25. telat ✔

7.6K 162 40
                                        

"Rum tunggu gua di rumah ya, gua mau pergi sebentar ada pekerjaan mendesak" ucap Billal memegang pundak Arumi

"Kan kata abi dan papa semua pekerjaan mereka yang urus, kenapa sekarang ada urusan mendesak?" ucap Arumi bingung

Saat itu sekitar pukul 17.39 sore menjelang malam, dan waktu itu sudah mendekati magrib. Arumi dan Billal berdiri berhadapan di sudut pintu kamar.

"Ini bukan pekerjaan restoran, tapi pekerjaan pribadi" ucap Billal mencium tangan kanan Arumi

"Lo punya istri lagi ya?" ucap Arumi dengan nada selidik seperti detektif

"Iiisst!! Mana mungkin lah! Ngawur!" ucap Billal kesal

"Ya apa lagi kalau bukan itu?" ucap Arumi seakan ada nada cemburu menggebu

"Tolong percaya pada ku, ini sebatas pekerjaan pribadi kita" ucap Billal mencium puncak kepala Arumi

"Iya iya, awas aja ya kalau lewat pukul 19.30!! Kita gak jadi!!" ancam Arumi dengan mata melotot

"Lo kepengen yaa?? Ayo ngaku!!" ucap Billal tersenyum lebar

"Kagak lah!" ucap Arumi memalingkan tubuh nya ke arah lain

"Lo itu mau kan pegang perut nih?" ucap Billal dengan terkekeh dengan menunjuk nunjuk gumpalan di perut nya

"Iisstt!!" ucap Arumi berjalan menjauh

"Udah udah gak usah ngambek ya, aku usahain biar pulang awal" ucap Billal mendekap tubuh Arumi dari belakang dan mencium singkat leher jenjang istri nya itu.

👑👑👑

"Iih nyebelin!! Lama kan jadi nya!!" ucap Arumi duduk di atas tempat tidur

Saat itu sudah pukul 21.30 malam, Billal telah terlambat, bahkan sudah sangat sangat terlambat.

"Udah deh gua duluan tidur aja, masa bodoh kalau dia ngambek, salah siapa terlambat!!" ucap Arumi dan tidur menyamping ke kanan sambil memejamkan mata

Arumi menutup tubuh nya dengan selimut tebal hingga sampai ke leher nya, ia mulai memasuki alam mimpi.

"Na na nana na" suara seseorang melewati lorong kamar dengan suara kecil

Orang itu membuka pintu sambil membawa sesuatu di tangan nya. Saat itu semua orang sudah tidur.

"Lah kok tidur sih!!?" ucap Billal masuk ke kamar itu

Ia menutup pintu kamar dengan pelan, dan berlari menuju tempat tidur.

"Rum... Bangun dong!!" ucap Billal berbisik di telinga Arumi

"Ayo dong rum!! Aaghh masa di tinggal tidur nih!"ucap Billal dengan memeluk tubuh Arumi

" rum... Please bangun!!" ucap Billal menggoyangkan tubuh Arumi pelan

Billal meniup telinga Arumi, hal itu membuat ia terbangun dan mimpi itu mulai bubar di pikiran nya.

"Iiihhh!! Salah siapa telat!!!" bentak Arumi dengan memukul pelan Billal menggunakan bantal nya.

"Kan telat nya cuma dikit" ucap Billal dengan duduk berhadapan dengan Arumi di atas tempat tidur

"Dikit dari mane?!!! Udah dua jam lo telat!!" ucap Arumi kesal

"Satu.. Du-a.., ooh Iya" ucap Billal menghitung angka di jam dinding di hadapan nya

"Tu kan lo aja kagak inget udah jam berapa!!" ucap Arumi dengan nada tinggi

"Hehe iya maaf maaf sayang, kan ada urusan, nih aku bawain ini sebagai permintaan maaf ku" ucap Billal memberikan hadiah yang dari tadi ia pegang

Buket bunga mawar merah yang sangat indah. Buket itu berbungkus hitam, dengan puluhan bunga mawar merah segar yang di dekap nya.

"Gak butuh!! Kembaliin aja sama penjual nya!! Gua gak mau!" ucap Arumi dengan langsung melentangkan tubuh nya kembali ke tempat tidur dan memejamkan mata

"Ayolah istri ku, sayang ku, cintaku, belahan jiwa ku, tolong maafin suami biadab ini" ucap Billal dengan merengek seperti bayi

"Untung nyadar" gumam Arumi yang masih memejamkan mata seakan tak mendengar apa pun.

"Rum.. Please dong, maafin aku" ucap Billal dengan memegang tangan kanan Arumi dengan sesekali mencium punggung tangan nya.

Arumi hanya diam, tak berkutik sedikitpun, ia tetap tidur dengan santai membelakangi suami nya itu.

"Hmm" ucap Billal seakan berfikir

Billal menidurkan tubuh nya mengarah punggung Arumi yang sedari tadi membelakangi nya. Ia membelai halus tubuh di depan nya itu. Dan Billal memeluk tubuh Arumi agar mendapat maaf dari nya, namun di balik pelukan itu ada maksud lain di dalam nya.

"Iihh!! Nakal tangan lo!!" ucap Arumi menepis tangan Billal yang sangat nakal itu

"Hehe, gak apa apa lah" ucap Billal terkekeh dan langsung melanjutkan kegiatan yang sudah ia mulai

"Udah!!!" bentak Arumi kesal

"Yuk Rum" ucap Billal dan mendekap tubuh Arumi dari belakang dengan semakin erat seakan telah di rekatkan dengan lem super yang membuat mereka tak bisa lepas.

"Gak boleh tau!!" ucap Arumi mencoba melepaskan pelukan itu

"Hmm marah allah kalau gak nurut sama suami" ucap Billal dengan berbisik di telinga nya yang sangat dekat dengan wajah nya itu.

👑👑👑

Perjodohan [END] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang