Anin & Arka (13)

23.2K 1.6K 72
                                        

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Arka dan anak-anak sudah pergi ke kantor dan juga sekolah sementara Anin? Ia baru saja bangun. Semalaman ia tidak bisa tidur karna terlalu banyak pikiran yang pasti salah satu penyebabnya adalah memikirkan Nayla-nya. Meski masalah yang di akibatkan anak itu sudah selesai secara baik-baik, tapi tetap saja masih menjadi buah pikiran Anin dan membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.

"El, Nayla itu masih kecil. Pergaulannya masih kecil dan belum terlalu bebas, kamu masih bisa mengendalikan anak kamu sendiri. Dia akan belajar dari kesalahan yang dia lakukan dan tidak akan melakukan kesalahan yang sama." ucapan Arka terus saja tergiang di benaknya.

Anin menarik napasnya pelan lalu menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan asal ia mengikat rambut lalu beranjak ke kamar mandi.

"Mandi nggak ya?" gumam Anin seraya menatap ke arah cermin yang ada di kamar mandi.

Sudah tiga hari Anin tidak mandi, ia gerah dan risih sebenarnya karna tidak mandi tapi ia terlalu malas untuk melakukan aktivitas mandi. Di kehamilannya sekarang ini, Anin benar-benar di buat kesal karna rasa malasnya.

Malas mandi, malas jalan dan malas-malas lainnya. Padahal ia tidak suka hanya duduk diam di tempatnya.

"Ah, Mandi aja. Nanti bau, terus Al malah lari lagi," ucap Anin dan langsung berjalan ke arah sisi lain dari kamar mandi di mana ada shower yang menggantung tak jauh dari tempatnya berdiri.

Beberapa menit di dalam kamar mandi Anin keluar dengan keadaan terlihat begitu segar.

"Nyonya?"

Suara Mbok Susi terdengar dari luar kamar membuat Anin menyahutnya.

"Maaf menganggu, Nyonya. Di luar ada tamu," ucap Mbok Susi.

"Siapa?"

"Kurang tahu Nyonya. Tapi sepertinya tamu tuan Arka."

Dahi Anin mengerut mendengarnya. Tamu Arka? Arka tidak pernah membiarkan orang rekan bisnis atau orang lain yang mencarinya datang ke rumah, ya, Terkecuali sahabat Arka, Brian atau Chandra. tapi buat apa mereka ke rumah kalau Arkanya ada di kantor?

Cukup lama terdiam dan berpikir akhirnya Anin menyahut meminta Mbok Susi membiarkan tamu itu masuk dan membuatkan minuman.

"Baik Nyonya." Dan setelah tidak mendengar suara dari Mbok Susi lagi. Anin menghembuskan napasnya dengan segera ia mengambil pakaiannya sehari-harinya yang di taruh di dalam lemari. Setelah itu ia keluar dari kamar dan mendapati seorang pria yang tak ia kenal sedang duduk di sofa ruang tamu. Anin bisa melihat pria itu dari depan pintu kamarnya karna ruang keluarga dan ruang tamu hanya di batasi dinding kaca.

"Selamat siang.." Ucap Anin yang sebenarnya tidak tahu harus menyapa seperti apa pada pria yang tidak ia kenali itu.

"Oh.. Selamat siang." Pria yang tak di kenali Anin berdiri dan menyapa balik Anin. Pria itu menatap Anin dari atas sampai bawah membuat Anin risih karnanya.

Anin mempersilakan pria itu duduk kembali lalu berdehem agar pria itu tidak menatapnya dengan intens lagi.

"Ekhmm. Saya Anin...."

"Saya Rudi Dermawan, Emm.. Begini Bu. Ibu adalah Ibunya, Nayla?"

"Iya. Saya Mamanya Nayla." Pria yang mengaku bernama Rudi itu tampak tersenyum.

Arka & Anin 2 (✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang