Bunyi dering telfon membuat Nisha hampir saja menjatuhkan sarapan yang dia bawa. Pasti yang menelfon sekarang adalah Fikri. Nisha sangat yakin itu karena sejak tadi Fikri tak berhenti menelfonnya. Ini sudah ke-10 kali Fikri menelfon.
"Gak ada sabar-sabarnya ni orang" gerutu Nisha.
"Halo.... lo udah siap belum"
"Udah ini gue mau sarapan dulu"
"Yaelah Nis masa sarapannya gak bareng kita" itu suara Bisma, berarti Bisma sudah berada di rumah Fikri.
"Nyokap gue ngomel-ngomel kalau gak sarapan di rumah, emang lo mau kalau gue gak jadi pergi"
"Jangan lah! Ya udah makan aja dulu ntar gue telfon lagi"
"Gak usah! Gue gak akan telat kok, asal lo tau tadi makanan gue hampir jatuh gara-gara lo nelfon" omel Nisha
"Oke deh sorry ya yaudah cepetan makannya"
Nisha langsung saja mematikan telfon sepihak, kedua orang itu memang tidak pernah bisa sabar.
🌠🌠🌠
Sekarang Nisha,Ara,Bisma,dan Fikri sudah berada di bandara. Mereka semua mengecek kembali barang-barangnya sebelum check in.
"Ya ampun Ra koper lo banyak banget" ucap Bisma sembari menggelengkan kepalanya.
"Tau tuh kayak kita mau liburan sebulan aja" sahut Fikri.
"Diem lo berdua kaga usah bacot!"
"Gimana semuanya udah lengkap kan?" Tanya Nisha
"Udah" jawab mereka serentak.
Mereka berempat pun berjalan menuju tempat check in. Pesawat yang mereka tumpangi adalah pesawat Garuda Indonesia. Namanya Ara pasti memesan yang paling sempurna.
"Kenapa gak ambil yang biasa aja Ra, perjalanan kita juga gak lama banget" ucap Nisha.
Ara mengunyah makanannya terlebih dahulu baru menjawab, "gue kebiasan pakai kelas bisnis jadi kalau pakai yang ekonomi gue kayak ngerasa aneh aja" jawabnya yang mengundang cibiran dari Bisma dan Fikri.
"Sombong amat"
"Iye deh neng jago"
"Pesawat kita masih satu jam lagi, kita mau duduk nunggu di ruang tunggu atau mau makan di louch"
"Makan-makan" jawab Bisma dan Fikri bersamaan.
"Oke"
Mereka pun berjalan menuju lonch, terdapat berbagai macam makanan di sana. Bisma dan Fikri sampai pusing mau mengambil apa.
Sementara di meja Ara sudah tertata berbagai macam makanan. Nisha sampai di buat geleng-geleng dengan sahabatnya yang satu ini.
Nisha sendiri hanya mengambil beberapa sncak karena memang tadi sebelum berangkat dia sudah sarapan berbeda dengan ketiga temannya.
"Ra" panggil Nisha.
Ara yang merasa terpangil mengangkat kepalanya dengan alis yang terangkat.
"Lo bisa ngabisin makanan sebanyak ini" bahkan makanan Nisha pun sudah tak bisa di simpan di atas meja itu.
"Bwiswa inwi mah mwasih sedwikit" balas Ara dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Habisin dulu tuh makanan di mulut lo" celetuk Fikri dengan membawa nampan berisi nasi dengan berbagai lauk.
Ara tidak mengubris ucapan Fikri dia lebih memilih untuk menghabiskan makanan di depannya.
"Tau gak ice creamnya bestt banget cuyy" ucap Bisma tiba-tiba.
Nisha mengeluarkan ponsel miliknya, "foto dulu yuk" ajaknya.
"Eh bentar-bentar ngelap sisa ice cream dulu" seru Bisma.
Fikri menyimpan nampannya di meja Bisma, lalu Ara mengelap cepat sisa makanan di bibirnya.
Nisha sudah mengeset camera ponselnya, "1....2....3...."
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Cekrek
"Liat-liat"
"Gue dulu woy yang liat"
"Gue duluan...."
Seperti biasa semua berebutan untuk melihat hasil foto lebih dulu.
"Ahh hapus nii hapuss muka gue jelek" seru Ara.
"Jangan lah! Muka gue di situ keren" ucap Fikri tak terima.
"Nahh lo post yang ini ae bagus ni" sahut Bisma tapi justru di tentang oleh Ara dan Nisha karena muka mereka pada saat itu jelek.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menambah foto sebanyak mungkin. Dan ternyata dari berpuluh-puluh foto yang di ambil hanya 5 foto saja.
Setelah berfoto ria, Ara melanjutkan makannya, Bisma pun juga begitu melanjutkan makan ice creamnya sambil bermain game online,Fikri yang sedang memakan makanannya sambil siaran langsung dan Nisha yang sedang sibuk memotret makanannya untuk di masukan ke ig story

KAMU SEDANG MEMBACA
Superstar (SELESAI)
Teen FictionPernah gak kalian selalu haluin bias atau pun idola lain jadi pacar atau bahkan pendamping kalian seumur hidup? Pernah kan Kalau pernah ini adalah kisah yang cocok untuk kalian baca hihi Tidak banyak yang dapat aku sampaikan di deskripsi ini langsun...