Setelah jawaban dari Arumi, acara selanjut nya di laksanakan nya pemberian seserahan yang telah di bawa rombongan calon mempelai laki laki. Acara yang di tunggu tiba.
"Selanjut nya adalah pertukaran cincin" ucap pembawa acara
Danish maju ke backdrop dengan menembawa cincin itu. Billal mengambil cincin yang di serahkan oleh Danish, dan menyematkan nya ke jari manis tangan kiri Arumi, semua orang bertepuk tangan, sinar flash kamera berkedip di depan mereka, para photographer memotret kejadian itu. Arumi mengambil pasangan cincin yang telah tersemat di jari nya dan menyematkan nya ke jari Billal.
"Aduh temen gua tambah cantik setelah pakai cincin itu" ucap Nasyifa menghampiri kami
Saat ini acara penutup, para tamu undangan sedang menikmati hidangan itu.
"Yok kita foto!" ucap Nasyifa menarik tangan Arumi dan Billal
Nasyifa mengangkat ponsel nya setinggi tinggi nya, agar sejajar dengan Billal yang tinggi nya masyaallah luar biasa tinggi.
"Deket lagi dong Arumi Billal" ucap Nasyifa mendorong Arumi ke arah Billal agar lebih dekat
"Bukan mukhrim" ucap Billal dengan sedikit menjauh
"Haelah.. Besok mau nikah, tanggung lah, lagi pula lo tadi kan pegang tangan Arumi pas berlutut, kenapa ini pada gak mau?" ucap Nasyifa menggelengkan kepala
"Yah itu di suruh orang tua gua" ucap Billal dan Arumi serempak tanpa di sadari
Mereka berdua langsung menatap satu sama lain, mereka bingung kenapa bisa sama dan mengatakanya sekompak itu
"Ciee.. Kalian itu emang jodoh.. Jadi jangan nolak untuk jatuh cinta" ucap Nasyifa
"Ckrek.." suara ponsel Nasyifa memotret mereka berdua tanpa di sadari, dimana saat mereka berhadapan.
"Syifa.. Jangan di foto dong.. Hapus!" ucap Arumi mencoba mengambil ponsel di tangan Nasyifa
"Enak aja.. Ini kenang kenangan loh." ucap Nasyifa dan langsung berlari ke meja nya
"Iisst!! Nyebelin.. Awas aja lo!" ucap Arumi mencoba mengejar Nasyifa
Tiba tiba ada sesuatu yang menghentikan langkah nya, satu kata yang membuat terdiam.
"Memang benar itu kenangan, jika pernikahan kita nanti berakhir maka cuma itu yang kita miliki" ucap Billal yang masih berdiri di samping nya
Arumi langsung menoleh ke Billal, entah apa yang di pikiran Arumi, setelah mendengar kata itu, apa benar mereka nanti akan mengakhiri hubungan dengan cara yang sangat di benci tuhan.
Billal langsung pergi ke salah satu sudut halaman belakang itu yang sudah di kerumuni orang, mereka adalah teman teman Billal.
"Ya sudah lah.. Kenapa aku harus takut untuk bercerai.. Mungkin itu lah yang terbaik setelah kami menikah nanti" ucap Arumi dengan menatap Billal yang sedang berbincang dengan teman teman nya
"Tapi kenapa rasa nya sakit ya?" ucap Arumi mengelus dada nya, dan tiba tiba air mata nya meluap dan membuat satu titik air terjatuh.
****
[Kamar Arumi]
Arumi duduk di tempat tidur nya, ia merenungkan semua hal yang akan terjadi besok.
"Apa sebaik nya aku akhiri semua nya hari ini? Agar semua tak terlambat di kemudian hari?" ucap Arumi dalam hati
"Dari pada keluarga ku menanggung malu karena Billal akan menceraikan ku setelah menikah, jadi apakan aku akan mengakhirinnya saja?" ucap Arumi dengan menggigit bibir bawah nya
"Tapi jika aku mengakhiri hubungan di tengah pernikahan, keluarga ku akan mengalami malu yang sama"
"Ya allah aku harus berbuat apa?!" ucap Arumi menukul mukul kepala nya
Tiba tiba ponsel nya berbunyi, seseorang menelpon nya selarut ini, saat ini sudah pukul 23.50
"Siapa ni orang?" ucap Arumi dengan memencet tombol hijau di ponsel itu
"Halo, siapa ya?" ucap Arumi setelah mengangkat panggilan itu dan menempelkan nya ke telinganya
"Lo gak usah khawatir, tenang aja, gua gak akan ceraiin lo secepat itu, gua gak sejahat itu, jadi kita coba jalani sebentar, jika masih ada ke cocokan dan bisa bertahan lama, maka akan aku jalani semua nya" ucap seseorang di telepon
"Billal?!" ucap Arumi terkejut
"Hm, sudah ya.. Gua mau tidur, lo juga lebih baik tidur besok hari besar untuk keluarga kita" ucap Billal dan langsung mematikan panggilan itu
"Kenapa ni orang bisa tau?!" ucap Arumi dan langsung berdiri dari tempat tidur nya
Arumi mengecek setiap sudut kamar, mencari hal yang tidak mungkin.
"apakah ada orang yang meletakan cctv di sini?!" ucap Arumi berkeliling di kamar itu.
👑👑👑
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [END] ✔
Romance[Follow dulu sebelum baca] Belum revisi!! Nikah? Lewat perjodohan? Itu yang harus mereka alami. Ini cerita kehidupan pernikahan mereka. Kata semua orang, cinta karena paksaan tak akan bertahan lama, cinta karena perjodohan itu rapuh, entah apakah it...
![Perjodohan [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/245751624-64-k329190.jpg)