gerbang

309 6 0
                                        

Keesokan harinya di tengah-tengah jam istirahat suasana kantin sangat bising oleh canda tawa dan gelak tawa para murid yang sedang berkumpul. Di sudut kantin terlihat Alex n the gank yang sedang asyik menyeruput minuman dingin dan mulut nya sesekali bersiul saat ada cewek cantik lewat. Matanya langsung menangkap seorang gadis yang baru saja masuk ke kantin bersama teman nya.

Disa berjalan beriringan dengan jennie mereka berjalan menuju penjual minuman dingin dan memesan dua es cappucino. Lalu berjalan mencari meja kosong. Saat baru saja mereka menjatuhkan bokongnya di kursi. Tiba-tiba alex langsung duduk di hadapan mereka. Seraya menyeringai kepada jennie.

"Lu, dah jadian sama anak baru itu ya? " Alex bertanya seakan mengejek.

"Kenapa emang nya masalah buat lu? " Jennie merasa kesal. "Gapapa kok cuma gw heran aja sama lu? " Kali ini alex mencoba memancing emosi jennie.

"Heran kenapa? " Jennie mendelik kepada Alex. Disa masih memperhatikan tingkah Alex.

"Heran aja kok bisa sih lu pacaran sama anak lemah kaya dia? " Alex menyeringai dan serta di sambut dengan gelak tawa teman-temannya.

"Asal lu tau ya awan gak selemah yang lu kira... " Celetuk disa menunjuk wajah Alex.

Entah mengapa disa malah terpancing emosi karena ucapan Alex sedang kan jennie yang pacar nya aja hanya diam saja. Karna selama ini jennie selalu melihat awan kalah bila berkelahi dengan Alex. "Dah, yuk jen.. Kita cabut males gw ada dia... " Ajak disa ketus meraih tangan jennie.

"Dis.. Disa... Mau kemana lu? Sini aja temenin gw.. " Alex berteriak penuh frustasi.

"Bos... Bos... Di gerbang ada banyak STM kayak nya mau nyerang sekolahan kita dah... " Lapor salah satu anak buah Alex. "Kurang ajar mereka belum tau siapa gw.. Ayo kita samperin. " Alex mengajak anak buahnya yang kebanyakan anak kelas dua belas karena anak kelas sepuluh dan kelas sebelas tahun ini tidak ada yang bisa berkelahi.

Sebenarnya jika dia tahu siapa awan sebenarnya mungkin ia akan lebih berhati-hati lagi terhadap awan.

Setibanya ia di gerbang sekolahan Alex dengan sombongnya menunjuk mereka satu persatu seraya menantang mereka untuk berduel. "Woi... Ngapain lu semua ngumpul di depan sekolahan gw? " Seru Alex menunjuk salah satu anak STM tersebut. "Gw, gak ada urusan sama lu banci... " Jawab nya yang disambut gelak tawa teman-temannya.

"Bangsat lu... Ngomong apa lu? Jangan macem-macem sama gw, lu gak kenal sama gw? "Alex mengangkat kerah musuh nya hingga ia mendongak. Namun dengan mudahnya ia menanduk kepala Alex hingga ia mundur dan melepas kan cengkraman tangan nya pada musuh nya. Ia merasa pusing akibat tandukan tadi.

" Asal lu tau ya gw gak ada urusan sama banci kayak lu, gw kesini lagi nyari murid yang namanya awan... Cepet lu panggil sana sebelum lu gw habisin disini. " Gertak nya. "Ada apa lu nyari anak lemah kayak awan apa lu semua berani nya cuma sama si pecundang itu. Hahaha." Alex menyeringai mengejek mereka.

"Banyak bacot nih bocah... Habisin.. " Perintah seseorang yang dianggap ketua mereka yang baru. Orang yang menggantikan posisi Awan di sekolah lamanya.

Wuss...

Seketika saja mereka merangsek masuk kedalam gerbang sekolah menyerang Alex n the gank yang kalah jumlah dari mereka. Murid-murid yang menyaksikan hanya bisa berteriak meminta bantuan dan sebagian lagi bersembunyi di dalam kelas tanpa berani membuka pintu kelas.

Alex mulai terpojok ketika ia menjadi bulan-bulanan musuh nya. Sementara salah satu murid yang menyaksikan itu berlari menuju ke taman sekolah. Ia menghampiri lelaki yang sedang asyik terlelap menikmati istirahat nya di bawah pohon.

"Wan, awan di depan... Uhuk uhuk.. " Gerry tersedak sebelum menjelaskan kronologi kejadian yang sedang berlangsung di depan gerbang sekolah. Awan terbangun dan mendelik ke arah gerry. Yang masih mengatur nafasnya. "Kenapa lo... Nih minum dulu.. " Awan mencoba menenangkan dengan melemparkan botol mineral ke arah gerry. "Di depan ada anak STM nyari lu... Sekarang mereka lagi berantem sama Alex. Kayaknya Alex n the gank kalah jumlah deh, mereka kewalahan ngadepin nya.... " Gerry masih mengatur napas nya.

Awan langsung bergegas berlari meninggalkan gerry tanpa berkata apapun ia berlari menuju gerbang sekolah... Ia sudah tahu seperti nya siapa yang sudah bikin keributan....

Di tengah laju kaki nya yang berlari berlomba dengan waktu disa dan jennie sudah menghadangnya seraya ingin mencegah agar awan tidak keluar... "Kamu gak boleh keluar pokoknya.. Aku gak mau kamu berantem sama mereka." Cegah jennie membentang kan kedua tangan nya. "Kamu apa-apaan sih? Yang mereka cari tuh aku gak ada hubungannya sama Alex..." Jawab nya ketus. "Aku gak mau kamu kenapa-kenapa wan... " Rengek jennie.

"Minggir... " Awan menepis salah satu tangan jennie yang membentang hingga terjatuh di pahanya sendiri.

"Awan.. " Seru disa yang sedari tadi terdiam mencoba mencegahnya. Namun awan hanya menatap nya tajam dan berlalu pergi tatapan yang sama seperti saat disa pertama kalinya melihat ia berkelahi di halte.

Tatapan yang berbeda jauh dari tatapan saat awan mencium dirinya. Tatapan yang penuh kehangatan dan menghanyutkan tapi kali ini tatapan nya dingin dan wajahnya datar sama seperti saat ia baru pertama kali datang ke sekolahan ini. Lamunan nya buyar saat jennie menangis dan memeluk nya...

Dosa Disa (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang