Married? [Lee Jeno]

3K 21 0
                                        

Tittle : Married?
Cast : Lee Jeno x Shin Hyuna
Genre : 17+

____HappyRead____

Shin Hyuna pov

Aku menyendiri dalam diam. Tepatnya duduk disebuah balkon yang berada dikamarku. Aku menatap kesekelilingku, terlihat pepohonan rindang sudah menggugurkan daunnya jatuh kebawah. Ada pula yang terbang terbawa hempasan angin, bahkan terlihat daun itu sudah sampai didekatku.

Aku memungut daun kering dibawah kakiku. Aku berhasil memungut daun tersebut, namun kinerjaku terhenti saat terlihat sebuah kaki sudah berada didepan mataku. Perlahan aku menengadahkan kepalaku. Senyumku tersungging saat aku tau siapa orang tersebut.

"Hai.."

Aku tak menjawab. Justru kini aku sudah mengedarkan padanganku. Ya aku tau dia pasti bingungkan.

"Shin Hyuna"benar dugaanku. Dia memanggilku. Lagi-lagi aku mencoba tak menggubrisnya.

"Apa kau sudah mulai mengacuhkanku?"

"Tidak" jawabku datar. Kupastikan sebentar lagi dia kembali menyerukan pertanyaannya.

"Baiklah" sesingkat itukah? Apa aku tidak salah dengar? Dia tak menanyakan apapun lagi? Aku mencoba menoleh, bahkan dia sudah tak lagi berada disampingku. Aku berbalik, dia juga tidak ada. Astaga kemana pria itu? Kemana Lee Jeno.

Aku beranjak, meninggalkan tempat bersantaiku. Mencari keberadaan pria yang sudah 3 tahun ini menjadi kekasihku. Ya kami sepasang kekasih. Kami juga sudah tinggal bersama. Tapi jangan berfikiran negatif dulu. Kami memang tinggal bersama, tapi kami tidak oernah melakukan hal diluar batas. Kami juga masih memikirkan masa depan.

Aku terus mencari keberadaan Lee Jeno kekasihku. Ketoilet, bahkan sampai kekolong ranjang. What kolong ranjang? Haha aku memang gila.

"Tssk, Lee Jeno dimana kau?" Gerutuku menelisik kesegala arah. Jika, pria itu pergi otomatis ia mendengar hentakan pintu kamar terbuka. Bahkan hentakan sepatu namja itu juga terdengar. Ck, apakah pria itu sejenis makhluk halus?

"Ah terserah kau sa.." tubuhku menegang saat eratan tangan melingkar diperut datarku. Deru nafas dari pria itu juga sudah menjurus kelubang telingaku. Aku menyorotinya dari sudut ekor mataku, bisa kulihat senyuman manis itu terukir dibibirnya. Ya tuhan dia makhluk paling sempurna yang kumiliki.

"Kau mengagetkanku" gerutuku. Aku berpura-pura kesal. Padahal kenyataannya, aku tak akan bisa kesal padanya.

"Justru kau yang membuatku kaget" keningku berkerut hebat. Melepas paksa eratan tangannya, lantas berbalik menatapnya dan tentu saja dengan posisi yang cukup dekat, tidak ini sangat dekat.

"Aku sangat takut kau mengacuhkanku" ya tuhan, ekspresinya begitu lucu. Jujur ekspresi wajahnya saat ini sudah membuatku tertawa lepas.

"Kenapa tertawa?"

"Maaf, tapi alasanmu itu tidak masuk akal"

"Apa?"

Aku melingkarkan kedua tanganku tepat dilehernya. Dia tak merespon. Malah dia semakin menunjukkan ekspresi seserius mungkin. Oh tuhan, tatapan seserius itu tidak pernah kudapatkan.

"Aku tidak akan mungkin bisa mengacuhkanmu Lee Jeno"

"Lalu tadi? Bukankah kau sudah mengucuhkanku?" Baiklah sepertinya aku sudah benar-benar kesal sekarang. Aku melepaskan tanganku. Tapi ia justru menahannya, membuat posisiku kembali berhadapan dengannya.

"Kenapa kau melepasnya?"

"Karna kau tidak mempercayaiku" aku mulai bersikap dingin padanya. Baiklah ini sudah tidak baik. Sepertinya memang aku yang harus mengalah.

My Room OneShootCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang