#26. Kembalinya Sang Idola

462 17 1
                                        

"satu hal lagi! Jangan buat lo semua dalam bahaya karena mereka!"
- Tama Adhayksa Putra

🍫🏀

"anjrit!" ucap Gavin kaget

"anak siapa ini?!" pekik Rega

"nikah!!" ucap Aca heboh

"hush! Foto foto!!" ucap Chyntia heboh

Gavin dan Aca langsung semangat, mereka memfoto pemandangan itu dari berbagai arah.

Bagaimana tidak semangat. Jam delapan, mereka belum bangun. Ditambah posisi tidur nya sudah berubah. Venta meringkuk di dalam dekapan Tama, lebih tepatnya wajahnya ia tenggelamkan di dada Tama. Tama memeluk Venta erat, menjadikan tangan kanannya sebagai bantal untuk Venta.

"bangunin!" ucap Reno semangat

"diapain ya?" ucap Gavin berpikir

"angkat kak Venta nya, pindahin ke sofa! Nanti kita bilang kak Venta ilang" ucap Aca membuat Gavin segera memindahkan Venta dibantu dengan Aca yang menahan tangan Tama

"buruan bang! Ini susah bener!" ucap Aca yang kesusahan menahan Tama

Gavin meletakkan Venta di sofa

"tahan dulu Ca, abang yang tidur di sana" ucap Gavin iseng membuat mereka hampir tertawa

Gavin langsung tidur di sebelah Tama, seperti posisi Venta tadi

"anjir Tam! Lo bau!" ucap Gavin heboh membuat semua menahan tawa

"oke mantab! Bangunin!" ucap Axela

"TAMAAA!!"

"ABANG!!!"

"BANGUN!!!!"

Teriak mereka semua heboh, beruntung Venta ini sangat kebo, jadi tidak bangun. Tama langsung bangun begitu saja

"arh! Diem!" ucap Tama sambil mengucek matanya

"bangun!!!!" teriak mereka. Gavin sudah menahan tawanya sekuat tenaga agar tidak meledak

"diem, ntar Venta nya bangun!" ucap Tama lalu mengelus kepala Venta bohongan, alias Gavin

Lalu Tama merasa aneh dengan tubuh Venta

Semua menahan tawa disana. Tama menoleh ke bawah, tepat di wajah Gavin. Gavin langsung memasang wajah jelek ke arah Tama

Tama langsung melotot kaget dan berteriak kencang

"AAAAAAAA!!!! ANJING!!!!!" Tama mendorong Gavin hingga jatuh dari brankar.

"BWAHAHAHAHAHAHA!!" tawa mereka smua meledak keras

"bangsat! Ngapa lo bang?!!" ucap Tama kesal. Ia melihat Venta ada di sofa, Venta baru saja bangun

"apasih?!!" ucap Venta ketus. Tama langsung lari turun dari brankar, ia menuju Venta

"kok aku bisa disini?" tanya Venta bingung

"abang kamu" ucap Tama membuat Venta melotot

"ngapain sih?!" tanya Venta ketus saat melihat enam orang itu tertawa

VenTama [C O M P L E T E ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang