Part 38

562 31 0
                                    

WARNING!!!


TYPO BERTEBARAN DIMANA-MANA




~selamat membaca semua dan maafkan typo-typo yang ada ya~


1 minggu setelah kejadian itu Nisha mulai menjalani kehidupannya seperti biasa. Terkadang dia tinggal di apartemen bersama Ara, kadang juga jika merasa bosan Nisha akan kembali ke rumahnya.

Selama itu pula Rakhan juga semakin sering pergi bersama Bisma dan Fikri, ketiganya selalu saja bersama. Jika di tanya apakah Rakhan melakukan itu dengan senang hati jawabannya adalah tidak. Jika dapat memilih Rakhan akan memilih untuk tidak selalu bergabung dengan mereka berdua. Ini semua di lakukannya karena terus mendapat paksaan dari keduanya.

Kelas pertama Nisha baru saja selesai, Nisha mengambil kesempatan istirahatnya untuk pergi ke mushola dekat kelasnya. Di tengah perjalanan menuju mushola Nisha bertemu dengan Ara. Mereka berdua memang mengambil jurusan yang berbeda.

"Lah Nis udah kelar semua kelas?" Tanya Ara heran.

Nisha menggeleng, "baru kelas pertama yang selesai ini mau shalat bentar terus balik lagi" jawabnya.

"Ohh kirain udah kelar, cemburu gue kalau lo cepet pulang ntar harus nunggu gue ya lo!" Tegas Ara.

"Iyaa Araa maniss" balas Nisha kemudian pamit agar tidak terlambat masuk kelas kedua.

Saat berada di luar mushola Nisha lagi-lagi di kejutkan dengan suara bass yang di dengar di belakangnya.

"Lo Nisha kan?"

Merasa namanya terpanggil Nisha pun membalikkan tubuhnya, dan melihat tubuh gagah dan tinghi di hadapannya, dan ternyata dia adalah Rakhan teman dekat Bisma dan Fikri.

"Iya"

"Lo kalau mau shalat pakai mukenah punya lo sendiri, saran gue aja sih soalnya mukenah-mukenah di dalam sana jarang banget di cuci" ungkap Rakhan.

"Ohh ya makasi" balas Nisha seadanya kemudian menjulung masuk ke dalam mushola itu.

Tak lama Ara menyusul Nisha dan cukup kaget mengetahui ada Rakhan di sana.

"Niss woyy tungguin" jerit Ara.

"Woy ini itu mushola jangan teriak-teriak kayak itu" tegur Rakhan.

"Iya-iya sorry gue salah" ucap Ara kemudian ikut masuk menyusul Nisha.

Selepas shalat keduanya berjalan bersama menuju kelas masing-masing.

"Bukannya tadi lo ada kelas Ra" sahut Nisha.

"Iya ada tapi si dosennya gak masuk jadi free deh" jawab Ara.

"Ohh gue kira lo gak masuk kelas lagi"

"Enak aja gue udah insaf tau"








🌠🌠🌠







"Woy si Rakhan ngajakin kita makan di cafe nih"

Sontak ucapan tersebut membuat yang lainnya menatap Rakhan. Rakhan yang memgerti mereka ingin memastikan pun hanya menganggukan kepalanya.

"Dalam rangka apa?" Tanya Ara.

"Hari jadian dia" celetuk Fikri sembarangan.

"Kaga elah! Gak dalam rangka apa-apa cuma pengen bagi rejeki aja"

"Mau ikut gak?" Tanya Bisma pada Ara dan Nisha.

"Gue sih ngikut sama Nisha aja" jawab Ara.

"Lah kok, kalau lo mau ikut sama mereka ikut aja gak apa-apa"

Superstar (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang