Typo👉👉abaian
Rahasia. Sampai kapan kenyataan itu akan terungkap. Adakala nya sebuah rahasia itu pasti sedikit demi sedikit akan terungkap dengan sendirinya. Awalnya bahagia, namun tidak dipungkiri bisa mengubahnya menjadi kekecewaan dan penyesalan.
"Oppa, sampai kapan kita akan menyembunyikan kehidupan pernikahan kita ini eoh? Aku takut kalau terus seperti ini. Seperti yang kau tau, netizen diluaran sana banyak bertebaran. Aku tidak mau semua ini berdampak buruk bagi karirmu nantinya oppa" rengekan suara penuh harap itu terlontar dari mulut manisnya. Menyuarakan kegundahannya yang hingga saat ini masih saja terpendam. Tak tau kapan akan hadirnya kebahagiaan itu. Terlebih lagi mengingat pasangan hidupnya yang merupakan public figure yang begitu terkenal dikalangan kaum remaja saat ini.
Seorang pria masih dengan santainya menyeruput capucino hangatnya. Sembari dengan leluasa memainkan gadget kesayangannya. Bermain game kesukaannya. Wanita itu hanya mendesahkan nafasnya berat, Menatap suaminya yang masih sibuk dengan kegiatan tidak bergunanya itu. Aisshh, apakah ia mendengarnya? Kenapa dia mengacuhkanku?. Gerutuan demi gerutuan terus dilayangkannya. Selalu seperti itu. Selalu ada saja bahan omelannya mengenai sikap suaminya ini. Bagaimana mungkin ia mencintai namja maniak game seperti dia. Bahkan istri yang baru dinikahinya itu saja sama sekali tak mendapat perhatian darinya. Seakan ia bukanlah istri pertama. Dan pasti tau siapa istri pertama yang paling disayangnya, Ya dia adalah Game nya itu.
"OPPA, APA KAU TIDAK MENDENGARKANKU !!!" Teriakan wanita itu pecah. Membuat seisi ruangan di lantai 5 apartement tempat mereka tinggal sedikit bergema karna teriakan yang kalau saja ruangan itu tidak kedap suara sudah pasti akan terdengar keluar. Bahkan mungkin bisa sampai kelantai 1 apartement ini. Namja itu, hah entah apa yang berada di fikirannya. Ia sama sekali tak menggubris sedikitpun. Bukannya ia tak mendengarkan percakapan istrinya itu, hanya saja ia merasa bosan harus terus mendengar ocehan istrinya yang selalu saja merasa takut dengan kehidupan mereka. Padahal sudah berulang kali ia mengatakan kalau ia tidak perlu takut dengan keadaan di luaran sana, Tapi tetap selalu saja kembali lagi, kembali lagi. Membuatnya seakan malas untuk meladeni ucapan istrinya tersebut.
"Ah, terserah padamu" dengus yeoja itu melipatkan tangannya didada. Membalikkan tubuhnya menuju kamar yang sedari tadi masih tertata rapi. Menerjunkan tubuhnya di ranjang empuk yang tersedia. Tentu saja dengan bibir mengerucut kedepan. Ia tak habis fikir sampai kapan suaminya itu bisa berubah. Selalu seperti itu.
Suara handle pintu terdengar keras. Menampakkan sosok namja yang sedari tadi masih tak bergeming menatap punggung istrinya yang tettidur di atas ranjang mereka berdua. Sepertinya istrinya itu marah besar padanya? Tapi apa kesalahannya? Apakah karna ia terlalu mengacuhkan istrinya tersebut sehingga ia begitu marah padanya?
"Chagi,,,," namja itu berujar. Menggoyangkan tubuh sang istri yang masih tak bergeming sama sekali dengan panggilan tersebut. Ia masih tetap dengan posisinya membelakangi tubuh suamunya yang kini sudah mendekat tepat disebelahnya.
"Hei, Kim Eunrim. Berbaliklah. Kalau kau tidak membalikkan tubuhmu, maka aku akan dengan kasar menyeretmu untuk melakukan hal yang tidak pernah terduga sedikitpun"
Wanita bernama Kim Eunrim itu mengernyit heran. Apa maksudnya ini? Menyeretnya kasar? Tidak pernah terduga? Hah, yaaaakk setelah dia membuat emosinya membuncah, kini dengan cepat ia kembali membuat ulah dengan ucapannya. Membingungkan?
"Baiklah kalau kau tidak mau, aku akan,,,," Eunrim cepat membalikkan tubuhnya setelah ia merasakan ranjangnya bergetar. Itu tandanya suaminya itu akan bangkit dari duduknya dan melakukan hal yang tidak diinginkannya. "Hei, kenapa kau selalu mengancamku dengan kata-kata seperti itu. Menyeret dengan kasar? Kau kira aku ini benda yang seenaknya mudah kau seret kemana-mana eoh?"
Kyuhyun tersenyum menatap wajah Eunrim yang terlihat lucu dimatanya. "Ya kau memang benda. Bendaku yang paling berharga dalam hidupku" Eunrim mengangakan mulutnya. Tidak percaya dengan ucapan yang dilayangkan Kyuhyun kali ini. Dan benar saja. Ucapan singkat itu berhasil membuat darah sekaligus jantung nya bekerja tak normal. Selalu saja seperti itu. Entah sudah berapa kali ia mendapat rayuan maut seperti itu. Dan tentu saja membuatnya tidak bisa mengatakan sepatah katapun dimulutnya.
"Aissshh, menjijikan. Aku tidak akan termakan rayuanmu oppa" Eunrim menggerutu. Sebenarnya hatinya senang kala mendapat rayuan seperti itu. Tapi entah kenapa tiba-tiba saja kata-kata itu keluar dari mulutnya.
"Kalau kau tidak termakan rayuanku, kenapa wajahmu berubah seperti itu eoh? Seperti orang bodoh. Bahkan kau lebih bodoh dari Eunhyuk Hyung" Eunrim tidak mengerti arah pikiran suaminya ini. Kenapa ia menyangkut pautkan hal ini ke Eunhyuk oppa? Memangnya apa hubungannya? Eunhyuk oppa sama sekali tidak terlibat dalam masalah rayu merayu ini?
"Kenapa kau melibatkan Eunhyuk oppa dalam masalah ini eoh? Dan tunggu dulu bodoh, kau mengatakan Eunhyuk oppa bodoh? Apa aku tidak salah mendengarnya. Seharusnya julukan bodoh itu yang ada pada dirimu tuan Cho Kyuhyun" Hmmm oke akhirnya kata-kata bodoh itu keluar juga. Entah apa yang terjadi pada dirinya selanjutnya. Mungkinkah Kyuhyun bakal marah padanya?
"Oke, baiklah aku bodoh. Aku memang pria bodoh. Tapi yang mengherankanku kenapa kau mau menikah dengan ku eoh? Kalau aku bodoh, otomatis kau sebagai istriku juga ikut bodoh sama seperti ku nona Kim Eunrim, oh aniyo Nona Cho Eunrim" Dan kali ini benar saja ucapan itu sudah membuatnya naik darah. Ingin secepatnya ia melayangkan pukulan tangannya di wajah namja jelek itu. Mengapa seenaknya saja ia mengatakan bodoh? Tapi benar juga, kalau suaminya itu bodoh kenapa dia mau menikahinya? Otomatis ia juga ikut bodoh karna sudah menjadi istri sahnya?
"Kenapa nona Cho Eunrim yang bodoh. Apa kau sedang memikirkannya. Sudahlah tidak perlu difikirkan. Karna hal itu akan membuatmu semakin bodoh"
Pleettaakkk ,,, jitakan itu berhasil melayang di kepala namja tampan itu. Ringisan demi ringisan di ucapkannya. Sakit, nyeri dikepalanya sudah melebihi stadium akhir. Mungkin lama kelamaan bisa membuatnya amnesia seketika. "Aissshh, awwww,,,,aku dimana,,,siapa kau,,,"
"Sudahlah jangan bermain-main dengan ku. Hanya mendapat jitakan seperti itu saja sudah amnesia. Bagaimana kalau sebuah palu yang mendarat di kepalamu ,,,"
"Kepalaku akan pecah seketika. Apa kau puas!!!" lanjut Kyuhyun memotong ucapan Eunrim. Membuat yeoja ini menatap wajah ditekuk suaminya yang terlihat begitu sangat lucu dimatanya. Kenapa ia merasakan damai kala melihat Kyuhyun seperti itu. Lucu seperti layaknya anak kecil yang selalu ingin dimanja. "Kau sangat lucu oppa ,,, !!!" Kyuhyun menatap seduktif wajah istri yang berada disebelahnya. Kembali ia juga ikut tersenyum. Melingkarkan eratan tangannya. Untuk memberikan sebuah dekapan cinta dan kecupan diujung kepala sang istri.
~o0o~
Sebuah tas besar sudah tersedia didepan matanya. Keperluan-keperluan konsernya mulai dari kostum, dan sepatu sudah tersedia lengkap didalam tas itu. Ya kenapa Kyuhyun menyiapkan itu semua. Karna sebenarnya sore nanti tepat di Stadion World Cup Korea akan diadakan konser SMTOWN World Tour IV untuk tahun ini. Otomatis pula membuatnya harus ekstra kerja keras untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya kekonser itu. Bahkan Eunrim tak henti-hentinya kembali mengemas, dan memeriksa kembali barang yang mungkin saja bisa tertinggal.
"Oppa, siapa yang akan menjemputmu kesini?"
"Para hyung akan datang kesini sebentar lagi" ucap Kyuhyun yang kini tengah menatap pantulan dirinya disebuah cermin. Merapikan poni kebanggaannya. Eunrim menatap punggung suaminya itu. Sebenarnya ia ingin sekali ikut dikonser itu. Tapi, ia sudah berjanji untuk datang berkunjung kerumah orang tuanya. Karna semenjak ia sudah menikah 5 bulan yang lalu, ia belum pernah sekali pun datang berkunjung kerumah orangtuanya. Ya walaupun hanya sekedar berkunjung saja tidak sampai menginap.
"Mianhae oppa, aku tidak bisa datang diacara konsermu?" lirih Eunrim dinada suaranya yang sedikit sendu. Kyuhyun membalikkan tubuhnya menatap seduktif wajah sendu istrinya ini. Ia mengerti. Sebenarnya ia merasa senang kalau istrinya itu tidak datang dalam konsernya kali ini. Sebab, kalau sampai hal itu sampai terjadi, maka dia akan habis seketika. Apalagi semuanya sudah dirancang oleh para staff. Hah, sebenarnya ia malas melakukan dancing itu. Tapi apa boleh buat. Demi menghibur fans terutama ELF tidak ada salahnya juga kan.
"Eummm, ne chagi~ya. Aku mengerti. Lagipula kau sudah berjanji pada orangtuamu untuk mengunjungi mereka kan?" ucap Kyuhyun memegang kedua pundak istrinya tersebut. Menatap manic mata yeoja itu penuh cinta. Eunrim mengangguk. Ia ingin sekali datang. Tapi, bukankah konsernya akan disiarkan ditelevisi. Untuk apa dia bersedih dia juga bisa melihat suaminya itu secara live walau hanya di televisi saja.
Drrrttt drrtttt drrtttt,,,, getaran ponsel bergema cukup keras. Walau hanya getaran nya saja. Tapi tak ayal getaran itu sudah membuat konsentrasinya buyar seketika. Apalagi saat adegan romantis itu sedang terlaksana. Dengan cepat dan malas tentunya Kyuhyun mengambil ponsel nya. Mengamati layar ponsel touch screennya. Nama Donghae Mokpo berkedap kedip di layar ponselnya.
"Yeobseoyo,,,"
"......"
"Aissshh, yaaakk kenapa kalian tidak menekan belnya saja eoh?" Eunrim menatap tajam suaminya ini yang seperti terbakar emosi kali ini. "Siapa oppa?? Kau terlihat marah sekali??"
"Donghae Hyung. Ternyata mereka sudah berada diluar. Mereka selalu seperti itu. Mengganggu kesenangan orang"
"Mwo ?? Mereka sudah berada diluar?" Eunrim berlari menuju pintu utama. Membuka cepat pintu itu dan seketika kini tepat dihadapannya segerombolan manusia penuh sesak di depannya. "Eoh, oppadeul. Kalian sudah datang. Silahkan masuk!!!" ajak Eunrim mempersilahkan para anggota Super Junior yang lain masuk kedalam apartement nya. Pasukan yang sangat ramai. Untung saja apartementnya lumayan besar. Kalau tidak, pasti ruangan ini akan penuh sesak akibat mereka yang datang segerombolan.
"Eunrim~ah, mana suamimu??" Leeteuk berujar. Menatap seisi ruangan yang kini dipenuhi foto pernikahan magnae kesayangannya itu. "Masih berada dikamar oppa. Sedang menyiapkan keperluan untuk konser nanti" ucap Eunrim dari arah dapur seraya menyiapkan minuman airjeruk untuk para oppadeul. Ryeowook yang memang diantara member yang lain mempunyai sifat kebiasaan dalam hal kegiatan didapur juga ikut membantu Eunrim menyiapkan makanan ringan dan minuman.
"Bagaimana apa kau sudah mengatakan pada Kyuhyun untuk mengadakan konfrensi pers mengenai pernikahan kalian?" Eunrim nampak menghentikan kegiatannya. Menarik nafasnya panjang. Bagaimana ia menjawabnya. Bahkan sampai sekarang, jawaban suaminya itu tetap sama. 'Tidak mau terlalu cepat mengkonfirmasikan pernikahannya'.
"Waeyo Eunrim~ah? Kyuhyun masih belum memberi jawabannya?" lanjut Ryeowook. "Dia memang keterlaluan. Mau sampai kapan harus seperti ini terus. Kalian juga butuh kebebasan. Apa alasannya karna ELF. Kalau memang seperti itu, aku yakin ELF pasti bisa mengerti" nada Ryeowook sedikit terlihat geram sekarang. Ucapannya memang benar adanya. Karna ELF, itulah yang menjadi factor utama Kyuhyun belum mau mengkonfirmasikan tentang pernikahan nya. Ia takut ELF merasa kecewa.
"Sudahlah oppa, aku percaya padanya. Suatu saat cepat atau lambat semuanya pasti akan terungkap. Atau siapa tau saja. Semuanya akan terungkap ditempat yang tidak pernah kita duga. Kau pasti tau bagaimana sifat Kyuhyun oppa yang sangat misterius itu. Dia selalu mengambil keputusan seenaknya. Aku juga tau ini adalah salah satu dalam permainannya. Sudah pasti cepat atau lambat aku harus siap apapun yang akan terjadi nantinya" Ryeowook nampak mencerna kembali kata-kata Eunrim ditelinganya. Ya ia benar juga dengan sifat Kyuhyun yang sangat misterius itu, bisa saja ia menyimpan segudang taktik untuk bagaimana cara agar semua orang mengetahui semuanya. Ya, magnae mereka yang satu itu memang sangat handal membuat semua orang penasaran.
"Hah, aku salut padamu Kim Eunrim. Bagaimana mungkin kau bisa jatuh cinta dengan setan seperti dia? Diantara kami juga tak kalah tampan dari setan psp itu. Tapi kau, lebih terpesona dengannya" Eunrim menyunggingkan senyuman khasnya. Mendengar ocehan Ryeowook membuatnya tak ayal selalu tersenyum setiap saat.
"Kim Eunrim, apa kau tidak ada makanan. Aku sangat lapar sekali?" Ucap Shindong menyelinap masuk begitu saja menuju dapur. Ia memandang dengan wajah memelasnya. Seakan ingin memberi kepercayaan pada Eunrim bahwa memang benar adanya ia sudah merasa sangat lapar sekali. Bahkan terdengar jelas bunyi perutnya sudah berkukuk ria di dalam sana. Eunrim hanya tersenyum memandang wajah Shindong yang terlihat memang sangat lapar sekali. "Yaaakkk, hyung bukankah tadi aku sudah menyiapkan makanan untuk mu sebelum kita pergi. Lalu kenapa sampai disini kau malah lapar lagi eoh?"
"Aiisshh, jangan menceramahiku. Kau kan tau, selama di dorm Leeteuk hyung menyuruh kita agar secepatnya berangkat. Sementara aku baru makan sesuap nasi saja. Aku tidak sempat melanjutkan makanku" Ryeowook sudah tak tau lagi harus mengatakan apalagi pada hyungnya. Ada kalanya kesabarannya sudah habis dan ingin sekali memarahi hyungnya yang sudah membuat malu dihadapan Eunrim. Tapi, ia juga tidak bisa melakukannya. Melihat wajah memelas hyungnya yang sangat kelaparan itu, membuatnya semakin merasa kasihan.
Eunrim hanya mampu menatap kedua pria yang terus berdebat dihadapannya ini. "Sudahlah. Oppa lebih baik cepat makan. Aku sudah menyiapkan makanan dimeja makan" Shindong menyeringai. Justru kini ia sudah melesat langsung kabur ke meja makan. Dimana kini sudah ada makanan yang terlihat sudah sangat menggugah mulutnya untuk segera melahap makanan itu.
~o0o~
"Ne baiklah kami akan segera berangkat" Leeteuk mematikan ponselnya. Kembali ia menatap dongsaeng yang berada dihadapannya yang masih sibuk melakukan kegiatan mereka. Sudah dipastikan ruangan ini sudah seperti layaknya kapal pecah. Entah bagaimana nasib Eunrim yang harus membereskan semuanya.
"Dari siapa hyung?" ucap Donghae dengan tatapan mata masih fokus pada playstation yang dimainkannya bersama couple tercinta nya Eunhyuk yang sedari tadi terus berteriak kegirangan karna jagoannya akhirnya mampu mengalahkan jagoan Donghae. "Yaaakkk,,,yaaakkk,,,terusssss,,,ahahahahaha,,,aku menang yeeessss"
pletaaakkk,,, sebuah jitakan kini bersarang dikepala Eunhyuk. Ringisan itu kembali terjadi, Tak henti-hentinya Eunhyuk memegang kepalanya yang terasa nyeri akibat jitakan yang sudah membuatnya naik darah tersebut. "Yaakkk, hyung kenapa kau menjitak kepalaku eoh??"
"Suaramu berisik. Seharusnya kau bermain diluar sana. Jangan bermain disini, mengganggu konsentrasiku saja" gerutu Sungmin yang merasa sudah tak bersemangat lagi membaca fanfiction buatan ELF digadgetnya. Tentu saja, siapa penyebabnya, ya Eunhyuk lah penyebab konsentrasi yang dimiliki Sungmin buyar seketika. Membuatnya harus menelan ludah karna acara membacanya menjadi terganggu.
"Jung Hoon hyung menyuruh kita untuk secepatnya kesana. Kajja kita harus bergegas" mendengar ucapan leader mereka, membuat para member yang lain segera membenahi pakaian mereka yang sedari tadi berantakan akibat ulah mereka yang berbuat seenaknya di apartement miik Eunrim dan juga Kyuhyun ini. "Aiisshh, kenapa kalian begitu menjijikkan sekali? Lihatlah ruangan ini berantakan karna ulah kalian. Bagaimana mungkin Eunrim bisa membereskan semua ini eoh?" gerutu Kyuhyun yang tak kalah emosi melihat keadaan apartementnya yang sudah seperti layaknya kapal pecah itu. Hah, seandainya saja hari itu tak ada jadwal konser pasti ia sudah siap siaga membantu sang istri untuk membenahi ruangan yang kini penuh dengan sampah makanan ringan.
"Sudahlah oppa. Aku akan membereskannya. Dijamin setelah kau pulang nanti apartement tercinta kita akan kembali seperti semula"
"Lihatlah Kyu, istrimu saja tidak keberatan kami bermain sesuka hati kami di apartementmu ini. Sementara kau hah, sungguh sangat berbeda. Aku rasa Eunrim menikah denganmu karna kau memiliki jimat penggoda wanita" cerocos Eunhyuk yang memang selalu menjadi bahan perdebatan antara Kyuhyun dengan dirinya. Ya sebenarnya itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi semua member kala melihat Kyuhyun dan Eunhyuk bertengkar layaknya kucing dan tikus yang tidak pernah saling akur.
"Hei, aku menikahi Eunrim karna aku memang mencintainya. Dan aku juga memiliki wajah yang lebih tampan dari dirimu"
"Aissshh, kau selalu saja mengandalkan ketampanan wajahmu. Ya aku mengakui kau lebih tampan dariku, tapi bagaimana dengan bakatmu eoh. Dance saja masih butuh pengajaran dariku"
"Mwo?? Kau selalu meremehkanku karna danceku. Lalu bagaimana dengan mu, suaramu saja pas-pasan. Seharusnya kau ,,,"
"Hei hei, kenapa kalian malah meributkan hal yang tidak penting eoh. Konsernya sebentar lagi akan dimulai. Kita harus segera berangkat. Hanya masalah seperti itu selalu diperdebatkan" Leeteuk mengeluarkan emosinya kini. Tingkat kesabarannya sudah habis mengingat sikap dongsaengnya yang selalu saja bertengkar tak pernah ada habisnya. Seakan selalu saja ada bahan untuk melakukan aksi mereka tersebut.
Hening. Ruangan itu terlihat hening sekarang. Tak ada satu patah katapun yang terlontar dari mulut semuanya. Tak heran memang selalu seperti ini jadinya. Saat Leeteuk sudah marah tak ada satu orang pun yang berani beragumen. Jangankan menyuarakan pendapatnya, hanya sekedar ingin melangkahkan kaki saja tidak berani mereka lakukan. Tunggu ada perintah dari sang leader baru mereka akan memulai aktifitas mereka.
"Seandainya saja Leeteuk hyung belum pulang dari kegiatan wamilnya, entah siapa yang akan meleraikan si setan dan si monyet itu" Siwon berbisik tepat ditelinga Donghae. Diberi anggukan setuju pula oleh Donghae kali ini. Ryeowook yang sebenarnya hanya mampu terkekeh geli melihat perdebatan antara Kyuhyun dan Eunhyuk barusan. Namun seketika ia mampu menahannya. Kalau ia tidak bisa menahannya, sudah pasti ia akan ikut andil dalam ocehan Leeteuk.
"Oppa, bersabarlah tenangkan emosimu. Jangan seperti itu" Eunrim mengusap dada Kyuhyun perlahan. Menenangkan amarah suaminya agar tidak kembali menimbulkan keributan. Dan benar saja hanya dengan sekali belaian dari sang istri, hatinya bisa sedikit lebih tenang dan tentram. Seakan masalah yang sedari tadi berujung pada pertengkaran dirinya dan Eunhyuk seakan hilang sudah.
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat sekarang. Eunrim ssi kau tidak ikut bersama kami?"
"Aniyo oppa, aku ,,,,"
"Wae Eunrim~ah? Apa kau tidak ingin melihat suamimu berlenggak lenggok ,,," ucapan Siwon terputus saat dengan cepat mulut nya berhasil di bungkam paksa oleh Kyuhyun yang otomatis secara sengaja sudah membuatnya susah bernafas.
"Wae oppa?"
"Aniyo chagi~ya, Siwon hyung hanya bercanda. Benarkan hyung?" Kyuhyun berucap menunjukkan kode diwajahnya. Membuat Siwon dengan terpaksa harus membungkam semua yang sudah diperintahkan magnaenya itu. "Ah, ne Eunrim~ah aku hanya bercanda" lanjut Siwon terpaksa.
Member lainnya hanya bisa menahan tawa mereka menatap wajah Kyuhyun. Mereka mengetahuinya Kyuhyun pasti tidak ingin istrinya tau kalau di konser nanti dia akan berlenggak lenggok layaknya seorang wanita menari ala girl band Girls Days bersama kelompok KyuLine nya yang lain.
"Kalian pergi saja. Aku sudah berjanji hari ini untuk mengunjungi orangtuaku. Semenjak aku menikah, aku tidak pernah sekali pun mengunjungi mereka. Dan mungkin inilah saat yang tepat. Ya walaupun tidak bisa melihat konser kalian secara langsung, tapi nanti aku pasti akan melihat performance kalian di televisi. Tidak mungkin konser yang sangat meriah ini tidak disiarkan di televisi kan?" Member yang lain hanya mengangguk mengiyakan. Tapi tidak mungkin juga Eunrim bisa melihat secara langsung acara di televisi, karna konser ini hanya akan disiarkan ulang disalah satu stasiun televisi nanti.
"Tapi, konser ini kan tidak disiarkan ditelevisi secara langsung. Bagaimana bisa ,,," ucap Sungmin terputus saat dengan cepat Kangin menimpal ucapannya.
"Hah, itu bisa diatur nanti kita akan mencoba pinjam kaset rekamannya pada staff yang bertanggung jawab. Agar Eunrim bisa melihatnya terlebih dahulu. Tanpa harus menunggu acara ditelevisi ditayangkan" timpal Kangin ikut menyuarakan pendapatnya. Dan jelas diiyakan oleh semua member yang lain. Lain member yang lain. Lain pula perasaan Kyuhyun saat ini. Ia merasa takut kalau saat rekaman itu dilihat pertama kali oleh istrinya, dan dia melihat suaminya seperti itu, sudah pasti dia akan ,,,, Arrrggghh tidak bisa dibayangkan.
"Baiklah kajja kita berangkat sekarang. Eunrim~ah, kami berangkat dulu ne"
"Ne oppa berhati-hatilah"
"Chagi~ya, oppa pergi dulu. Oppa janji setelah konser selesai oppa akan langsung pulang. Kau berhati-hatilah dijalan nanti ne"
"Ne suamiku. Aku akan mengingat pesanmu itu. Pergilah" Kyuhyun perlahan mendaratkan kecupan sekilasnya di kening sang istri. Turun perlahan hingga akhirnya kedua pautan bibir itu pun menyatu dengan sempurna. Ciuman singkat, namun sangat bermakna bagi mereka berdua.
"Aiissshh, kalian begitu romantis. Hae~ya, aku juga ingin seperti mereka. Kajja kita lakukan ,,,," Eunhyuk mengerucutkan bibirnya. Diikuti juga oleh Donghae yang semenjak bercouplean dengan Eunhyuk otaknya juga seakan sudah ikut gila. Tertular oleh couple kesayangannya itu. Namun, seperti nya tingkah gila mereka itu pun tak dapat terlaksana dengan baik. Bukannya bibir mereka berdua yang menjadi sasaran, tapi kini sebuah telapak tangan yang berada di kedua bibir mereka.
"Hae, kenapa bibirmu sangat tebal sekali eoh??"
"Mwo, tebal? Aku juga merasakan bibirmu sangat aneh. Bahkan baunya juga sangat aneh?" Perlahan mereka berdua membuka mata dan mendapatkan bukan pautan bibir mereka yang saling menyatu, melainkan sebuah tangan yang sangat besar sudah menghalangi tingkah gila mereka.
"Apa yang kalian katakan eoh? Tebal, bau,,,,"
"Kangin hyung ,,,," ucap mereka bersamaan. Bahkan keringat dingin sudah menjalar dipermukaan wajah mereka. Kangin dengan sengaja menarik kerah baju mereka berdua. Menyeretnya layaknya seperti anak kucing yang digendong paksa oleh induknya. Teriakan Donghae dan Eunhyuk terdengar cukup jelas. Meminta untuk melepaskan tarikan yang dilayangkan Kangin dibaju mereka. Namun Kangin tetap pada pendirian nya membawa couple gila itu menuju mobil. Gelak tawa tak ayal terjadi diwajah Kyuhyun dan Eunrim melihat tingkah mereka.
~o0o~
Riuh penonton sorak sorai bergema di Stadion World Cup itu. Beribu-ribu fans dari berbagai fandom memenuhi seisi stadion itu. Tak terkecuali ELF fans boy band Super Junior yang ikut tak kalah heboh dan meriah. Bahkan dari sekian light stick yang ada dan berwarna warni, light stick sapphire blue lah yang lebih mendominasi di stadion itu. Sungguh konser yang begitu sangat meriah.
"Kajja, Kyuhyun, Changmin, Minho, dan Suho. Bersiap-siaplah, selepas itu kalian akan tampil dengan tarian kalian" ucap Kim Jung Hoon sang prince manajer. Sebenarnya ada rasa malas untuk Kyuhyun melakukan hal itu. Sebab, sudah pasti akan membuat aura ketampanannya hilang seketika. Dan otomatis pula banyak orang yang akan menertawakannya.
"Hyung, apakah untuk hal ini tidak bisa dihilangkan saja. Aku merasa ,,,"
"Apa yang kau katakan Kyu, semuanya sudah diatur. Tidak bisa dirubah lagi. Sudahlah lebih baik kau turuti saja. Aku yakin semuanya akan berjalan dengan lancar oke" prince manajer mengkodekan jempol nya kepada Kyuhyun agar ia bisa lebih semangat. Namun bukan semangatlah yang didapatnya. Melainkan takut yang sangat berlebihan. Takut kalau sampai sang istri melihatnya berpakaian seperti itu. Hah, bisa habis semuanya.
"Kau kenapa Kyu?" Sungmin merangkul pundak Kyuhyun lembut. Menatap raut kecemasan terdapat di wajah magnaenya ini, bahkan couple tercintanya ini. "Hyung aku takut kalau sampai Eunrim mengetahuinya. Dia pasti akan marah besar padaku. Apalagi aku sama sekali tidak memberitahunya kalau dikonser ini akan ada tampilan ku seperti ini?"
Sungmin tertawa lembut mendengar ucapan magnaenya ini. Ia tau kecemasan Kyuhyun sangat berdampak besar pada kehidupan rumah tangganya. Tapi, walaupun begitu ia harus menerima nya apapun yang akan terjadi nantinya kan? "Tenangkan dirimu, semuanya pasti akan baik-baik saja. Aku yakin Eunrim pasti bisa mengerti posisimu saat ini. Apalagi kau kan sudah merencanakan semuanya"
~o0o~
Perlahan Eunrim melangkahkan kakinya. Berjalan pelan menuju rumah orang tuanya yang jaraknya memang lumayan jauh dari apartementnya. Sehingga otomatis harus menaiki taksi untuk sampai kerumah orangtuanya. Sebenarnya ia ingin sekali pergi untuk melihat konser itu. Tapi, ia juga tidak bisa mengingkari janjinya untuk berkunjung kerumah orangtuanya. Kalau sampai ia mengingkarinya, sudah pasti ia mengecewakan orangtuanya.
"Aku rasa di media social sudah ada info terbaru dari konser SMTOWN itu" ucap Eunrim. Sembari membuka layar touch screennya. Membuka media social twitter yang memang selalu menjadi alatnya untuknya mengetahui kegiatan terbaru suaminya diluaran sana.
Matanya terbelalak kaget saat mendapati tepat pada pemberitaan pertama sebuah gambar yang begitu tidak asing lagi bagi dirinya. Memang masih terlihat samar-samar. Namun entah kenapa firasatnya mengatakan bahwa yang berada difoto itu adalah suaminya. "Eoh, siapa dia? Yang ku tau di management SM entertainment tidak ada wanita seperti dia? Tapi wajahnya ,,,," Wanita itu masih terus menatap lekat wajah yang begitu sudah membuatnya penasaran.
"Mwo??? KYUHYUN OPPA!!!" teriaknya saat ia memperbesar layar touch screennya. Dan kini terlihat jelas wajah orang yang masih terlihat samar-samar sedari tadi. Wajah yang selalu ada disetiap hari-harinya. "Kenapa dia berpakaian seperti ini?" gerutu Eunrim terus melayangkan berjuta pertanyaan diotaknya. Apalagi suaminya itu sama sekali tak memberitahukan kegiatannya itu saat konser akan berlangsung.
~o0o~
"Hahahahaha,,,," gelak tawa itu menggelegar diruangan yang kini hanya terdapat oleh member super junior saja. Kecuali Donghae dan Eunhyuk yang sedari tadi entah kemana. Mungkinkah mereka bermesraan, ya tidak ada yang tau.
