Jiang YanLi terbangung dengan kepala pusing dan sedikit bingung. Matanya mengerjap cepat begitu merasakan cahaya yang cukup terang memasuki matanya. Sedikit sakit karena terlalu mendadak. Yang pertama dia lihat adalah langit - langit rumah berwarna putih kusam. Terlihat tidak terlalu terawat dengan kotoran yang menempel di beberapa bagian sudutnya.
Kepalanya menoleh, mendapati dirinya tertidur di sebuah ranjang lebar dengan kasur yang terasa sedikit keras membuat beberapa bagian tubuhnya sakit. Jiang YanLi berusaha mengingat - ingat apa yang sudah terjadi padanya dan ingatannya hanya sampai pada saat dirinya menjenguk Jin ZiXuan juga..
"A Xian...''
Jiang YanLi tersentak. Reflek bangun dari tidurnya, bertumpu dengan siku. Pusing langsung mendera karena terlalu cepat bangkit. Wanita itu memejamkan mata, menekan pangkal hidungnya hanya untuk sedikit mengurangi denyutan di kepalanya.
Begitu pening di kepalanya menghilang, Jiang YanLi kembali memindai tempat dimana dia berada sekarang. Dirinya tertidur di ranjang yang cukup besar meski rasanya tidak terlalu nyaman. Pakaiannya masih lengkap, bahkan mantelnya masih melekat di tubuhnya. Hal ini membuatnya mendesah lega. Ada meja kecil di samping ranjang. Hanya itu perabotan yang ada, selebihnya hanya ruangan luas dengan lantai keramik berwarna coklat yang untungnya bersih, setidaknya tidak seperti langit - langitnya dengan sebuah lampu menempel di atasnya.
Jiang YanLi berusaha mencari tas miliknya, ponselnya ada disana. Dia harus menghubungi orang tuanya kalau tidak mereka pasti khawatir. Namun sepanjang penglihatannya dia tidak menemukan benda yang dicarinya. Ruangan itu memang hanya ada ranjang dan sebuah meja kecil. Jiang YanLi akhirnya turun dari ranjang dengan hati - hati. Menemukan sepatu miliknya ada di dekat kaki ranjang, wanita itu segera memakainya.
Dengan langkah lebar, Jiang YanLi menghampiri pintu coklat yang tertutup rapat. Menarik gagangnya, namun pintu itu tidak bisa terbuka.
"Ada orang di luar?'' Jiang YanLi mengetuk keras daun pintu itu sembari sedikit berteriak saat bertanya.
"Buka pintunya!''
Teriaknya lagi. Jiang YanLi semakin keras mengetuk dan sesekali berusaha menarik gagang pintu dengan keras, tapi tetap saja daun pintunya tidak bergeming sedikitpun.
Jiang YanLi mulai panik, napasnya sedikit berat, karena itu dia tidak lagi menggedor daun pintu. Berpegangan dengan dua tangan pada pintu, wanita itu manarik napas dalam, menenangkan detakan jantungnya yang sempat meningkat karena panik.
Wanita itu kembali memikirkan kenapa dia bisa sampai berada disini. Saat di rumah sakit dia sedang duduk menunggui Jin ZiXuan setelah itu dia... Jiang YanLi tersentak kelopak matanya melebar begitu mengingat jika kondisi Jin ZiXuan saat itu sangat aneh. Waktu itu Jiang YanLi yakin melihat Jin ZiXuan sadar, menatapnya dengan mata merahnya, lalu dirinya seolah terlempar ke suatu tempat lain. Tempat dimana Jin ZiXuan kecelakaan lalu ada Wei WuXian disana.
Ya. Ada Wei WuXian disana. Jiang YanLi tidak tahu apa yang terjadi. Dalam pandangannya dia melihat Wei WuXian turun dari mobil Jin ZiXuan, setelahnya pria itu mengemudi dan membiarkan mobilnya meluncur, terjun bebas ke dalam air. Gambaran itu hanya sampai disitu setelahnya hanya gelap yang bisa diingatnya. Lalu kenapa sekarang dia terbangung di tempat yang tidak dikenalinya. Di sebuah kamar yang bahkan dia tidak tahu ada dimana. Lebih dari itu, Jiang YanLi bertanya - tanya, siapa yang sudah membawanya ke tempat ini dan sudah pasti, apa tujuan orang itu membawanya kesini. Menculiknya? Mungkin saja.
Menyadari kemungkinan dirinya diculik adalah hal yang paling mungkin membuat Jiang YanLi kembali memindai seluruh kamar di mana dia berada, jika dia tidak bisa keluar dari pintu dia harus mencari cara lain agar bisa keluar dari tempat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Soul that Wanders in Time
RandomWei WuXian baru menyadari bahwa jiwanya tidak sepenuhnya lengkap tanpa kehadiran Lan WangJi di hidupnya. Disc: MDZS by MXTX
