#32. Fin Devan Charles - Dua-

331 16 0
                                        

"lo satu satunya cewe yang masuk ke kehidupan gue Ven. Lo juga satu satunya cewek yang bisa buat gue ngomong panjang lebar, senyum, bahkan ketawa. Dan lo juga cewek yang buat gue kasih perhatian ke lo, dan gue juga dapet perhatian dari lo"

- Fin Devan Charles

🍫🏀

Setelah dari Cafe Coklat jelas mereka berpencar disana, ada yang niat ke basecamp, ada yang pulang kerumah dan lainnya lagi. Venta dan Tama memilih ke rumah sakit menemui Gavin

Mereka berjalan di lorong lorong rumah sakit menuju ruangan Gavin diiringi obrolan kecil

"tadi Devan kenapa?" tanya Tama

"oh masalah keluarga" jawab Venta santai

"yaudah jangan cerita kalo gitu" ucap Tama

"siapa juga yang mau cerita, lagian aku nih jaga rahasia" ucap Venta sambil terkekh

"iyain aja lah" balas Tama pasrah. Tepat saat itu mereka tiba di depan pintu kamar Gavin

"abangkee!!" teriak Venta keras sambil membuka pintu membuat smua melotot

"Venta!!" tegur Elvan langsung membuat Venta meringis kecil

"gimana lo?" tanya Gama ke Gavin

"mendingan" jawab Gavin

"kapan boleh pulang?" tanya Venta menambahkan

"besok" ucap Elvan

"yes yes yess! Venta ga perlu jagain lagi!" ucap Venta senang membuat Gavin kesal

🍫🏀

Siang ini, di SMA Anggara, seperti kemarin anak anak Alaskar melakukan latihan, kali ini mereka melihat basket. Karena jadwalnya basket dan badminton jadi mereka mendahulukan yang basket. Tapi karena bosan, Venta memutuskan untuk main voli, mumpung tim nya tidak ada yang basket.

Lainnya juga setuju, jadi sekarang yang main adalah basket dan voli

Tim Venta lebih memiliki efort yang bagus dari kemarin. Devan dan Venta juga sudah lebih bisa mengontrol bola.

Setelah mereka rasa cukup, mereka sama sama duduk di lapangan basket

"kalian jadi latihan juga?" tanya Randy ke anak voli

"iya, bosen nungguin lo" ucap Bara

"badminton nya gimana?" tanya Freya

"ke rumah Tama" jawb Yovan seenaknya

"lo berdua bisa?" tanya Tama ke Yovan dan Agatha

"bisa" mereka menjawab bersaman

"lo semua mau ikut apa gimana?" tanya Tama ke anak lainnya

"ikut lah! Lo seenaknya main ninggal aja" jawab Bara.

"Tam! Kakek" Venta mengingatkan Tama, bahwa Halim pasti tidak suka dengan teman temannya

"kebal kita Ven" jawab Aldi

"iya, biarin aja toh dia cuman numpang!" ucap Tama

"hush" Venta memukul lengannya pelan

Mereka dmeua sudah tau tentang kakek Tama itu, masalah dengan Venta juga tau.

VenTama [C O M P L E T E ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang