Pagi sudah meninggi hari ini awan datang telat dan hanya dirinya yang terlambat. Ia di hukum untuk menyapu lapangan upacara. Kelas 11 IPA 1 menghadap langsung ke lapangan upacara disa dan jennie yang duduk di depan kelas sedari tadi memperhatikan tingkah awan yang terkadang menaiki gagang sapu seperti harry Potter dan berlarian kesana kemari lalu ia menyapu lagi saat pak iwan datang mengawasi.
Sejak ia putus dengan jennie dan di jauhi disa ia kembali menjadi seorang awan yang cuek dan sering datang telat karena ia memutuskan untuk tidak menggunakan mobil nya lagi untuk berangkat ke sekolah ia memilih untuk naik kendaraan umum. Karena ia bisa lebih bebas ia bisa makan bakso dan sop buah di kedai langganan nya.
Disa selalu memperhatikan gerak gerik awan dari tadi ia menoleh saat awan menatap nya rasa rindu yang tertahan membuat ia merasakan beban yang menyesakkan dada nya. Rindu ia akan tatapan nya dan cumbuan mesra dari awan. Rindu ia dengan luka-luka awan. Dan kecupan mesra sesudah nya.
Jam istirahat murid-murid seperti biasa berhamburan menuju kantin mereka sesekali membicarakan awan yang sedang berdiri di depan tiang bendera dengan posisi hormat dan menatap bendera yang berkibar di pucuk tiang.
Disa lewat di depan nya dan menatap wajah awan namun wajah dingin awan yang ia dapat. Tanpa membuang pandangannya awan masih menatap disa yang menghilang di balik gedung BK menuju kantin.
"Wan, minum dulu kasian gw sama lu dari pagi di hukum gak kelar-kelar. " Sheryl mengejutkan awan saat botol air mineral yang dingin menyentuh pipi nya.
"Hah, oh ya Makasih sher... " Awan meraih botol itu dan segera membuka dan meneguk nya dan hanya menyisakan setengah isinya.
"Yaudah gw balik ke kantin lagi yah.. "
"Sher, thanks ya air nya. " Awan tersenyum sambil mengangkat botol itu.
Sheryl mengacung kan jempol nya ke arah awan.
Beberapa saat kemudian jennie dan Alex lewat di hadapan awan. "Liat tuh, mantan kamu pantas aja ibu kamu gak setuju sama dia. Hahahaha... " Alex mengejek awan di depan jennie dan pergi menggandeng tangan jennie.
Awan kembali meneguk botol mineral di genggaman nya hingga habis isinya dan melempar masuk tepat ke tong sampah.
"Sher, tunggu... " Awan berlari kecil ke arah Sheryl dan menyamai langkah nya.
"Ada apa wan? "
"Thanks ya buat air mineral nya. "
"Oh, santai aja kali... "
"Sebagai Ucapan terimakasih gimana kalo lu gw traktir makan bakso di kedai langganan gw? " Ajak awan setengah memohon.
"Hmm... Oke deh tapi gw nebeng mobil lu ya. " Ujar nya.
"Gw gak bawa mobil naik angkutan umum aja ya. " Wajah awan memelas.
***
Awan memesan dua mangkok bakso dan es jeruk.
"Wan, kenapa lu putus sama jennie dah? Terus kok jennie bisa jadian sama Alex. " Tanya Sheryl penuh selidik.
"Hmm... Gapapa mungkin memang kita gak cocok aja kali. Dan kalo jennie sama Alex gw gak tau dah gimana ceritanya coba aja lu tanya langsung ke jennie. " Jawab awan sambil menyesap es jeruk.
"Hadeh... Pusing kepala gw di oper sana sini susah banget sih dapet jawaban yang pasti. " Sheryl memijit dahi nya.
Di tempat lain dirumah disa ia merebahkan malas tubuh nya di atas ranjangnya. Hanya awan yang selalu ada di pikiran nya. Rasa rindu nya semakin memuncak saat ia melihat pesan singkat dari awan beberapa hari lalu. Ia memandangi profil nya terpampang wajah tampan awan yang semakin menyiksa batin nya tak terasa air mata disa meluruh tak seharusnya ia mengacuhkan awan seperti ini karena kejadian itu juga bukan murni kesalahan awan. Ia juga bersalah karena sudah terlalu jauh masuk ke dalam hidup awan.
Keesokan harinya awan seperti biasa sedang bersandar di bawah pohon sambil memejamkan mata nya. Sementara disa yang sedang berjalan menuju kantin tak sengaja melihat awan yang sedang terlelap di bawah pohon itu. Lama ia memandangi awan dari kejauhan rasa rindu yang menggebu membuat ia memberanikan diri melangkah kan kaki nya menghampiri nya perlahan tapi pasti ia sudah sampai di hadapan awan kini rasa rindu itu sedikit terobati setelah ia melihat wajah awan yang sedang tertidur.
"Disa tunggu... " Seru awan yang sedari tadi memperhatikan disa dari balik bola mata nya yang terpejam.
Disa hanya menoleh dan kembali melangkah meninggal kan awan. Namun dengan cepat awan berdiri dan bergegas memegang pergelangan tangannya. "Tunggu dis, kenapa lu jauhi gw? Apa salah gw? " Awan menatap disa dengan penuh selidik.
"Lu, masih belum tau apa kesalahan lu? Setelah semua yang lu lakuin ke gw dan sekarang lu masih tanya apa salah lu? " Jawab nya ketus.
"Ya, gw minta maaf atas kejadian waktu itu? Tapi gw benar-benar kebawa suasana. " Awan membela diri.
"Gw gak tau wan semenjak gw kenal lu hidup gw jadi gak jelas. Gw selalu terlibat masalah lu. Gw capek wan gw pengen bebas gw pengen jadi disa yang dulu. Lu ngerti gak sih. " Disa menangis berjongkok di hadapan awan dan membenamkan wajahnya ke tangkupan tangannya. Suara nya serak tertahan oleh isak tangis nya.
"Maafin gw dis. Kalo udah bikin lu jadi begini gw gak bermaksud nyakitin lu. Mulai sekarang gw janji gak bakal ganggu lu lagi. " Awan ikut jongkok di hadapan disa. Ia mengusap kepala disa namun segera di tepis oleh disa.
"Jangan pernah ganggu hidup gw lagi. Anggap aja kita gak pernah kenal. " Disa bangkit dan menunjuk ke arah awan yang masih berjongkok dan pergi berlalu setelah menyusut air matanya.
"Ia gw janji gak bakal ganggu hidup lu lagi. " Jawab nya lirih bahkan nyaris tak terdengar dan tatapannya kosong mengiringi kepergian disa yang sudah hilang dari pandangan nya.
Disa meraih tas dan mengambil buku pelajaran dari dalamnya. Jennie yang melihat mata disa sembab merasa khawatir dan terlihat aneh karena ia jarang sekali melihat disa menangis.
"Lu, gapapa dis? " Jennie mengusap punggung disa. "Hmm... Gapapa, emang kenapa jen? " Disa balik bertanya.
"Mata lu sembab tuh lu habis nangis ya? Kalo ada masalah cerita aja ke gw. " Jennie menunjuk ke arah mata disa.
"Oh, ini gw tadi Kelilipan terus gw kucek jadi sembab. " Elaknya.
Jam pelajaran dimulai kembali saat pak candra guru bahasa Indonesia memasuki ruang kelas 11 IPA 1.
Next part 09 Agustus 2020
Pukul 18.30 wib
KAMU SEDANG MEMBACA
Dosa Disa (End)
Novela JuvenilWarning banyak adegan 🔞 Disa gadis impian para pria hidupnya Tenang-tenang saja sebelum bertemu dengan murid pindahan yang mulai mengubah dirinya untuk mengikuti nya.selalu memberi kejutan dalam setiap langkah nya selalu ada perhatian buat nya dan...
