Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
°°° Permainan akan terasa menyenangkan jika baru pertama kali dimainkan, tapi lama kelamaan akan terasa membosankan. Tinggal tunggu kapan mau membuangnya.
°°°
"Jadi udah sejauh mana progres Lo buat bikin Netta jatuh cinta?" Tanya Nani ikut duduk disebelah Ken. Mereka sekarang berada di rumah Nani, tanpa Ares.
Ken yang sedang asik menonton film dilayar laptop itu menoleh. Ah, sial saat sedang seru-serunya menyaksikan film yang menampilkan seseorang aktor sedang menusuk kepala korbannya dengan pisau runcing dan tajam. Hingga diatas kepala korbannya keluar darah yang seperti air mancur, bahkan bagian dalam otak korban hampir terlihat sempurna. Sungguh film yang sangat seru. Jika kalian bertanya film apa yang mengangkat kisah semenyeramkan itu jawabannya adalah film rekaman hasil ia mebunuh selama ini. Tepat Ken selalu merekamnya untuk ditonton ulang.
"30 persenan lah." jawab Ken seadanya. Ya karena memang itu faktanya. Netta masih belum bisa mencintainya.
Nani menepuk pundak Ken."Dari 100 persen Lo hanya bisa dapet 30 persen. Masih jauh banget Ken. Yakin Lo masih bisa lanjutin permainan ini. Kalau Lo nyerah juga gak papa, tapi sesuai perjanjian Lo bakal kasih gue sama Ares apa aja yang kita minta."
"Gak lah, gue gak bakal nyerah dan kalah gitu aja. Pokonya permainan kali ini harus tetap gue pemenangnya. Tinggal tunggu aja, Netta bilang cinta sama gue, dan saat itu tiba berati gue udah menjadi pemenang." optimis Ken. Ia yakin dengan semua sikap manisnya selama ini untuk Netta, cewek itu pasti lama-kelamaan akan luluh.
Tidak terlalu terkejut, karena Nani sudah biasa dengan sikap Ken yang tidak mau kalah."Oke, sukses deh. Tapi gue bingung Lo selama ini ngapain sih sampe gak bisa bikin dia jatuh cinta? Padahal diluar sana banyak cewek yang cuman ngeliat Lo udah baper." bingung Nani.
Ken menarik nafasnya dalam dalam."Aduh gue juga pusing. Lo tau kan sebelum jadi pacar gue, Netta itu punya pacar. Dia itu cinta banget sama mantannya yang namanya Reno itu. Bahkan waktu gue ngancem dia, kalau gak mau putusin Reno dia yang bakal gue bunuh, gue kira dia mau eh malah rela dibunuh daripada nyakitin Reno. Nah, pas gue ngancem mau sakitin Reno, dia ketakutan banget dan akhirnya mau. Cinta mati dia sama si mantan." jelas Ken sedikit kesal jika menyangkut Reno dan semua pengorbanan Netta untuk cowok itu. Sial, kok gue esmosi ya? Cemburu? No itu bukan gue, please.