"Jangan tertawa seperti itu hyung, sama sekali tidak ada yang lucu" gerutu Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Menatap sinis para hyungnya yang terus menertawainya. Aiisshh,,,apa yang kukatakan benar adanya. Mereka semua menertawakanku.
"Kyu, kau terlihat sangat seksi saat dipanggung tadi. Kenapa aku menjadi merasa jatuh hati padamu. Sepertinya aku sudah mulai mencintaimu Kyu hahahha,,," cerocos Siwon menggoda Kyuhyun yang masih dengan wajah ditekuknya merenungi nasibnya. Ia bahkan hanya mampu bergumam dalam hati, merasa menyesal telah menerima usulan gila itu. Ingin sekali ia memelintir habis bibir Hyungnya itu. Mencabik-cabiknya hingga tak ada tersisa sedikitpun. Dan otomatis juga dia tidak akan bisa beradegan kiss dengan lawan mainnya. Sungguh menakutkan.
***
Masih terdengar jelas riuh para fans diluaran sana. Bahkan tak ayal, teriak teriakan itu terdengar sampai kedalam ruangan para artis kini berada. Donghae dan Eunhyuk masih berjalan menyusuri lorong-lorong ruangan itu untuk berjalan menuju panggung dimana kini giliran mereka berdua lah yang akan kembali melakukan performance. Tampak tegang di rasakan Eunhyuk kali ini. Namun rasa ketegangannya itu sedikit terhibur saat melihat tubuh gemulai magnae nya yang begitu seksi berlenggak lenggok di panggung bersama anggota Kyuline yang lain. Tawa lepasnya tak henti-hentinya menggema.
"Hae, aku tidak menyangka Kyu begitu handal dalam melenggakkan tubuhnya. Bahkan kulihat dari belakang panggung semua fans tertawa saat melihat mereka menari layaknya seperti yeoja asli"
"Ne, kau benar. Apalagi saat tadi, Kyuhyun membuka belahan roknya hingga kaki yang putih terlihat sempurna hahahaha ,,," tawa Donghae pecah seketika. Diikuti oleh Eunhyuk yang masih membayangkan kelucuan magnae mereka saat diatas panggung tadi. "O iya apa kau sudah,,,," ucapan Eunhyuk terputus saat tepat dihadapannya seseorang dengan tatapan tajamnya melirik tepat kearah mereka berdua. Ya tatapan yang sangat sulit sekali diartikan. Mereka sudah bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kyuhyun nantinya. Perang dunia akan terjadi sebentar lagi.
Hentakan sepatu dari kaki jenjang yeoja itu secara perlahan tercipta menuju tepat dihadapan mereka. Keringat dingin mengucur sangat deras. Jantung mereka bahkan berdegup sangat kencang. Ya mereka merasakan aura yang sangat aneh ada didalam diri yeoja itu. "Eummm, Kim Eunrim kenapa kau kesini, bukankah kau akan ber,,,"
"Mana Kyuhyun oppa??" cegah Eunrim singkat. Membuat Donghae dan Eunhyuk tersentak seketika. Apalagi secara jelas tatapan tajam bak serigala itu sudah seperti membunuh mereka secara perlahan-lahan.
"Eummm, Kyuhyun Kyuhyun,,,dia,,,dia,,,"
"Mana Kyuhyun oppa??" teriak Eunrim lagi. Membuat mereka kalang kabut bagaimana harus menceritakan yang sejujurnya pada Eunrim saat ini. "Eunrim~ah, tenangkan fikiranmu,,,kami akan menjelaskannya padamu tentang,,,," belum sempat Donghae melanjutkan ucapannya, Eunrim berlalu begitu saja dari hadapan mereka berdua. Setelah ia mendapati tatapan matanya tertangkap seseorang yang kini keluar dari sebuah ruangan.
"Ryeowook oppa ,,," panggil Eunrim. Membuat Ryeowook yang merasa ada yang memanggil namanya cukup fasih langsung membalikkan wajahnya. Dan sejurus kemudian keringat dingin itu sudah menjalar di permukaan wajahnya. Eunrim, istri dari seorang Cho Kyuhyun tengah berada di tempat itu. Sudah pasti otomatis untuk menginterogasi apa yang dilakukan suaminya.
"Oppa pasti mengetahui dimana Kyuhyun oppa kan?"
"Eoh,,,aku?" Ryeowook menunjuk dirinya sendiri. "Eummm,,,aku,,,aku,,,aisshh bagaimana yaaa,,,"
"Oppa cepat katakan padaku. Jangan membuatku bingung. Aku sudah mengetahui semuanya. Jadi jangan menyembunyikannya lagi dariku. Aku ingin bertemu suamiku saat ini" Eunrim semakin frustasi dengan keadaannya sekarang. Teman seperjuangan suaminya seakan sudah bekerja sama untuk merahasiakan hal itu dari dirinya. Memangnya kenapa kalau dia mengetahuinya? Apakah mereka takut kalau ia akan marah?
Ryeowook secara gamblang menunjukkan jari telunjuknya tepat kearah sebuah ruangan. Dimana kini anggota Kyuline termasuk Kyuhyun dan juga member Super Junior yang lain berada ditempat itu. Eunrim berjalan cepat menuju tempat yang dimaksud. Mencari keberadaan suaminya.
"Hyung, menurutmu bagaimana penampilan ku saat dipanggung tadi? Pasti sangat menjijikkan bukan?" Kyuhyun berdiri tepat disebuah kaca besar dimana kini pantulan dirinya masih memakai baju merah dan juga wig berwarna kuning. Ya terlihat sangat cantik memang.
"Kau begitu seksi Kyu. Apalagi kulit mu juga sangat putih. Memang sangat cocok kalau kau ,,,," ucapan Siwon terputus seketika. Tak berani melanjutkan kata-katanya. Ia menatap tajam sekelilingnya yang juga ikut merasakan aura negative yang ada pada diri yeoja yang berada dihadapannya. Layaknya seperti ingin memakan mereka hidup-hidup.
"Hyung, kenapa kau diam eoh? Aku ingin pendapat darimu ,,,"
"Aniyo, kau begitu sangat cantik oppa" Mata Kyuhyun terbelalak seketika. Ia mengamati pantulan cerminnya. Menatap seorang wanita tengah berdiri dengan tangan dilipat tepat didadanya. Memperhatikan dari atas hingga bawah tubuh suaminya yang begitu sangat aneh dipandang mata. Semua orang yang semula berada diruangan itu, kini sudah pergi meninggalkan mereka berdua yang berperang cukup hebat.
"Chagi~ya, kau,,,sedang apa kau disini? Bukankah kau ,,,,"
"Kau tidak perlu tau kenapa aku bisa sampai berada disini oppa. Tanpa aku memberitahukannya padamu, kau pasti sudah tau jawabannya" Eunrim terus menatap tajam wajah Kyuhyun yang kini sudah menunjukkan ketakutannya yang sangat luar biasa.
"Chagi~ya, dengarkan penjelasan ku dulu. Aku melakukan ini karna para staff dan dari pihak management yang menyuruhku. Ini bukan kemauanku sayang. Ini semua ,,,"
"Aku tidak menyalahkan siapapun dalam masalah ini. Yang kusesalkan hanya lah dirimu oppa. Dirimu. Kenapa kau tidak mengatakan dari awal kalau kau akan melakukan dance ini eoh? Apa kau takut aku marah padamu sehingga kau tak memberitahukan nya padaku?" Eunrim semakin tersulut emosi melihat sikap suaminya yang seakan tidak mempercayainya. Bukankah mereka menikah untuk saling melengkapi kepercayaan. Lalu kenapa suaminya ini justru tidak bisa membuatnya bahagia. Salah satunya tidak memberitahukan kegiatannya ini padanya.
"Chagi, aku tau, aku bersalah. Maafkan aku sayang aku tidak akan ,,,," ucapan Kyuhyun terputus saat kini dihadapannya sang istri sudah berlalu begitu saja meninggalkannya yang masih tetap memakai dress merah di tubuh nya. Ya begitu sangat sulit sekali untuknya berlari mengejar sang istrinya. Ia tidak akan mungkin mengganti bajunya, tidak akan sempat.
Cekkleeekkk ,,,, pintu pun terbuka. Menampakkan sudah banyak orang yang kini menguping pembicaraan mereka berdua diruangan itu. Mereka hanya menunjukkan senyuman nya pada Eunrim yang kini masih menunjukkan aura kemarahan diwajahnya. "Kim Eunrim, kami ,,," Eunrim berlalu begitu saja. Tanpa memperhatikan orang yang berada dihadapannya tersebut. Seakan semua orang sudah berubah. Sudah terlanjur membohonginya.
"Aisshh, seharusnya kita tidak melakukannya. Lihatlah kita juga menjadi sasaran kemarahan nya sekarang" Ryeowook berceletuk. Memang benar apa yang diucapkannya. Seharusnya mereka tidak perlu ikut campur mengenai masalah rumah tangga magnae mereka tersebut.
"Tapi kita juga harus mengetahuinya. Kalau tidak kita tidak mendengarkan pertengkaran mereka, kita tidak akan tau penyebab utamanya"
Pleettaaakk,,,, kembali jitakan itu bersarang dikepala Eunhyuk. Ya monyet itu memang bermulut ember. Seenaknya saja ia mengatakan hal itu. Apa ia tidak melihat kemarahan yang ditujukan Eunrim sudah sangat fatal. Dan kini ia semakin merusaknya. "Aissshhh,,,,"
"Diamlah, jangan banyak protes. Atau mulutmu akan kusumpal dengan celana dalam ku apa kau mau eoh?" Eunhyuk seketika merinding mendengar kata celana dalam. Mwo celana dalam aissh pasti akan sangat bau sekali. Tidak mungkin mulutnya dipenuhi barang menjijikkan milik Sungmin masuk kedalam mulutnya. Bisa-bisa mulutnya seketika akan berubah menjadi lumut yang dipenuhi oleh serangga liar.
~o0o~
Eunrim menghapus kasar airmata nya. Berlari cepat meninggalkan tempat itu. Yang ia inginkan adalah untuk menenangkan dirinya kini. Ia tidak mungkin bisa terus seperti ini. Sikap suaminya sudah hampir membuat jantungnya terlepas seketika. Apalagi saat membayangkan tepat didepan matanya suaminya dengan begitu anggunnya, menari ala Girls Days di panggung sana.
"Eunrim,,,Kim Eunrim,,,," Kyuhyun berhasil mengapit tangan Eunrim dengan tangannya. Membalikkan secara paksa tubuh istrinya itu untuk menjelaskan biduk permasalahannya. "Eunrim,,, dengan penjelasanku dulu, pihak management lah ,,,"
"Sudah kukatakan aku tidak menyalahkan mereka dalam urusan ini. Yang kusesalkan hanya dari dirimu oppa. Kau sudah secara terang-terangan membohongiku. Membohongi hatiku. Aku bisa menerima kau beradegan ciuman dengan lawan main mu didrama musikalmu, karna apa, karna saat itu kau sudah memberitahukannya padaku dari awal. Tapi, kenapa untuk hal ini kau tak memberitahuku terlebih dahulu oppa kenapa,,,"
"Sebab aku tidak ingin kau semakin tertekan chagi~ya" Eunrim mengerutkan dahinya. Bingung dengan sikap suaminya yang terasa aneh ditelinganya. "Mwo ?? Apa maksudmu oppa?"
Kyuhyun tersenyum "Aku tidak ingin membuatmu lelah. Aku hanya ingin menjaga kesehatan mu sayang" Eunrim semakin tidak mengerti dengan ucapan suaminya ini. Apa maksudnya kenapa suaminya menyuruhnya untuk menjaga kesehatan? Memangnya ada apa dengan dirinya?
"Oppa, jangan membuatku bingung. Memangnya kenapa dengan diriku. Aku merasa baik-baik saja saat ini?"
"Kau memang baik-baik saja, tapi aku tidak mau kalau janin yang berada dikandungan mu terjadi hal yang tidak diinginkan" Eunrim membulatkan matanya. Mencerna kembali ucapan suaminya yang sudah membuatnya shock berat saat ini. Janin? Kandungan? Berarti dirinya kini tengah mengandung? Lalu kenapa suaminya ini tak memberitahunya sedari awal?
"Mwo? Maksudmu aku hamil oppa?"
"Ne sayang kau hamil anak kita. Kau ingat saat beberapa hari yang lalu kau sempat pingsan didapur. Saat itu pula aku dengan cepat langsung membawamu kerumah sakit. Dan ternyata dokter mengatakan kau tengah hamil 2 bulan sayang" Eunrim semakin tidak percaya dengan keadaannya sekarang.
"Lalu, kenapa kau tidak memberitahukannya padaku oppa?"
Kyuhyun menangkup wajah istrinya ini lembut. Menatap lekat manic mata istrinya tajam. Tersenyum lekat, tentu saja dengan makeup wanita nya masih menempel di wajahnya. "Maafkan aku sayang. Aku sengaja tidak memberitahukannya padamu. Karna aku ingin memberikan kejutan untukmu. Dan kurasa dengan cara seperti inilah aku bisa memberitahukan semuanya"
Member super junior yang lain, bahkan artis SM Entertaiment juga ikut berkumpul melihat kemesraan mereka berdua. Tertawa bersama melihat ekspresi wajah Eunrim yang masih sangat shock dengan semua ucapan suaminya ini. "Jadi kau sudah merencanakan semua ini?"
Kyuhyun mengangguk. Menjawab ucapan istrinya yang kini sudah lolos menitikkan airmatanya membasahi wajahnya. Tentu saja itu adalah airmata kebahagiaan. "Maafkan kami Eunrim~ah. Kami sudah bersekongkol dengan Kyuhyun untuk mengerjaimu" teriak Eunhyuk tersenyum lekat memandang kemesraan Kyuhyun dan Eunrim. Diikuti pula oleh semua orang yang kini sudah riuh dengan tawa renyah mereka.
"Satu lagi kejutan yang ingin kuberikan padamu sayang" Kyuhyun kembali menyeringai didepan mata istrinya ini. Membuat Eunrim kembali mnengerucutkan bibirnya. Apalagi yang akan dilakukan suaminya ini? "Apa itu??"
"Lihatlah ,,,," Kyuhyun menunjuk tepat kearah kerumunan orang yang kini tengah berlari menatapnya. Membawa kamera yang sangat banyak di genggaman tangan mereka. Tunggu apakah mereka wartawan? "Oppa, mereka ,,,??" Eunrim terbata melihat kerumunan wartawan yang sudah mengambil foto nya secara terang-terangan.
"Aku ingin mengonfirmasikan sesuatu pada kalian. Dia Kim Eunrim, adalah wanita yang sudah menjadi istriku selama 5 bulan ini" Eunrim membelalakkan matanya menatap wajah suaminya dari samping. Apalagi setelah mendengar ucapan yang terlontar sungguh membuatnya sangat sulit untuk mengeluarkan sepatah katapun.
"Maafkan aku, karna sudah merahasiakan semua ini. Tapi semua ini kulakukan karna selain aku mencintai istriku, aku juga sangat mencintai ELF yang telah menyayangiku dan semua member hingga saat ini. Gomawo ELF. Aku harap ELF dapat menerima keputusan ku ini. Tapi tenang saja. Aku akan tetap mencintai kalian ELF selamanya" ucap Kyuhyun memberikan bentuk love kedua tangannya. Tanda cintanya pada ELF yang sudah membesarkan namanya. Diikuti pula oleh riuh ELF yang sedari tadi sudah mengerubungi tempat itu. Menyaksikan pengakuan yang dilontarkan Kyuhyun.
Eunrim masih tidak mempercayai apa yang telah dilakukan suaminya. Berulang kali ia mengedipkan matanya seolah ini semua sebuah mimpi yang secepatnya ia harus bangun dari mimpi itu. Tapi ternyata itu semua asli. Kenyataan. Ini semua benar benar terjadi. Ternyata kemisteriusan yang dimiliki suaminya itu benar benar terjadi. "Oppa kau ,,,"
Kyuhyun menyeringai kembali menatap istrinya lekat "Sekarang apa kau sudah puas. Aku sudah mengadakan konfrensi pers mengenai pernikahan kita. Dan kau tidak perlu khawatir lagi sekarang" Eunrim kembali menitikkan airmatanya. Ia sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan di lihatnya. Benarkah ini suaminya. Benarkah ini sebuah kenyataan ??
"Hei, Kyu,,,," Kyuhyun membalikkan wajahnya menatap orang yang memanggil namanya. Donghae dan Eunhyuk menunjukkan tanda mengerucutkan bibir mereka berdua. Ya Kyuhyun tau apa yan harus ia lakukan sekarang. Mungkin ini saat yang tepat untuk dirinya melakukan hal itu dihadapan semua wartawan.
"Kim Eunrim ,,,," Eunrim mendongakkan wajahnya. "Ne ,,,," Sejurus kemudian berhasil kedua matanya terbelalak seketika saat pautan bibir itu sudah memporak porandakan jantungnya kali ini. Didepan wartawan dan ELF suaminya itu melakukan nya. Sungguh tidak bisa dipercaya. Ia begitu berani saat ini. Merasa tak mendapat balasan dari yeojanya membuat Kyuhyun melumat paksa bibir Eunrim agar wanita itu bisa merasakan dan membalas apa yang telah ia lakukan. Dan berhasil yeoja itu pun membalas setiap perlakuan Kyuhyun. Memejamkan matanya, merasakan pergerakan yang dilakukan suaminya ini. Ya ia tidak perduli meskipun itu semua dihadapan semua orang bahkan semua ELF yang hadir.
Perlahan Kyuhyun melepaskan pautan bibirnya. Membersihkan saliva yang menghiasi bibir manis istrinya yang terlihat aduhai dimatanya. Tersenyum lembut Eunrim lekat.
"Untuk para ELF dan semuanya. Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian?" Kyuhyun menatap wajah istrinya ini seduktif. Apa yang akan dilakukannya kali ini? Riuh suara ELF menggema seketika mendengar ucapan Eunrim tersebut. "Apakah Kyuhyun oppa cantik hari ini??" Kyuhyun membelalakkan matanya setelah istrinya itu terang-terangan mengatakan hal yang paling menjijikkan. Gelak tawa pun tercipta dibibir semua member. Ternyata Eunrim berhasil membuatnya tak berkutik sama sekali. ELF mengatakan serempak "NE ,,,,"
Eunrim menatap lekat wajah suaminya yang kini menunjukkan wajah gugupnya. "Kenapa kau mengatakan hal itu eoh?"
"Itu kenyataan oppa. Kau suamiku yang begitu sangat cantik. Aku menyukaimu" ucap Eunrim terkekeh geli melihat suaminya ini yang dengan masih memakai baju panggung dan wig itu ditubuhnya. Ya ia begitu sangat malu kali ini. Berharap ia mendapat ending yang bahagia karna berhasil mengerjai istrinya, kini berbanding terbalik ia lah yang harus mendapatkan ending yang menyedihkan karna istrinya sudah berhasil kembali ikut mengerjainya.
END
