|"tidak ada istilah berbohong demi kebaikan. Berbohong tetaplah hal yang salah. Lebih baik jujur tapi menyakitkan daripada berbohong tapi melukai" |
-Fin Devan Charles
🍫🏀
Sudah satu tahun lebih berlalu perjalanan mereka semua, berkat usaha dan kerja keras yang sangat besar. Semua nya bisa naik ke kelas 11. Iya, mereka sudah naik kelas.
Hubungan Tama dan Venta masih berlanjut dengan baik, meskipun kadang mereka bertengkar, tapi Tama menepati janjinya untuk tidak membuat Venta mengeluarkan air mata kesedihan.
Hubungan Devan dan Venta juga masih berjalan dengan baik, keduanya juga masih dekat seperti dulu. Apalagi ditambah di kelas 11 ini Venta malah sekelas dengan Devan di IPA 2, bersama dengan Levina.
Jadi mereka dipisahkan, lainnya ada di IPA 3. Kalau Tama dan inti Alaskar ternyata masih sekelas mereka ada di XI IPS 4.
"Devan!!!!! Balikinnnnn" teriak Venta keras membuat seluruh kelas geleng geleng. Levina yang duduk di sebelahnya, hanya terus menutup telinganya. Mereka semua yang di dalam kelas sudah pasrah saat tau Devan dan Venta sekelas.
"apasih?! Aneh lo" ucap Devan
"hehh! Lo kira gue gak tau lo nyolong bolpen gue" ucap Venta
"Geri!! Bukan gue" ucap Devan
Tak
"sembarangan! Jangan percaya Ven! Nih bolpen lo di kantongin sama Devan" Geri menjitak kepala Devan
"jangan lo kasih tau jahanam" ucap Devan
"hahahah" Venta memukul mukul tangan Devan
"awh awh awh sakit sakit" Devan memegang tangan Venta
"woy!! Pegang pegang!! Digampar lo sama cowonya" ucap Levina keras
"bodo" jawab Devan singkat
"manaa!! Devan!! Cepet!!!!!!" teriak Venta membuat Devan tertawa
"tau ah! Gue ngambek sama lo" Venta kembali ke tempat duduknya, Devan justru tertawa. Ngambek adalah hal biasa bagi keduanya saat ribut
"pagi pagi cari gara gara!" ucap Venta mendumel
"udah lah, ayo ke kantin" ajak Levina
"iya ayo" Venta berjalan bersama Levina diikuti Devan dan Angga.
Venta terus mendumel sampai di kantin, Levina terkekeh melihat Venta uring uringan seperti itu
"kenapa lagi?" tanya Tama
"itu kambing jelek! Ngambil bolpen aku" adu Venta duduk di sebelah Tama
"ikhlas in aja udah, kamu kan banyak bolpen" ucap Tama
"ishh! Ngeselinnn tau" ucap Venta
"iyaiya udah. Nih bakso" Tama menyodorkan mangkok bakso ke depan Venta
"oke aku mau beli minum" Tama mengangguk saja. Devan tiba tiba duduk di depan kursi Venta yang sedang pergi beli minum
"jangan mulai!" ucap Tama
"gatel tangan gue" ucap Devan
Venta datang membawa jus jambunya, sebelum Venta duduk Devan sudah memekik
"apa?"
"beliin gue minum dong"
"apa?"
"lemon tea"
KAMU SEDANG MEMBACA
VenTama [C O M P L E T E ]
Teen FictionTama Adhayksa Putra, cowok badboy di SMA Anggara. Hidupnya netral, tidak ada yang spesial. Tapi semua berubah setelah hadirnya cewek voli yang selalu bertengkar dengannya. Taalea Venta Putri, bisakah Venta menjaga hatinya untuk orang yang selama ini...
![VenTama [C O M P L E T E ]](https://img.wattpad.com/cover/223224414-64-k901466.jpg)