"Kapan kita pulang sih?" ucap Arumi yang sedang membuat sarapan pagi
"Kan satu minggu" ucap Billal yang sedang membaca koran di meja makan
"Bosen!" ucap Arumi dan membawa roti lapis yang sudah ia buat.
"Satu hari lagi, lusa kita pulang" ucap Billal dan mengambil roti lapis itu dengan langsung memakan nya
"Huuuff" Arumi menghembuskan nafas kasar
"Kalau kita ngelakuin itu, maka pulang kita bisa cepat, dan kalau tidak, bisa bisa di tambah dengan beberapa hari lagi" ucap Billal tersenyum
Arumi memutar bola mata nya melihat Billal yang menyeringai.
"Iiis dasar!" ucap Arumi tertawa
Arumi sudah berubah, biasa nya jika ia mendengar kata kata yang terkait dengan suatu hal yang dilakukan para pasangan suami istri, ia akan marah, bahkan merajuk. Tapi sekarang ia malah tertawa, tawa itu yang menandakan ada lampu hijau yang sudah menyala untuk Billal.
"Lampu hijau nih" ucap Billal dengan suara kecil
Mereka melanjutkan sarapan nya, lalu Billal memulai percakapan
"Ikut aku ya" ucap Billal satelah melahap sarapan nya dengan tak ada sisa sama sekali
"Ke?" ucap Arumi bingung dengan menyerup teh panas di cangkir nya
"Jalan jalan pagi"ucap Billal tersenyum lebar, mungkin bagi nya itu adalah kencan
"Oke.. Gua mandi dulu ya" ucap Arumi dan langsung berlari ke kamar nya
"Mau mandi bareng?" ucap Billal membuat langkah kaki Arumi terhenti
"Ck, gak mau!" ucap Arumi membalikan badan nya mengarah ke Billal
"Kak Devan pernah loh sama kak Renata ngelakuin itu, kok kita enggak sih?" ucap Billal memasang wajah cemberut
"Iiss, jadi takut gua lama lama sama lo!" ucap Arumi dan langsung berlari cepat menuju kamar mandi.
👑👑👑
"Yok" ucap Billal megang tangan Arumi Setelah mengunci pintu vila.
Tanpa menolak genggaman tangan dari Billal, membuat Billal semakin yakin suasana hubungan mereka baik.
"Lo tanya apa aja ke Dzaki tentang gua?" ucap Billal menyusuri jalan hutan
"Enggak ada kok" ucap Arumi
"Hee jangan bohong ya, gua tau kok lo tanya apa aja" ucap Billal terkekeh
"Hah?!" ucap Arumi terkejut
"Iyaa, nanti gua yang akan jawab sendiri pertanyaan dari lo" ucap Billal tersenyum
Mereka bertemu ujung jalan hutan, di sana mereka melihat pondok untuk para pemetik teh beristirahat, mereka di suguhkan dengan hamparan kebun teh yang luas.
"Fotoin gua Bil" ucap Arumi memberikan ponsel nya ke Billal
Ia berfose bagai seorang selebgram sejati, ia selalu tau apa yang membuat foto semakin bagus.
"Satu.. Dua.. Tiga.." ucap Billal memotret istri cantik nya itu
"Ckrek" bunyi ponsel nya
"Rohi.. Selfie sama gua ya?" ucap Billal dengan menarik Arumi pelan agar berdiri di dekat nya.
Billal merangkul tubuh istri nya itu, hingga mereka sangat dekat, dan Arumi segera menekan tombol di ponsel nya.
"Ckrek"
Satu foto mereka sudah berada di galeri foto ponsel Arumi.
"Kirim ke gua" ucap Billal mengeluarkan ponsel nya dari kantong nya.
Arumi mengirim foto mereka berdua, baru satu foto yang mereka miliki, eeh tapi ada satu foto lagi di ponsel Nasyifa, foto itu di ambil diam diam saat waktu setelah pertunangan.
"Arumi!!" panggil seseorang dari kejauhan
"Nasyifa?!" ucap Arumi kaget melihat teman nya berada di sini
Nasyifa berlari menghampiri mereka berdua, Arumi yang bingung mengapa teman nya di sini, tanpa aba aba Nasyifa langsung menjelaskan.
"Gua kesini mau nganterin barang yang ketinggalan" ucap Nasyifa dan dengan sengaja memberikan kotak yang di bawa nya kepada Billal
"Astaga! Itu kotak kan yang isi nya!!" ucap Arumi dan mencoba mengambil kotak dari tangan Billal
"Apa isi nya?" ucap Billal bingung dengan menjauhkan nya ke Arumi
"Jangan di buka!" ucap Arumi dengan mencoba mengambil nya lagi
"Buka aja bill, dia nyembunyiin itu dari lo" ucap Nasyifa dengan terkekeh
"Apa nih?" ucap Billal melirik Arumi yang takut jika ia melihat isi nya.
Billal segera membuka kotak itu, ia sangat terkejut dengan isi nya, itu adalah lingerie merah merona yang pernah di sembunyikan Arumi.
"Mati aku!" ucap Arumi menutup mata nya
Billal menarik lingerie itu keluar dari kotak, lingerie lengan sejari dengan ukuran pendek nya masyaallah.
"Lo mau pakai ini rum?" ucap Billal dengan tersenyum lebar
"Itu hadiah dari dia" ucap Arumi melototi Nasyifa
"Malam ini ya?" ucap Billal dan langsung menyimpan lingerie itu ke kotak nya
"Iisst!" ucap Arumi dengan menatap marah ke teman nya
"Ooh ya, gua di perintahkan nyokap bokap lu berdua, untuk ngawasi kalian agar segera ngelakuin itu" ucap Nasyifa menyeringai menahan tawa
"Tenang aja, malam ini kan rum?" ucap Billal mengelus rambut Arumi
Arumi menggelengkan kepala nya pelan, dengan menatap Billal lesu.
"Eeh rum! Bukan nya lo selalu cerita ke gua selalu berangan angan memenuhi kewajiban lo ke Billal, dan memberikan hak Billal yang seharus nya?" ucap Nasyifa yang lagi lagi membongkar rahasia mereka
"Apa?!" ucap Billal terkejut
"Nih liat" ucap Nasyifa menunjukan chatan nya dengan Billal malam itu saat Billal tak ada di rumah.
"Temen biadab lu!" ucap Arumi kesal
"Astaga, ngomong dong kalau mau liat otot perut gua" goda Billal terang terangan setelah membaca chatan itu.
"Dah ah gua mau pulang!" ucap Arumi kesal menahan malu
"Arumi sayang, jangan malu dong, lo gak salah kok" ucap Billal mengikuti Arumi dari belakang dan langsung memegang tangan nya.
👑👑👑
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [END] ✔
Romance[Follow dulu sebelum baca] Belum revisi!! Nikah? Lewat perjodohan? Itu yang harus mereka alami. Ini cerita kehidupan pernikahan mereka. Kata semua orang, cinta karena paksaan tak akan bertahan lama, cinta karena perjodohan itu rapuh, entah apakah it...
![Perjodohan [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/245751624-64-k329190.jpg)