22. malam terindah ✔

13.4K 197 12
                                        

"Ngapain lo di kamar gua?" ucap Arumi yang baru selesai membersihkan diri di kamar mandi.

Saat itu pukul 18.30 sore menjelang malam, awan yang masih terlihat menjingga bertebaran di langit saat itu.

"Ada deh" ucap Nasyifa membawa kantong plastik besar masuk ke kamar Arumi dan Billal

"Jangan rahasia rahasiaan deh" ucap Arumi dan memakai baju tidur nya.

"Hmm nanti juga tau" ucap Nasyifa

"Mana Billal?" ucap Arumi dan memoles wajah nya dengan bedak tipis.

"Gua di sini" ucap Billal yang seketika masuk ke kamar itu

Billal sudah mengganti pakaian nya dengan kaos hitam dan celana pendek berdasar kain, ia sudah mandi di kamar mandi tamu.

"Kalian keluar dulu ya" ucap Nasyifa mendorong tubuh Arumi ke arah luar kamar

"Lo mau ngapain?" tanya Billal yang sama tak tau apa apa

"Lo juga gak tau?" ucap Arumi menatap Billal

Billal menggeleng pelan, pintu kamar di tutup rapat rapat. Tak ada satupun celah untuk mengintip apa yang sedang di lakukan Nasyifa di dalam sana.

Mereka turun ke lantai bawah, sambil menunggu Nasyifa keluar, mereka makan malam dulu.

"Penasaran gua, apa yang temen lo lakuin" ucap Billal sambil melahap makanan nya

"Jangan sampai dia ngabisin parfum gua!" ucap Arumi teringat dengan parfum kesayangan nya

"Gak mungkin lah, diakan kaya juga, masa ngambil parfum temen" ucap Billal

"Iya juga sih" ucap Arumi melanjutkam makan nya

"Ooh ya, mau liat otot perut gua? Sekarangkan lagi gak ada orang" ucap Billal menyeringai

"Gak!!" ucap Arumi kembali marah pada Billal

"Hehe, ngambek terus dah" ucap Billal terkekeh

"Hm" ucap Arumi singkat dengan tertunduk

"Lo mau punya anak gak?" ucap Billal seketika membuat Arumi melototi nya

"Perempuan atau laki laki?" lanjut Billal mengabaiakan mata Arumi yang seakan mau keluar itu

"Gimana kalau kembar?" ucap Billal semangat

Pelototan mata Arumi semakin menjadi, bagai mata iblis.

"Astaghfirullah!! Keluar kau iblis dari tubuh istri ku!!" ucap Billal meletakan tangan nya ke atas kepala Arumi seakan sedang merukiyah seseorang.

"Iih!!" ucap Arumi kesal

Seketika tawa Billal pecah, ia tak tahan melihat wajah Arumi yang semakin membuat nya gemas.

"Malah ketawa!" ucap Arumi

"Iya Iya, rohi jangan marah dong" rayu Billal dengan memegang kedua pipi Arumi dengan tangan nya.

Billal mencubit tipis pipi itu, membuat Arumi terheran heran.

"Kenapa lo cubit pipi gua?" ucap Arumi bingung

"Biar benih kita nanti secantik kamu" ucap Billal tersenyum lebar

Kata kata itu membuat Arumi kembali marah, Arumi yang sudah selesai makan, pergi begitu saja membawa piring nya, agar Billal tak mengatakan hal aneh aneh lagi.

"Sudah selesai" ucap Nasyifa membawa kantong plastik besar yang tadi ia bawa seketika kosong.

Nasyifa menuruni tangga, ia menatap ke arah Billal dan Arumi yang menatap bingung.

"Kalau mau liat apa yang gua lakuin tadi sihlakan" ucap Nasyifa dan duduk di meja makan

Arumi dan Billal berlari kencang menuju kamar mereka, mereka sangat penasaran tentang apa yang telah Nasyifa lakukan tadi.

"Lah kok jadi gini?" ucap Arumi saat masuk ke kamar itu

Billal hanya terdiam menatap nanar kamar mereka yang berubah seketika.

"Duar" bunyi pintu ditutup seketika, dan di kunci dari luar

Bukan pertama kali mereka di kunci berdua di kamar oleh seseorang dari luar, orang yang mengunci juga masih sama, yaitu Nasyifa.

"Hehe, bagus gak dekorasi gua?" ucap Nasyifa tertawa

"Nasyifa!! Buka!!" teriak Arumi dan Billal

"Gak akan, kalian laksanakan kewajiban kalian malam ini, agar besok kita bisa pulang, lagi pula gua besok ada syuting" ucap Nasyifa dengan terkekeh

"Arumi.. Ganti pakaian lo ya, pakai lingerie merah merona yang gua kasih kemarin, dan jangan lupa beri gua keponakan yang lucu!" ucap Nasyifa berteriak girang dan pergi masuk ke kamar nya.

Mereka saling menatap, mungkin ini saat nya menepis jarak di antara mereka, namun walau Billal awal nya bersemangat, sekarang menjadi ciut, ia tak berani melakukan hal yang belum di setujui oleh Arumi sendiri. ia tak tau berbuat apa. Mereka terdiam di duduk bersebelahan di sudut tempat tidur.

Kamar itu sungguh sudah berubah dalam sekejap, sekarang kamar nya sudah bertema Bunga Mawar. Dari kelopak bunga mawar bertabur di atas tempat tidur, pewangi ruangan yang sudah berubah bau nya menjadi sangat harum karena wangi bunga mawar, vas bunga kecil yang di letakan di atas masing masing nakas samping tempat tidur kini telah di isi beberapa tangkai bunga mawar, tak bisa di bayangkan begitu banyak bunga mawar bertebaran di berbagai sudut kamar.

Memang bunga mawar adalah bunga cinta, tapi itu semua berlebihan menurut mereka.

"G-imana?" ucap Billal seketika dengan wajah tertunduk

"Gak tau" ucap Arumi

"Hm" ucap Billal singkat

"Eeh, Gua mau bilang sesuatu" ucap Arumi tertunduk

"A-pa?" ucap Billal dengan suara sedikit terbata bata

"G-ua cinta sama lo" ucap Arumi yang masih tertunduk

"Apa?! Coba ulang" ucap Billal kaget dengan langsung berdiri

"Lo gak salah denger kok" ucap Arumi dengan pipi mulai memerah

"Lo serius?" ucap Billal dengan berlutut di depan Arumi yang duduk di sisi tempat tidur

Arumi hanya menganggukan kepala nya, sekarang cahaya itu kini telah terlihat, sebelum nya samar samar hingga Billal tak berniat memaksakan kehendak nya tanpa persetujuan orang yang bersangkutan itu, namun semua telah berbeda rasa ragu itu terhempas jauh, hingga Billal percaya, malam ini saat nya cinta nya akan menjadi sumber kehangatan dan menjadi sempurna.

👑👑👑

Perjodohan [END] ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang