[Kantor Rezeta]
"Nasyifa.. Ke kantor gua ya siang ini, temenin gua makan malam" ucap Arumi menelepon teman nya melalui ponsel yang ia genggam.
"Maaf rum, gua sibuk syuting, ooh ya kalau film gua tayang nonton ya" ucap Nasyifa di sebrang sana
"Yaahh!! Sendirian dah gua" ucap Arumi kesal
"Yang sabar ya beb, gua mau lanjut syuting lagi ya, bye" ucap Nasyifa
Panggilan itu di matikan oleh Nasyifa, memang nasib seorang yang memiliki teman artis papan atas, Nasyifa sendiri sedang syuting film yang akan tayang lima minggu lagi.
"Tok tok tok" bunyi ketukan pintu ruang kerja Arumi
"Masuk" ucap Arumi
Seorang sekertaris nya masuk keruangan itu. Ia membawa sebuah pesan dari seseorang.
"Permisi bu Arumi, ada seseorang yang ingin bertemu" ucap sekertaris nya itu
"Siapa?" ucap Arumi bingung yang merasa tak ada janji sama sekali hari ini
"Gua" ucap seseorang masuk ke ruangan itu
"Permisi bu pak" ucap sekertaris itu undur diri dengan pergi dari ruangan itu
"Kenapa?" ucap Arumi menatap orang yang berdiri di hadapan nya
"Yuk ikut gua" ucap Billal memegang tangan kanan Arumi
"Kemana?" ucap Arumi bingung
"Mau liat apa yang gua lakuin semalem sampai telat pulang?" ucap Billal tersenyum
"Yuk, sapa tau lo mau nunjukin istri baru lo" ucap Arumi
"Iissst!! Jangan ngasal ah!!" bentak Billal
"Iya iya" ucap Arumi mengikuti langkah kaki Billal
Mereka menyusuri ruang kantor, menuju pintu luar. Mereka pergi ke menuju mobil Billal yang terparkir rapi. Billal melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju suatu tempat.
"Kemana sih?" ucap Arumi bingung dengan menatap wajah Billal yang sedang menatap jalan di depan nya
"Ikut aja" ucap Billal tersenyum
"Gua ada meating hari ini!" ucap Arumi yang mulai kesal
"Bohong tu! Kata sekertaris lo tadi gak ada kerjaan lo hari ini" ucap Billal
"Hmm, gua ada janji ama Nasyifa!" ucap Arumi lagi dan lagi membuat berbagai alasan
"Arumi lo itu gak pandai berbohong jadi diam aja, oke?" ucap Billal terkekeh
Arumi diam tak berkutik, ia tak tau harus melakukan apa lagi agar tak bersama Billal, ia sangat malas jika Billal membahas apa yang terjadi semalam.
Tak beberapa lama mereka sampai di salah satu restoran hotel mewah yang terkenal, Billal memarkirkan mobil nya, dan langsung turun dari mobil. Billal membukakan pintu Arumi, hal itu yang membuat Arumi risih.
"Gak usah di bukain juga kali!!" ucap Arumi kesal
"Gak apa apa lah" ucap Billal tersenyum
"Kok sepi sih? Lo mau ngapain gua?!" ucap Arumi yang melihat sekeliling nya
Di sana hanya ada mobil Billal yang terparkir, padahal biasa nya setiap hari restoran hotel mewah ini selalu ramai.
"Tutup dulu ya" ucap Billal dengan mengeluarkan kain merah dan mengikat nya ke kepala Arumi hingga mata nya tertutup.
"Lo mau culik gua ya?!!" ucap Arumi bingung
"Gak dosa tau kalau culik istri sendiri, asalkan jangan istri orang" ucap Billal sambil tertawa
"Iisttt!! Gelap nih!!" ucap Arumi menatap pandangan kosong, hitam, dan sunyi di hadapan nya.
"Yuk ikut" ucap Billal memegang kedua tangan Arumi erat dan menuntun nya masuk ke restoran hotel mewah itu.
"Hati hati yaa" ucap Billal maju dengan hati hati agar tidak membuat Arumi tersandung apa pun
"Iih lama amat!!" gerutu Arumi yang memegang tangan Billal erat
"Jalan terus" ucap Billal yang mulai masuk ke restoran hotel mewah itu
Mereka menuju meja yang sudah di sediakan, restoran itu pun sudah di hias sedemikian rupa, dengan lampu kristal menggantung, dengan bunga bunga mawar yang sebagai hiasanya. Keadaan itu sekarang sudah sama dengan kamar di vila hari itu.
"Duduk" ucap Billal menarik kursi di belakang Arumi
Arumi duduk dengan pelan di kursi itu, ia sangat takut jika terjungkal.
"Sihlakan buka" ucap Billal yang sudah duduk di hadapan nya
Arumi membuka kain yang dari tadi menutup mata nya.
"I-ini apa?" ucap Arumi dengan terbata bata menatap sekeliling nya
Semua pelayan tersenyum menatap mereka, dan yang paling aneh nya, cuma mereka yang berada di sana.
"Ini yang gua kerjain semalam" ucap Billal dengan suara berbisik
"Kok sepi sih?" ucap Arumi
"Gua pesan restoran nya" ucap Billal tersenyum
"Iisst!! Dasar!! Buang buang duit aja lu!!" ucap Arumi menjitak kepala Billal
"Aduh sakit tau" ringis Billal memegang kepala nya
"Biarin!" ucap Arumi
"Sihlakan mulai!" ucap Billal dengan suara lantang
Saat kata kata dari Billal itu, terdengar musik klasik menggebu, bunyi biola dan piano beriringan. Sekarang suasana nya bagai sedang ada di kota paris, sebagai kota paling romantis di bumi.
"Kita dinner romantis berdua"ucap Billal tersenyum
"Hhmm" ucap Arumi menatap simis Billal
"Pelayan" ucap Billal kembali
Saat itu juga para pelayan menghampiri dengan membawa berbagai makanan kesukaan Arumi.
"Ayam kecap!!!" seru Arumi semangat
"Hehe" Billal terkekeh melihat ekspresi istri nya itu
"Yok makan!" ucap Arumi dan langsung memindahkan nasi dan ayam kecap itu ke piring nya, sendok dan garpu nya mulai beradu di atas piring
Arumi memakan makanan itu dengan lahap, dan cepat, bagai orang yang tak makan 2 bulan.
"Pelan pelan dong" ucap Billal tersenyum
"Makasih udah kasih gua ayam kecap!!" ucap Arumi tersenyum
"Emang kapan terakhir kali makan itu?" ucap Billal bingung
"Dua bulan" ucap Arumi dengan melanjutkan makan
"Hah?! Kok bisa sih?" ucap Billal terkejut
"Kan gua diet, jadi makan nya sayur, dan kalau daging dagingan gua lebih milih sup daging sapi" ucap Arumi mengingat ingat program diet nya
"Sekarang gak diet?" ucap Billal tersenyum
"Eeh!! Diet dong!! Tapi absen dulu lah!" ucap Arumi menikmati makanan nya hari ini
"Ini gak gratis loh, ada syarat nya" ucap Billal terkekeh
"Apa?" ucap Arumi menghentikan kegiatan makan nya
"Cium nih" ucap Billal menunjuk bibir nya yang maju
"Oke!" ucap Arumi dengan berdiri dan mendekatkan wajah nya ke wajah Billal hingga bibir mereka terpisah hanya satu cm saja.
👑👑👑
KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan [END] ✔
Romance[Follow dulu sebelum baca] Belum revisi!! Nikah? Lewat perjodohan? Itu yang harus mereka alami. Ini cerita kehidupan pernikahan mereka. Kata semua orang, cinta karena paksaan tak akan bertahan lama, cinta karena perjodohan itu rapuh, entah apakah it...
![Perjodohan [END] ✔](https://img.wattpad.com/cover/245751624-64-k329190.jpg)