[Follow dulu sebelum baca]
Belum revisi!!
Nikah?
Lewat perjodohan?
Itu yang harus mereka alami.
Ini cerita kehidupan pernikahan mereka.
Kata semua orang, cinta karena paksaan tak akan bertahan lama, cinta karena perjodohan itu rapuh, entah apakah it...
"Kan kamar kamu kamar Arumi juga" ucap Danish menepuk pundak anak nya
"Ayo bibi cantik, biar Alim yang antar" ucap seorang anak kecil menarik tangan Arumi
Arumi mengikuti langkah anak kecil itu, mereka menuju kamar lantai dua yang berada paling ujung. Di belakang Arumi di ikuti sinta dan Renata-kakak prempuan Billal.
Saat sampai di depan pintu kamar itu, mereka mengatakan sesuatu yang membuat Arumi terkejut.
"Alim.. Cepat tidur ke kamar mu" ucap Renata kepada anak nya itu
Tanpa bantahan, Alim langsung berlari ke sebuah kamar yang tak terlalu jauh dari kamar Billal.
"Arumi.. Tunggu saja Billal di kamar nya, sebentar lagi dia akan datang" ucap Sinta
"Nikmati malam pertama kalian ya" ucap Renata dengan tersenyum
Hati itu bagai di jatuhi bom yang lebih dasyat dari bom hiroshima dan nagasaki, serentak seluruh tubuh nya tak bisa bergerak, kata kata itu membuat ketakutan tersendiri.
Sinta dan Renata meninggalkan Arumi yang masih terdiam seperti patung itu. Setelah mereka pergi, Arumi masuk ke kamar itu dan berencana bersembunyi di dalam kamar mandi.
Keadaan yang sama terjadi saat Billal berdiri di ruang keluarga bersama Danish, Devan-kakak ipar Billal, dan Dzaki-adik Billal.
"Kau taukan apakah yang akan kami bicara kan?" ucap Danish menggoda anak nya
"Apa bi?" ucap Billal bingung
"Aduh adik ipar ku ini terlalu polos bi" ucap Devan menggelengkan kepala nya
"jadikan malam yang panjang" ucap mereka membawa teka teki di antara mereka
"Apa?" ucap Billal lagi
"Buat anak di malam pertama" ucap Devan dengan terus terang
"Astajim!" ucap Billal terkejut, dan tak menyangka apa yang mereka bicara kan itu
"Kak kasih gua keponakan yang lucu ya" ucap Dzaki yang menepuk dada bidang Kakak nya itu
"Sudah cepat ke sana, istri mu menunggu" ucap mereka mendorong Billal
"Kalian ini!" ucap Billal dengan cemberut
"Atau kamu mau tanya sesuatu tentang-" ucap Devan
"Udah..udah.. Jangan gitu!" ucap Billal kesal memotong kata kata Devan
"Haelah.. Itu kan istri kakak, kenapa harus-" ucap Dzaki tiba tiba
"Terserah deh" ucap Billal memotong semua pembicaraan dan langsung pergi ke kamar nya
Saat masuk ke kamar itu, keadaan gelap dan sunyi, bagaikan tak ada satupun orang. Billal menoleh ke segalah arah untuk memeriksa.
"Arumi belum ke sini?! Udah lah lebih baik gua sembunyi ke kamar mandi" ucap Billal dengan suara pelan, menuju kamar mandi nya
Kejadian dalam waktu yang sama di alami Arumi yang dari tadi telah bersembunyi di kamar mandi itu.
"Billal belum ada nih, gua ambil ponsel gua dulu ah" ucap Arumi menempelkan telinga nya ke pintu, dan langsung mencoba membuka kunci pintu kamar mandi itu.
Mereka berdua memegang gagang pintu kamar mandi di sisi berlawanan.
Satu
Dua
Tiga
"Astaghfirullah!!!" teriak mereka serempak bagai ketemu setan
Mereka menatap wajah nya satu sama lain, mereka terkejut, padahal ingin bersembunyi tapi sudah terlanjur ketahuan.
"Lo lagi apa di kamar mandi?" ucap Billal
"Ee-h ganti baju" ucap Arumi
Arumi memang sudah tak memakai gaun lagi, ia memakai baju tidur berwarna hitam.
"Apa ni orang mau gitu?!!" ucap Billal dalam hati berprasangka buruk
"Ni orang nyariin gua, untuk ajak-?!!" ucap Arumi dalam hati menatap wajah Billal dengan tatapan simis
"Permisi gua mau ganti baju, gerah" ucap Billal yang masih menggunakan jas
Billal langsung masuk ke kamar mandi itu dan mengunci pintu rapat rapat.
"Astaga!!! Gimana nih?!!" ucap Arumi panik dengan tatapan nanar
Tapi kepanikan nya itu berhenti seketika karena melihat tumpukan hadiah di sudut kamar, ia teringat janji Nasyifa.
"Mana ya hadiah Nasyifa?" ucap Arumi mencari di tumpukan itu
"Nah ini dia! Tapi kok kecil?" ucap Arumi memegang kotak hadiah berbungkus merah dengan ukuran sedang
Arumi langsung membuka nya, tapi isi nya sangat mengejutkan, isi nya adalah lingerie merah merona, atau sering orang sebut dengan gaun tidur. Di situ juga ada sepucuk surat dari Nasyifa.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Arumi membuka surat itu, dan membacanya.
"Hal yang paling mahal menurut ku adalah seorang anak, jadi beri aku keponakan yang menggemaskan ya Arumi" isi surat itu
"Aduh!! Kurang ajar temen gua! Nyebelin!!" ucap Arumi melempar lingerie merah itu ke lantai
"Ceklek" bunyi pintu kamar mandi terbuka
"Aduh, harus sembunyiin nih!!" ucap Arumi panik dan mengambil lingerie merah itu dan memasukan nya ke kotak, ia menutup nya rapat rapat.