Sayup-sayup terdengar suara teriakan dari gerbang sekolah. Semakin lama teriakan itu semakin kencang. Awan menoleh saat teriakan itu memanggil nama nya. Ia menoleh kearah sumber suara dan menghampiri nya.
"Heh, kai ngapain lu kesini? " Sapa awan.
"Gimana anak pindahan yang baru? Udah ketemu? " Seringai kai kepada awan.
"Kok lu bisa kalah sih sama anak kayak gitu? " Awan langsung bertanya tentang pertarungan antara kai dan Bima.
"Hahaha... Anak bangsat kurang ajar dia. Gw baru keluar rumah sakit setelah lawan lu. Kondisi gw lagi gak fit dan dia anak kelas satu dan beberapa anak buah gw mengkhianati gw dan Bima yang berkuasa di kelas satu. Pas tau keadaan gw lagi gak fit dia langsung nantang gw buat merebut kekuasaan di sekolah. Yach akhirnya gw kalah. " Ujar kai.
"Tapi kenapa dia tiba-tiba pindah ke sekolah gw? " Awan menautkan alisnya.
"Gw bilang ke dia kalo sebenarnya yang berkuasa di sekolah ini bukan gw tapi lu dan gw bilang tentang lu dan pertarungan kita. Hehehe sorry yah dah bikin lu kerepotan ngadepin Bima. " Kai kembali terkekeh.
"Gapapa udah gw tangani. Mungkin sekarang dia agak sedikit terganggu kalo lu dan teman-temannya di sekolah yang lama sampai tau tentang kekalahannya dari gw. " Awan menepuk pundak kai.
"Gw cabut duluan yah. Salam buat anak-anak yang lainnya dan titip sekolahan kita ya bro. " Awan meninggalkan kai di pintu gerbang.
___
Awan merebahkan tubuh nya ke ranjang ukuran king size yang penuh dengan cerita tentang dirinya dan disa. Ia merasa rindu namun tak mampu menyapa ia berpikir keras agar bisa lebih dekat lagi dengan disa saat di sekolah.
Otaknya terus berputar memikirkan cara agar bisa dekat dengan disa. Lama ia berpikir sampai tertidur dengan pulas.
Sesampainya di kelas awan segera menaruh tas dan menghampiri Sheryl yang sedang asyik berbincang dengan nadine teman sebangku nya.
"Sher, gw pinjam buku catatan lu yang kemarin dong gw lupa catat kemarin. " Awan duduk di meja Sheryl.
"Ihh... Awan jangan duduk di meja gw gak sopan tau. " Sheryl mengibaskan tangannya.
"Ya.. Ya... Sorry, sorry... " Awan langsung turun.
"Yah, gak ada lagi wan gw lupa naro nya. " Sheryl Mengorek-ngorek isi tas nya.
"Yah, lu Ingat-ingat lagi sher, kali aja lu pinjemin ke orang lain? " Awan menunjukkan ekspresi wajah bingung nya.
"Lu, din mana catatan nya gw pinjam. " Awan bertanya kepada Nadine.
"Yah, punya gw udah gw kumpulin wan. " Jawab Nadine.
"Oh, ya gw baru ingat buku gw di pinjam sama disa. Lu minta sana sama disa dia pinjam nya kemarin harusnya sudah kelar. " Sheryl mengangkat telunjuknya di samping kepala nya.
'
'
'
'
Lintang sedang berjalan cepat menuju ruang OSIS untuk rapat ketika awan sedang berlari menuju kelas disa selepas jam istirahat.
Brukkk
"Sorry gw gak sengaja. Lu gapapa kan? " Awan memunguti lembaran-lemabaran kertas yang berserakan di lantai.
"Lintang? " Mata awan mendelik ke arah lintang.
"Hai, kak awan. " Sapa lintang tersenyum.
"Aku gapapa kak. Sini kertas nya kak aku harus Buru-buru ke ruang OSIS. " Lintang menata lembaran kertas yang berserakan.
"Gw duluan yah. " Pamit awan.
"Kak, aku akan buktikan kalau aku sayang banget sama kakak. " Lintang mengucapkan hal itu lagi.
"Hmm... " Awan menyunggingkan senyuman nya seakan memberikan harapan kepada lintang. Lalu awan pergi berlalu.
Ia menghampiri disa di kelas nya terlihat Alex sedang berbincang dengan disa.
"Dis... " Seru awan.
"Bro, Bima lu apain tuh sekarang dia jarang masuk kelas katanya. " Ujar Alex.
"Gak gw Apa-apain. " Jawab nya santai.
"Bohong aja lu. Hati-hati bro Bima teman-temannya kebanyakan anak berandalan. " Alex menepuk bahu awan.
"Dis, gw mau pinjam buku catatan Sheryl dong gw belum catat soalnya. " Awan duduk di hadapan disa.
"Sebentar yah... " Disa Mengorek-ngorek isi tas nya dan mengambil sebuah buku.
Muncul ide jahil dari awan ia menggesekan sepatunya ke betis disa membuat disa mendelik ke arah nya.
"Awan ishhh... Ngapain sih kaki lu iseng banget. " Disa cemberut.
"Hahaha... " Awan terkekeh melihat wajah disa yang mulai merah menahan malu.
"Nih, buku nya bilang Terima kasih sama Sheryl ya dari gw. " Disa menyerah kan buku catatan Sheryl kepada awan.
"Heh, ada awan dari tadi yah? " Sapa jennie menghentikan langkah awan.
"Heh, ya nih udah mau balik ke kelas. " Jawab awan.
"Entar pulang sekolah makan bakso yuk. " Ajak jennie.
"Heh, boleh juga tuh... Ajak disa yah. " Ujar awan melirik nakal ke arah disa.
"Lu, mau kan dis? " Ajak jennie yang sudah pasti tidak bisa di tolak disa.
"Heh, ya gw mau. " Jawab disa mantap.
Mereka sudah sampai kedai bakso langganan awan. Jennie dan disa duduk berdampingan awan duduk di hadapan mereka. Awan menikmati makanan nya dan sesekali menyesap es jeruk.
"Wan, kenapa gak balikan lagi sama jennie? " Tanya iseng disa sambil menyesap es jeruk di hadapan nya.
"Heh... " Awan menatap kesal ke arah disa yang dengan sengaja menjahili nya.
"Kenapa wan kok kaget gitu sih? " Jennie menaikan alisnya.
"Hehehe... Gapapa. " Awan kembali makan bakso yang hampir habis.
"Lu, sendiri kenapa masih jomblo sampai sekarang? " Awan membalikkan pertanyaan disa.
Uhuk... Uhuk... Uhuk...
Disa tersedak mendengar pertanyaan iseng dari awan. Jennie Menepuk-nepuk punggung disa. Dan menyodorkan es jeruk ke depan wajah disa.
"Oh, sorry dis... Kalo pertanyaan gw terlalu vulgar. Hehehe... " Awan terkekeh.
"Gapapa, santai aja lu belum jawab pertanyaan gw. Kenapa lu gak balikan aja sama jennie. Hah? " Disa menopang dagunya dengan kedua telapak tangan nya.
"Heh, gapapa gw lebih nyaman aja kalo temenan sama jennie. " Ujar awan.
Jennie menundukkan wajahnya merasa sedih mendengar perkataan awan yang membuat peluang nya tertutup rapat.
"Ya kan jen... " Awan mengejutkan jennie yang sedang melamun.
"Hah, ya.. Hehe.. " Jennie tersenyum kecut menjawab pertanyaan awan.
"Lu sendiri kenapa masih jomblo dis? " Kali ini jennie yang bertanya.
"Heh, apa ya... Heh karena gw masih menunggu seseorang yang mau menerima gw apa adanya. " Tiba-tiba disa menurunkan nada bicara nya.
Awan dan jennie terdiam mendengar jawaban disa. Mereka berpikir ini adalah jawaban dari lubuk hati disa yang paling dalam karena mereka tahu bahwa kali ini disa jujur dengan perasaan nya sendiri.
Jangan lupa vote.
Dan komentar nya.
Dipublikasikan
11 September 2020
Pukul 18.50 wib
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosa Disa (End)
Novela JuvenilWarning banyak adegan 🔞 Disa gadis impian para pria hidupnya Tenang-tenang saja sebelum bertemu dengan murid pindahan yang mulai mengubah dirinya untuk mengikuti nya.selalu memberi kejutan dalam setiap langkah nya selalu ada perhatian buat nya dan...
