Pintu apartemen candy kembali tertutup setelah terbuka. Ia cukup bingung ketika melihat lampu apartementnya menyala. Apakah Ia lupa mematikan lampu sebelum pergi?
Dengan perlahan candy masuk lebih dalam ke apartement dan memikik kaget ketika seseorang yang sedang berada di dapurnya lebih dulu memekik.
"Hya! Ahh.. Kau mengaggetkan ku" ucap Heechul dan melepaskan earphone dari telingannya.
"Aku? Aku mengaggetkan mu?"
"Oo.. Aish.. Jantung ku hampir saja melompat keluar. Harusnya kau kabari kalau akan pulang" omel Heechul.
Candy terperangah mendengar semua omelan Heechul. Ia bahkan merasa seperti sedang salah apartement. Apakah Ia menjual apartementnya sendiri lalu dia hilang ingatan?
"Kau darimana saja ha? Kalau ponsel mu rusak apa tidak menghubungi dengan ponsel lain. Sekali lagi kau seperti ini ku patahkan kaki mu"
"Oppa.. Kenapa kau terus memarahi ku?"
"Ya karna kau salah.. Kau benar-benar berusaha untuk membunuh ku ha? Sekarang juga jam berapa? Kenapa pulang selarut ini sendirian?! "
Candy bertolak pinggang. "Oppa.. Bukankah harusnya aku yang bertanya? Ini jam berapa sampai oppa ada di sini dan bagaimana kau bisa menerobos masuk kesini? Bukankah harusnya kau memberikan ku penjelasan dulu sebelum mengomeli ku?"
"Oh..itu hmm.. Aku punya kunci apartemen mu" ucap Heechul dan menunjuk kartu yang ada di atas meja dekat sofa.
"Bagaimana caranya?"
"Aku mengambilnya saat wooki di sini"
"Wah.. Apa kau sedang mengakui pencurian?" tanya Candy
"Hya.. Aku kim hee chul apa memangnya yang akan aku curi?"
"Ya..benar kau kim Heechul satu-satunya mahluk di bumi ini yang tidak pernah salah. Sia-sia berdebat dengan Kim Heechul " ucap Candy dan berjalan menuju meja rianya. Ia meletakan tasnya di atas sana.
"Kau dari mana saja?" tanya Heechul
"Aku ada urusan" jawab candy
"Urusan apa?"
Candy menatap Heechul dengan tegas.
"Bukan urusan oppa.."
Heechul berdecak dan akan mengomel lagi namun Ia urungkan.
"Kau sakit?" tanya Heechul
"Aku sehat"
Heechul mengangguk. "Syukurlah.. Apa kau sedang ada masalah?" tanya Heechul
"Tidak.. "
Heechul mengangguk lagi. "Kau bisa bercerita padaku kalau ada yang mengganggu mu."
"Aku bilang tidak ada"
"Hmm.. Tapi ekpresi mu berbohong. Kau terlihat cemas dan tidak baik" ucap Heechul
Candy memutar bola matanya. Bagaimana bisa Heechul mengatakan seperti itu. Jika selama ini saja Heechul bisa tertipu olehnya.
"Aku memang begini.. Beginilah aku yang sebenarnya. Candy yang manis adalah sosok yang aku buat untuk mendapatkan hati oppa.." ucap Candy
"Lalu kau tidak ingin melakukannya lagi?"
"Aku sudah mendapatkan hati oppa. Kata oppa, oppa akan membuat ku menyukai oppa bukan? Ini sifat asli ku apa oppa masih menyukainya?" tanya Candy dan berjalan menghampiri Heechul.
Heechul tak menjawab Ia hanya terus menatap candy yang mendekat.
"Apa lee sooman meminta mu menjauhi ku?" tanya Heechul dengan tatapan mata yang menatap candy tepat di dalam mata candy.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bitter Candy
FanfictionMenjadi kekasih seorang Idol merupakan mimpi dari banyak wanita. Bahkan sebagian dari mereka merasa tak perlu menjadi kekasih cukup dapat melihat mereka dari jauh saja sudah merupakan kebahagian. Sebagian dari mereka pun dengan tulus mendukung sang...
