SM - 6

12.4K 604 2
                                        

"Tiara, aku punya berita bagus untuk kamu. Pengacara kita telah berhasil menemukan bukti yang dapat membantumu bebas dari semua tuntutan. Wanita itu sedang mengalami depresi terbukti dari hasil pemeriksaannya dengan dokter pribadinya. Bahkan dokter itu mengatakan bahwa pada hari terakhir dia check up dia mengatakan bahwa dia ingin mati saja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dia sengaja menabrakkan dirinya pada mobilmu malam itu. Jika tidak, untuk apa dia berada di jalanan yang sepi seorang diri tanpa kendaraan?" Ungkap Andi antusias saat datang mengunjungi Tiara di kantor polisi, namun hanya direspon senyuman kecil oleh Tiara.

"Kamu tidak bahagia Ra? Setelah persidangan nanti selesai kamu bisa eksis kembali." Lanjut Andi.

"Semuanya sudah hancur mas Andi. Aku tidak akan pernah menjadi idola masyarakat seperti dulu lagi." Ucap Tiara lesu.

"Sebagai manajer kamu. Aku tidak ingin melihat kamu yang seperti ini. Aku ingin setelah persidangan nanti berakhir, kamu akan menerima tawaran untuk syuting kembali. Pikirkan karirmu!" Tukas Andi lalu pergi meninggalkan Tiara yang masih duduk mematung.

***

Setelah perdebatan yang panjang antara pihak Tiara dan pihak pendakwa selama persidangan yang telah berlangsung sebanyak empat kali, akhirnya hakim memberikan keputusan akhirnya.

"Pengadilan telah mendengar bukti dari kedua belah pihak, sesuai pernyataan dan bukti pertahanan dari pihak terdakwa. Pengadilan menyatakan bahwa ini bukan kasus tabrak lari. Clara sedang tidak sehat dan itu sudah terbukti. Pengadilan tidak meragukan bahwa Clara memang cenderung sengaja ingin bunuh diri. Jadi, pengadilan memutuskan membebaskan saudari Mutiara Nelson dari kasus ini." Jelas bapak hakim yang memimpin persidangan. Usman langsung bersujud syukur, kemudian memeluk putrinya sambil menangis.

"Papa tahu, anak papa tidak mungkin melakukan hal itu." Ucap Usman. Tiara tersenyum dalam tangisnya di dalam pelukan papanya.

"Papa, Tiara ingin pulang. Ayo bawa Tiara pulang!" Pinta Tiara lemah.

"Tentu saja, papa akan segera membawamu pulang nak." Jawab Usman sambil mengusap lembut kepala Tiara.

"Selamat sayang, akhirnya kamu bebas." Ucap Andi kemudian memeluk Tiara setelah Usman melepaskan Tiara dari pelukannya.

"Terima kasih karena mas sangat membantu saya." Ucap Tiara tersenyum pada Andi.

"Tentu saja, aku ini manajer kamu. Sudah kewajibanku untuk selalu mempermudah jalanmu." Jelas Andi.

"Mbak Tiara, aku sangat merindukanmu." Ungkap Dela, asisten pribadi Tiara.

"Aku juga merindukan celotehanmu yang garing itu." Tiara mulai meledek Dela.

"Dengan senang hati aku menjadi objek tertawaan mbak, asalkan mbak bisa kembali ceria seperti dulu." Ujar Dela tersengir.

"Oh iya Tiara, aku juga punya berita baik buat kamu. Aku telah menandatangani kontrak untukmu. Minggu depan kamu sudah bisa kembali syuting. Persiapkan dirimu!" Seru Andi antusias.

"Syuting? Secepat itukah aku diterima kembali? Syuting program apa?" Tanya Tiara.

"Siapa yang tidak ingin merekrut kamu menjadi artisnya kembali. Minggu depan, kamu akan tahu sendiri kamu akan syuting apa, kamu pasti akan sangat cocok dengan peran ini. Persiapkan saja skill mu lebih baik lagi." Jawab Andi tersenyum.

"Terima kasih mas Andi telah berbuat banyak untukku." Ucap Tiara yang dibalas senyuman oleh Andi.

***

Sekilau MutiaraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang