Waiting For You

458 12 1
                                        

"Benarkah semua yang kau katakan itu Cho Kyuhyun, kau akan meninggalkan ku?" pertanyaan itu lagi yang terucap. Sungguh sudah berapa kali ucapan itu terus keluar dari bibir manis Kim Eunrim. Rasa tak percaya terus menghinggapinya. Bagaimana tidak, orang yang selama ini selalu berada disampingnya. Terlebih lagi selalu menemaninya kini akan pergi meninggalkan nya begitu saja. Dimana perasaan nya eoh? Apakah ia sama sekali tak merasa kasihan pada dirinya yang sudah hampir bertahun-tahun lama nya bersahabat dengan pria itu tanpa ada batasan apapun. Dan sekarang, tanpa sepengetahuan nya dan yang pastinya secara tiba-tiba ia mengatakan akan pergi begitu saja. Itu semua begitu menyesakkan buatnya. Sungguh sangat menyesakkan.

"Aku tak bisa berbuat apa-apa Rim~ah. Ini bukan lah kemauanku. Orangtua ku dipindah tugaskan ke London untuk mengurus semua pekerjaan yang ada disana. Kau pasti mengetahui seperti apa aku yang merupakan anak satu-satunya dikeluarga ku. Kalau aku terus berada di sini, orangtua ku pasti tak akan mengizinkan ku, yang ada aku akan terus menerus mendapat paksaan dari orangtua ku" ya ucapan itu begitu menyesakkan didada nya. Ia tak sanggup harus menahan siksa batinnya selama ini. Terlebih lagi meninggalkan wanita yang begitu sangat dicintainya ini. Ini sebuah hal yang paling berat yang pernah ia rasakan. Namun ia meyakini dibalik kepergian dirinya, ia akan menemukan kebahagiaan dilain waktu. Tapi ia tak mengetahui kapan kebahagiaan itu akan datang.

Airmata itu tak habis-habis keluar berderai membasahi wajah cantiknya. Memang benar apa yang dikatakan Kyuhyun. Seorang anak harus mematuhi perintah orang tuanya. Terlebih lagi ia adalah putra tunggal dikeluarga itu. Tidak menutup kemungkinan ia lah yang akan menjadi perintis utama keluarga nya dan menjadi kebanggan orangtuanya. Untuk apa ia menyedihkan hal yang tidak jelas semacam ini. Toh bukankah ini hal yang wajar. Setiap orangtua ingin anaknya bahagia. Dan mungkin salah satunya cara dengan ikut orangtua nya kemana pun berada. Dia tak ada hak untuk melarang itu semua kan?

"Kita akan tetap menjadi sahabatkan?" kata-kata itu 'sahabat' ya sebenarnya ia enggan mengucapkan kata itu. Sahabat, sampai kapan kata-kata itu akan hilang dari dalam dirinya. Sampai kapan ia harus menyembunyikan perasaan nya selama ini dari wanita yang begitu sangat dicintainya itu? Begitu lama mereka menjalin persahabatan, namun tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya hanya sekedar ingin mengucapkan cinta pada gadis itu. Ya memang kalau dikaji itu merupakan sifat pria pengecut yang tak berani mengucapkan cinta pada sang gadis. Tapi ia juga tau diri. Lihatlah umur mereka masih begitu belia. Disaat teman seusianya masih sibuk bermain layaknya anak kecil berlarian kesana kemari, namun mereka justru memperlihatkan rasa cinta mereka. Sangat tidak logis memang. Tapi itulah kenyataan nya diusia mereka yang sama-sama masih menginjak 12 tahun mereka harus dilibatkan oleh perasaan cinta yang mendalam didalam tubuh mereka.

Eunrim menatap sendu mata Kyuhyun yang sedari tadi terus memperhatikan nya dalam. Jujur ia ingin menyimpan wajah pria itu dihatinya. Selama ia tak ada disisinya nantinya, ia berharap wajah itu lah yang bisa selalu menemani nya. Walau hanya berupa bayangan saja. Eunrim tersenyum tulus, memberikan ekspresi yang tidak pernah akan bisa dilupakan oleh seorang Cho Kyuhyun. Karna sampai kapan pun ia akan selalu menyukai senyuman itu. Menyukai raut wajah itu. Menyukai wajah itu. Menyukai semuanya yang ada pada diri wanita itu.

"Ne Kyu~ah. Kita akan selama nya menjadi sahabat. Sampai kapanpun" ucap gadis itu diiringi getaran dinada bicaranya. Kyuhyun tersenyum menyambut ucapan dari wanita itu. Padahal sebelum kepergian nya, ingin sekali ia mendengar wanita itu untuk mengatakan cinta padanya. Walaupun hanya sekali saja. Tapi seperti nya itu hal yang mustahil dan ia tak akan memaksa kan itu semua.

Dengan cepat Kyuhyun mengambil sebuah barang didalam saku celana nya. Sebuah kalung berbentuk hati berwarna biru sapphire dihiasi sebuah tali berwarna hitam. Begitu sangat canti dipandang mata. Apalagi dengan kilauan warna birunya yang sangat menawan itu. Tak dipungkiri warna biru adalah warna favorit dari seorang Kim Eunrim. Dan kalau sudah melihat warna itu rasa damai, tentram selalu menghinggapinya.

My Room OneShootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang