#19. Calon Menantu

446 20 1
                                        

"kalo nikah beda lagi yah! Apalagi nanti Tama mau punya anak 11! Buat bikin tim sepak bola!"
- Tama Adhayksa Putra

🍫🏀

Suasana ruang rapat di basecamp masih cukup ramai, meskipun sudah banyak yang pulang

Inti Alaskar dan Nevarnd beserta cewek cewek, sudah duduk di satu sudut

"sejak kapan lo bisa mimpin rapat Ven?" tanya Gantari

"sejak waktu itu" ucap Venta

"waktu itu kapan?" tanya Juan

"yang ulang tahunnya Nevarnd" ucap Venta

"lo mimpin rapat?" tanya Laura

"hm" balas Venta

"tapi ada Tama, bukan mimpin dong" ucap Belinda

"Tama dikamar, tidur nyenyak bener! Jadi ketua gak bener!" sindir Venta

"lo nyindir?" tanya Tama menoleh ke Venta yang di kanannya

"lo kesindir?" Venta tak mau kalah. Yang lain menatap mereka diam

"stop stop! Lo berdua bikin kita semua gila! Kadang mesra bener, kadang akur, kadang marah marah" ucap Bara melerai

"ini nih, kaga mau ngalah!!" ucap Tama menuduh Venta

"masa gue yang ngalah? Harusnya lo dong"

"kapok lo! Mampus disalahin kan, lo yang ngalah" ucap Gavin memanasi

"diem!" ketus Tama dan Venta bersamaan kepada Gavin.

Gavin langsung tertegun kaget

"gue lagi yang salah?" tanya Gavin menunjuk dirinya sendiri, membuat semua tertawa ngakak

"udah, baikan deh" ucap Venta kepada Tama

"nah gitu dong, kan jadi tambah sayang" ucap Tama ngasal membuat semua lagi lagi diam

"dosa lo banyak! Lo gak liat muka mereka semua. Ketipu lagi" ucap Venta

"gapapa" ucap Tama santai

Tama bangkit berdiri membuat semua bingung

"kemana?" tanya Kevin

"mau ikut?" tawar Tama ke Venta

"ikut! Ngapain? " ucap Venta semangat

"pipis" jawab Tama santai membuat Venta melotot

"hehhh!!! Gitu kok ngajak ngajak!!!!" ucap Venta kesal

"iya iya, gak usah teriak gue denger" ucap Tama

"gue kalo jadi Venta juga teriak bego!" ucap Levina

"nyenyenye" ucap Tama nyeleneh.

"nih titip" ia memberikan hp nya ke Venta

Venta hanya mengambilnya tanpa banyak bicara, lalu meletakan di atas meja di sebelah hp nya.

Tiba tiba hp Venta berbunyi, ada telepon.

Ia mengambilnya lalu melihat, ternyata Axela, mamanya.

"siapa Ven?" tanya Gavin

"mama bang" ucap Venta

"angkat lah!!" ucap Gavin

"sabar, ini mau ngangkat!" Venta berdiri ingin menjauh, agar ia bisa mendengar suara Axela dengan jelas.

Tapi tiba tiba hp Tama juga ikut bunyi

"bunda" ucap Venta menatap semuanya

"sini hp lo, gue angkat telpon mama, lo ke Tama sana" ucap Gavin

VenTama [C O M P L E T E ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang