SM - 5

14.1K 618 4
                                        

Tiara mondar-mandir di dalam ruang tunggu yang ada di Gereja. Ini adalah hari dimana Tiara akan melangsungkan acara pernikahannya bersama Ragil. Tiara mulai menjadi gelisah saat Ragil tidak kunjung datang dan sulit untuk dihubungi sedangkan mereka telah menunggu lebih dari dua jam.

"Masih belum ada kabar dari Ragil Ra?" Tanya papa Tiara. Sejak kepergian mamanya lima tahun yang lalu, Tiara hanya hidup bersama papanya karena Tiara adalah anak tunggal. Tiara menggelengkan kepalanya pada papanya dengan raut wajah penuh kegelisahan.

"Kamu yakin dia tidak sedang mempermainkanmu kan nak?" Tanya papanya meyakinkan.

"Papa. Tiara sekarang malah takut terjadi apa-apa pada mas Ragil." Ungkap Tiara cemas.

"Tiara. Mas Ragil sudah sampai di depan. Ayo bersiap untuk menuju ke altar untuk acara pemberkatan kalian!" Seru Dela, asisten pribadi Tiara. Dengan hati yang riang, Tiara segera merapikan dandanannya kembali.

"Papa. Tiara sudah cantik kan?" Tanya Tiara riang pada papanya. Usman tersenyum hangat menatap Tiara. Ada rasa sedih di hatinya karena ia akan melepaskan putri semata wayangnya untuk menikah dengan lelaki pilihannya tanpa ia dapat menikahkannya seperti menikahkan seorang putri dalam tata cara orang muslim. Usman adalah seorang muslim. Pernikahan beda agama yang ia lakukan bersama mantan istrinya adalah kesalahan baginya dalam agama yang diyakininya, bahkan putrinya juga memilih keyakinan yang sama dengan sang ibu. Meskipun berbeda keyakinan dengan sang putri, Usman tetap memilih untuk mengantarkan putrinya menuju altar.

"Tiara! Ini gawat." Teriak Andi, manajer Tiara yang kini berlari ke arahnya. Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut menatapnya bingung.

"Seorang wanita, tidak tahu siapa, saat ini sedang melakukan konferensi pers di depan gereja. Dia disana bersama Ragil. Para wartawan pun sudah mulai merekamnya."

Mendengar pernyataan Andi, Tiara langsung berlari menuju ke depan Gereja untuk melihat apa yang sedang terjadi.

"Mbak Tiara itu mengada-ada. Mas Ragil ini calon suami saya. Kami telah menjalin hubungan selama 6 tahun. Lalu bagaimana bisa hari ini calon suami saya akan menikah dengannya sedangkan acara pernikahan kami akan berlangsung satu bulan lagi. Jika kalian tidak percaya pada saya tidak masalah. Tapi yang perlu kalian ketahui bahwa idola kalian ini hanyalah seorang pelakor yang mencoba merebut calon suami orang." Ungkap wanita yang sedang duduk di samping Ragil.

"Mas Ragil, bisakah mas Ragil menjelaskan tentang semua ini agar masyarakat tidak menjadi bingung?" Pinta salah satu wartawan yang ada di sana.

"Saya. Ragil Davidson. CEO dari PT. Santa Prima menyatakan bahwa wanita yang akan saya nikahi adalah wanita yang saat ini duduk di samping saya. Valerina Angela. Saya akui saya bersalah pada nona Mutiara Nelson karena telah membuatnya salah paham pada perasaan saya. Kami memang pernah bertemu dalam suatu acara, lalu kami menjadi dekat. Namun, hal itu hanya sebatas teman biasa karena saya telah memiliki tunangan." Jelas Ragil tanpa ragu. Semua orang yang hadir di sana menganga tidak percaya akan pernyataan Ragil.

"Mas. Apa maksud semua ini? Mengapa kamu mengatakan hal seperti itu?" Tanya Tiara dengan bibir bergetar menahan tangisnya.

"Maaf nona Mutiara. Saya hanya ingin menjelaskan pada semua orang bahwa kita tidak pernah memiliki hubungan yang spesial. Kamu telah salah paham terhadap saya selama ini." Jelas Ragil pada Tiara.

"Bukankah saat itu kamu menyatakan cinta padaku? Lalu kamu melamarku. Membawaku ke hadapan keluargamu. Memintaku memilih cincin pernikahan dan memintaku memilih gaun pengantin sesuai keinginanku. Mas. Ada apa denganmu? Kamu tidak lupa pada hari pernikahan kita kan?" Airmata Tiara mulai jatuh membasahi wajahnya.

Sekilau MutiaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang