#13. Terluka

506 19 0
                                        

"lo inget kata kata gue! Gue akan berusaha bunuh lo tanpa lo sadari. Bukan dari fisik lo, tapi dari psikis lo!"
- Fransiscco Brandon Marva

🦅☠️

Diperjalanan, tak ada yang membuka suara di antara Venta atau pun Tama. Tama fokus ke jalanan. Venta memeluk Tama dan menyenderkan kepalanya di punggung Tama, sambil menatap jalanan yang ada di sampingnya.

Kegiatan Venta menatap jalanan terhenti saat Tama memberhentikan motornya di depan sebuah rumah besar, dengan cat putih yang menghiasinya

"ayo" ajak Tama

"bunda udah tidur ya?" tanya Venta

"nggak tau, cek aja" ucap Tama

Mereka masuk ke dalam rumah, di ruang tamu sepi, masuk ke ruang keluarga juga sepi, tapi saat mereka ke dapur, ada bunda disana, sedang mengambil minun

"bunda" sapa Venta

"astaga!" bunda terlonjak kaget saat mendapati Venta di belakangnya

"hehehe, maap bunda" ucap Venta

"aduh iya gapapa. Baru pulang?" tanya bunda

"pertanyaannya gak bisa diganti apa bun?" tanya Tama menyindir pertanyaan yang tidak perlu dijawab

"hahaha, ya bunda ganti. Venta kok kesini?" tanya bunda

"Tama nginep di rumah Venta lagi bun, nemenin Venta, boleh kan?" tanya Tama

"sana ke kamar!" ucap bunda tegas

"ngapain bun?" tanya Tama yang masih bingung

"ya ambil baju lahhh dodolll!!" balas bunda kesal

"ck anak sendiri dibilang dodol. Untuk bunda!" sinis Tama sambil berjalan ke kamarnya

Venta dan bunda hanya tertawa sambil geleng geleng

"bunda kok belum tidur?" tanya Venta

"haus nih" ucap bunda

"ooh gitu" balas Venta

"kamu gimana sama Tama?" tanya bunda

"hah gimana apanya bun?" tanya Venta sambil tersenyum

"ya udah pacaran belom?" tanya bunda

"gak pacaran kok bun, cuman temen" balas Venta

"yahhh, padahal bunda setuju banget kalo kalian jadian" ucap bunda

"hehe, emang kenapa bun?" tanya Venta

"nggak tau, bunda suka aja. Kamu orangnya tanggung jawab, sopan, baik, mandiri, peduli, sabar, cocok lah buat Tama" ucap bunda

"udah deh bun! Gak usah macem macemm. Tama ogah sama dia!" balas Tama kesal sambil berjalan ke meja makan.

"yang sopan kalo ngomong!" sinis Venta menatap Tama tajam

"iyaaa" balas Tama mengalah

"yaudah gih sana pulang. Keburu tambah malem. Hati hati ya!" ucap bunda

"iya udah bun, Venta pamit ya, maaf ngerepotin bunda kalo Tama harus nginep di rumah Venta" ucap Venta

"emang ngerepotin!" balas Tama

"kan lo yang minta!" Venta tak terima

"ya demi lo!" balas Tama yang juga tak mau kalah

"tauk ahh, dada bundaa!" ucap Venta ngambek ke Tama langsung saja keluar rumah

VenTama [C O M P L E T E ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang