Hanya perempuan istimewa yang bisa membuat seseorang merasakan kehilangan - Gavin Rexy
Cuman ada satu cahaya yang ada di hidup gue, cuman perempuan yang bertahun tahun ada di hidup gue - Tama Adhayksa
Menyayangi bukan tentang siapa dan waktu, tapi tentang bagaimana caranya, dan pengorbanannya - Fin Devan
🏀🍫
Tepat di hari ini, anak kelas 12 sudah selesai menjalankan tryout tanpa Venta. Artinya sudah 4 bulan Venta di rumah sakit itu dan masih dalam keadaan yang sama.
"lo mau ikut ke basecamp nggak?" tanya Aldi ke Tama, anak anak itu memang sedang ingin menghabiskan waktu di basecamp
"rumah sakit" jawab Tama singkat membuat mereka diam
"hari ini pas 4 bulan kan?" tanya Alana ke Tama, Tama hanya mengangguk pelan
"oke kalau gitu kta semua ke rumah sakit" ujar Kenzo membuat Tama yang sedang menyalakan motornya menoleh
"boleh kan?" tanya Kenzo, Tama mengangguk semangat, ia sangat senang saat Venta bisa di jenguk mereka semua
Sesampainya di rumah sakit, Tama langsung segera menuju ke kamar Venta, ia bahkan langsung duduk di samping Venta
"hai" sapa Tama hangat. Devan tersenyum menatap itu
"aku udah selesai tryout, kalo hari ini beda sama kemarin, ini gampang" ujar Tama yakin, ia masih tetap setia menggenggam tangan Venta
"itu mereka mau jenguk kamu katanya" ujarnya lagi. Tama masih terus mengajak Venta berbicara walaupun teman temannya yang sibuk sendiri dan sesekali bercanda
Tapi tiba tiba suara Tama hilang, Tama justru menundukkan kepalanya dan meletakannya di samping tubuh Venta membuat anak Alaskar itu bingung
"lo kenapa?" tanya Devan, Tama diam saja. Justru tubuh Tama terlihat sedikit bergetar, dan hal itu membuat teman temannya yakin bahwa Tama sedang menangis
"kenapa?" tanya Gavin dari sofa, Tama menggelengkan kepalanya
"Venn, kapan bangun sih? Kamu ngga tau rasanya sekarang, sakit banget liat kamu harus tidur gini. Aku bisa ketemu kamu tapi aku ga bisa denger suara kamu, aku bisa pegang tangan kamu tapi aku ga bisa rasain itu" lirih Tama pelan ditengah tengah isakkanya. Semua diam mendengarkan Tama. Bahkan di saat Tama mengangkat kepalanya, semua bisa melihat air mata isak tangis Tama
"aku bener bener ga kuat Venn, bangun pliss, aku mohonnn, aku pengen denger suara kamu, aku pengen liat mata kamu, kamu pengen liat kamu ketawa, aku pengen liat kamu ceria, liat kamu seneng, aku kangen itu, semuanya, aku kangenn" ujar Tama lagi.
"lo jangan kayak gini! Lo keliatan lemah" ujar Devan
"gue emang-" Tama tiba tiba berhenti, ia menatap tanganbya yang menggenggam tangan Venta itu membuat semua bingung
"Ven?! Kamu denger aku?" tanya Tama semangat, hal itu membuat mereka geleng geleng kepala. Dipikirin mereka itu hanyalah halusinasi Tama
"Tam" panggil Gavin
"bang!! Tangannya gerak!! Gue bisa rasain!!" ujar Tama semangat, ia benar bebar bahagia sekarang
"Tam, jangan halu, itu cuman pemikiran lo" ujar Bara
"gua ga halu!! Lo nggak liat tangan Venta gerak?!" tanya Tama, ia masih sangat semangat
"Ven? Kamu sadar kan? Iya kan?" Tama masih terus mengatakan hal serupa, setelah cukup lama menunggu, ternyata Venta tidak membuka matanya
KAMU SEDANG MEMBACA
VenTama [C O M P L E T E ]
Novela JuvenilTama Adhayksa Putra, cowok badboy di SMA Anggara. Hidupnya netral, tidak ada yang spesial. Tapi semua berubah setelah hadirnya cewek voli yang selalu bertengkar dengannya. Taalea Venta Putri, bisakah Venta menjaga hatinya untuk orang yang selama ini...
![VenTama [C O M P L E T E ]](https://img.wattpad.com/cover/223224414-64-k901466.jpg)