"Nasyifa!" panggil Arumi saat melihat sahabat nya
"Ngapa lu ngajak gua ketemuan?" ucap Nasyifa dengan duduk di kursi di samping Arumi
"Lo mau jodoh cowok cakep kagak?" ucap Arumi
"Mana? Mau Gua!" ucap Nasyifa semangat
"Tunggu dia dalam perjalanan" ucap Arumi menatap pintu mall menunggu Leo
"Pekerjaan nya apa rum?" ucap Nasyifa
"Desainer" ucap Arumi tersenyum melihat raut kebahagiaan teman nya yang selama ini selalu jomblo
Beberapa menit berlalu, hal itu membuat Nasyifa dan Arumi bosan. Mereka beranggapan mungkin Leo tidak jadi datang.
"Lama amat dah!" ucap Nasyifa memainkan ponsel nya
"Iya nih, jadi kagak dah?!" ucap Arumi kesal
"Dah kita pergi belanja aja yuk?" ucap Nasyifa berdiri dari tempat duduk nya
"Nah itu orang nya!" ucap Arumi menunjuk Leo yang berjalan menuju mereka berdua
"Gila!! Ganteng cuk!" ucap Nasyifa dengan mulut terbuka
"Sikat!" ucap Arumi tertawa
Nasyifa merapikan pakaian nya. Ia sesekali berkaca di ponsel nya agar terlihat sempurna.
"Leo cepet sini! Nih gua kenalin temen gua" ucap Arumi melambaikan tangan ke arah Leo yang masih mencari keberadaan Arumi di tempat mereka janjian.
"Nama gua Leo" ucap Leo menjulurkan tangan nya sambil tersenyum
"Na-ma gua Nasyifa" ucap Nasyifa membalas jabatan tangan itu
"Duduk dulu" ucap Arumi tertawa geli melihat dua insang yang sedang jatuh cinta ini
"Iya iya" ucap Leo dan duduk pada kursi di depan Nasyifa
Mereka diam, tak ada yang bicara, mungkin merasa canggung dengan keberadaan Arumi yang bagaikan nyamuk.
"Udah udah kalian ngobrol aja, gua mau ke toilet dulu" ucap Arumi terkekeh
Arumi berjalan menuju toilet umum mall itu. Saat itu sedang hujan rintik rintik pada jam 09.21 pagi.
"Lo itu artis ya? Soal nya gua pernah liat lo" ucap Leo tersenyum pada Nasyifa
"Iya, film gua juga baru tayang kemarin" ucap Nasyifa membalas senyuman itu
"Iihh manis banget dah ni cewek!" ucap hati Leo yang bergejolak bagaikan api
"Ooh ya? Yok kita nonton" ucap Leo
"Oke, yuk!" ucap Nasyifa semangat
Walaupun Nasyifa sudah menonton film nya itu, kalau di ulang, pasti bosen. tapi kalau di temanin sama laki laki tampan seperti Leo, gak akan terasa bosan.
"Gua ajak Arumi dulu ya" ucap Leo dan berjalan menuju wc menunggu nya di sana.
"Lah? Kok ajak Arumi sih?" ucap Nasyifa kesal di hati nya
"Gua aja" ucap Nasyifa dengan nada pasrah
"Itu fens lo udah nunggu, cepet samperin" ucap Leo sambil menunjuk kerumunan orang menatap dan mengambil foto Nasyifa dari kejauhan.
"Oke deh" ucap Nasyifa berjalan menuju kerumunan itu yang berada di depan bioskop
Saat Nasyifa pergi, Leo berjalan menuju toilet, ia berdiri di sekitar pintu toilet itu. Semua orang aneh melihat Leo di sana, seorang laki laki berdiri di sekitar toilet perempuan, bagaikan laki laki brandal yang ingin mengintip perempuan, semua orang menatap simis, namun Leo menyikapi dengan acuh.
"Pak maaf kenapa di sini?" ucap satpam menghampiri Leo
"Nunggu temen" ucap Leo singkat dengan menatap lorong toilet itu
"Jangan membuat semua pengunjung tidak nyaman pak, bapak bisa tunggu di sana saja" ucap satpam itu menunjuk sudut kiri dekat toko buku.
"Nah itu temen gua pak" ucap Leo menatap Arumi berjalan keluar
Arumi melihat teman nya yang berdiri di sana segera menghampiri nya.
"Kenapa lo di sini?" ucap Arumi
"Mau ngajak lo nonton" ucap Leo saat itu
"Ayo, lagi pulakan lo bisa tunggu gua di sana aja" ucap Arumi
"Takut lo lupa jalan" ucap Leo dengan terkekeh
"Kagaklah! Ngawur lu!" ucap Arumi
Arumi tau bahwa Leo tidak nyaman jika nonton cuma berduaan dengan Nasyifa.
Arumi dan Leo berjalan menuju bioskop nya, Nasyifa sudah menunggu di sana. Nasyifa sedang sibuk mengurus penggemar nya di sana. Namun Arumi tak melihat ada papan petanda lantai licin berada di depan nya, hingga ia melintas begitu saja.
"Aah!" teriak Arumi yang seketika terpeleset karena menginjak lantai yang masih basah.
Dengan sigap Leo menangkap Arumi yang hampir terjatuh. Ia menopang dengan kedua tangan nya.
"Hati hati dong" ucap Leo yang masih memegang tubuh Arumi agar tidak terjatuh
"Makasih, gua emang ceroboh" ucap Arumi sambil terkekeh kecil
"Cekrek!" tiba tiba seseorang mengambil foto mereka itu tanpa izin lalu langsung pergi begitu saja.
"Makanya banyak banyak minum, bukan banyakin makan" ucap Leo dengan tertawa
"Iya iya, gua kurangin deh makan nya" ucap Arumi
"Udah yok" ucap Leo membantu Arumi kembali berdiri
"Yuk"
Mereka berjalan menuju bioskop itu. Ia melihat Teman nya yang sedang berfoto dengan para penggemar nya, untung saja Nasyifa membawa bodyguard nya jadi ia tetap aman.
"Yok masuk!" ucap Nasyifa yang sudah membeli tiket
Nasyifa berjalan paling depan, di ikuti Leo, dan samping Leo adalah Arumi.
"Bagus bagus ya film nya?" ucap Leo menatap deretan poster film di sana.
"Iya dong" ucap Arumi bangga
Leo sesekali bercanda dengan meniup niup rambut panjang Arumi, merangkul, mendorong, dan segala hal sewajar sebagai teman dekat. Namun jika di lihat dari segi lain semua orang akan bertanggapan berbeda.
"Cekrek!" seseorang mengambil foto mereka berdua lagi tanpa di sadari
👑👑👑
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [END] ✔
Romance[Follow dulu sebelum baca] Belum revisi!! Nikah? Lewat perjodohan? Itu yang harus mereka alami. Ini cerita kehidupan pernikahan mereka. Kata semua orang, cinta karena paksaan tak akan bertahan lama, cinta karena perjodohan itu rapuh, entah apakah it...
![Perjodohan [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/245751624-64-k329190.jpg)