Hari ini hari terakhir ulangan semester untuk menentukan kenaikan kelas. Awan tampak berpikir sepuluh kali lipat dari biasanya ia tidak mau usahanya sia-sia apalagi jika sampai tak naik kelas bisa di kirim keluar negeri seperti ancaman Ayah nya.
Sudah bukan rahasia umum kalau awan selalu keluar terakhir. Membuat pengawas Garuk-garuk kepala di buatnya.
"Hadeuh... Kamu Bener-bener orang yang tepat waktu yah. Kalau bapak perhatikan. Datang telat pulang nya juga telat. Kamu pikir bapak tinggal di ruangan ini apa? " Celetuk sang pengawas.
Awan hanya melirik dan tersenyum setelah itu Garuk-garuk kepala.
"Hehehe.... Susah pak tinggal tiga soal lagi. " Awan menunjukkan lembar soal yang belum terisi semua.
"Itu jawaban D, A dan A udah buruan diisi perut bapak mules ini mau ke toilet. " Bisik nya dengan wajah yang memerah menahan sakit di perut nya.
Tanpa di basa-basi lagi awan langsung menyelesaikan soalnya dan pergi keluar sebelum nya ia mencium tangan sang pengawas dahulu.
"Hmm... Bocah edan dikasih jawaban asal malah diisi langsung bukannya di koreksi lagi. " Sang pengawas mengernyitkan dahi.
O
O
O
Disa menunggu awan di pelataran parkir ia menunggu bersama jennie. Awan yang ditunggu sedari tadi akhirnya keluar juga ia bergegas masuk kedalam mobilnya namun dengan sigap mobil disa menghadang di depan nya.
"Ada hah? " Awan keluar dengan wajah heran.
"Gapapa gue sama jennie mau jalan lu mau ikut gak? " Ajak disa dari balik kemudi.
"Kemana? "
"Mall makan terus nonton, lu mau gak? "
"Hn... Gak deh lu aja gw lagi males kemana-mana otak gw butuh di restart. " Tolak awan.
"Ya udah kita duluan yah. " Disa dan jennie melambaikan tangan kearah awan dan pergi meninggalkan sekolahan.
"Ya ampun HP gw ketinggalan. " Pekik awan menepuk dahi nya.
Ia segera berlari ke dalam kelas namun sudah sepi lalu ia berlari ke kantor guru. Dan benar saja ia bertemu sang pengawas yang sudah bersiap untuk pulang.
"Hn... Pak maaf HP saya ketinggalan apa bapak melihat nya? " Tanya awan.
"Oh, itu HP kamu yah? Bapak kasih ke kepala sekolah. Bapak duluan yah. " Jawab nya menepuk pundak awan dan pergi meninggalkan awan.
Ia bergegas ke kantor kepala sekolah. Begitu ia masuk sudah ada Lintang disana.
"Selamat siang Pak maaf apa HP saya ada disini? " Tanya awan.
"Hn... Kamu lagi lain kali kalau lagi ulangan jangan bawa HP ke dalam kelas. Nih HP nya lain kali gak bapak pulangin loh. " Ancam Kepala sekolah.
"Makasih pak. " Ujar awan.
"Ya udah pak saya izin pulang dulu kalau begitu. " Lintang juga bergegas pergi meninggalkan ruangan kepsek.
"Lintang Kok pulangnya siang sih? " Tanya awan.
"Ya, kak tadi aku ngumpulin laporan tahunan OSIS ke kepsek jadi pulang nya telat deh. " Jawab nya.
"Oh, ya udah bareng aja yuk. " Ajak awan langsung menggandeng tangan Lintang tanpa menunggu persetujuan nya lagi.
O
O
O
"Mampir dulu kak. " Ajak Lintang.
"Gak mau orang tua Lintang galak entar gw di marahin lagi gara-gara Lintang telat pulang. " Goda nya.
"Orang tua aku lagi di bandung kak. Aku sendirian di rumah besok pagi baru aku nyusul ke sana sama paman aku. " Ujar nya dengan polos.
"Ya udah deh tapi sebentar aja yah. " Sahut awan mengekor di belakangnya.
Awan menempatkan duduk di sofa senyaman mungkin. Ketika Lintang datang dengan dua gelas sirup jeruk dan beberapa toples cemilan sebelum nya ia telah berganti seragam nya dengan kaos dengan kerahasiaan yang cukup longgar sehingga saat ia menunduk terlihat jelas gundukan buah dada nya yang ranum terbungkus bra itu menusuk mata awan yang sudah terlihat lelah dan mengantuk.
"Di minum kak. " Lintang duduk di samping awan.
"Heh, ya Terima kasih. " Khayalan awan buyar dan segera ia meraih gelas berisi sirup di hadapan nya.
"Heh, lu ada film bagus gak? " Awan menyusun rencana mesumnya.
"Oh, kakak mau nonton film. Ada sih cuma film drakor mau? "
"Heh, gapapa daripada gak ada hiburan. "
Lintang segera memutar video drakor nya dan benar saja film drakor yang di putar banyak menampilkan adegan ciuman. Sesuai dengan pikiran awan. Lintang salah tingkah saat adegan ciuman berlangsung.
"Gelisah banget kayak gak pernah gituan aja. " Goda awan yang kini sudah merangkul pundak lintang.
"Ihh... Apaan sih kak awan. " Pipi lintang merah saat awan mulai mendengus di telinga nya.
"Lu, kalau lagi salting lucu juga yah. " Awan mengecup pipi lintang.
Lintang hanya terdiam saja dan masih fokus ke layar televisi. Awan mendengus di leher lintang dan membuat bulu kuduknya meremang. "Geli kak... " Erang lintang yang kini menatap wajah awan.
Awan menunjuk bibir nya dan Mengetuk-ngetuk nya seolah memberi isyarat kepada lintang untuk menciumnya duluan. Lintang yang sudah terbawa suasana tanpa menunggu perintah lagi ia langsung melumat bibir awan dan memagutnya ia menyesap dalam-dalam bibir awan.
Tangan awan menarik tubuh lintang agar duduk di pangkuan nya. Dan kini lintang duduk di pangkuan awan ia menghadap kearah awan. Awan kembali menghisap bibir lintang dengan liar kini awan membuka kaos lintang hingga buah dada nya yang terbungkus bra menyembul di depan mata awan.
Awan mengarahkan tangan lintang untuk membuka kancing seragamnya. Kini mereka sama-sama sudah tak mengenakan baju. Awan meremas payudara lintang tanpa melepaskan ciuman nya. Kini bra lintang sudah terlepas mulut awan menjalar ke leher dan payudara lintang dengan liar ia menyesap dan menjilati putingnya bergantian. "Hmmppp... Kak... " Desah lintang mulai menikmati nya.
Tangan awan sudah menelusup ke vagina lintang dan mengusap nya. Lintang membelalakan mata nya. Ia segera meraih tangan awan. Dan segera beranjak dari pangkuan awan. Ia kini menangis dan menutupi tubuhnya dengan kedua tangan nya.
"Hiks, aku gak mau kak... Aku takut hamil. " Lintang terisak.
"Hn... Sorry gw kebawa perasaan. " Awan segera meraih kaos lintang dan mengenakannya. Dan ia pun kini menggunakan seragamnya.
Suasana hening mereka hanya tertunduk tanpa bersuara. Awan sudah mulai bisa mengatur hasrat nya dan kini ia berencana untuk pergi meninggalkan lintang.
"Maafin gw lin gw khilaf. " Awan memeluk tubuh lintang dengan erat.
"Hiks...lintang gak mau hamil kak. " Lintang kembali menekan kan Kata-katanya.
"Lu, gak bakal hamil percaya deh sama gw. " Awan kini mengecup kening lintang dan menyeka air matanya.
"Jangan sedih lagi yah. Entar cakep hilang loh. " Rayu awan sedikit membuat seutas senyum terpampang di wajah lintang.
"Gw balik dulu yah. Maaf buat kejadian tadi gw harap lu gak mengingat nya lagi. " Awan mengacak rambut lintang dan berdiri melangkah pergi.
"Kak, tunggu. " Lintang menahan tangan awan dan langsung mengecup bibir awan dengan lembut dan berlangsung cukup lama tangan lintang melingkar di leher awan dan tangan awan melingkar di pinggang lintang.
Jangan lupa vote
Dan komentar nya.
Di publikasikan
20 September 2020
Pukul 11.05 wib.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosa Disa (End)
Teen FictionWarning banyak adegan 🔞 Disa gadis impian para pria hidupnya Tenang-tenang saja sebelum bertemu dengan murid pindahan yang mulai mengubah dirinya untuk mengikuti nya.selalu memberi kejutan dalam setiap langkah nya selalu ada perhatian buat nya dan...
