sama Alisha?" tanya Anin lagi.

Daffi menggelengkan kepalanya.

"Kalau yang mama pikir tentang aku suka sama pacar suadarah kembarku, mungkin, ya. Aku suka tapi bukan berarti aku ngambil pacar saudarah kembar aku." Anin menarik napas lega mendenagr ucapan anaknya.

"Terus kenapa kamu terlihat kesal sekarang ini?" tanya Anin.

"Daffi tuh, nggak suka kalau Daffa mulai pacar-pacaran Ma. Apalagi pacaran sama Alisha, Mama tau sendiri Alisha orangnya kayak gimana."

Arka & Anin 2 (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang