sarapan telah selesai. untuk para anggota baru pasukan pengintai, mereka akan melakukan latihan di hutan.
tidak ada yang tahu latihan seperti apa yang mereka hadapi, tapi menurut erwin ini adalah cara yang bagus untuk melihat seberapa hebat anggota baru untuk melakukan improvisasi.
"mungkin situasi di luar tembok sangat berbeda dari latihan ini, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba kan, komandan?"
begitulah cara erwin meyakinkan komandan keith untuk menyetujui rencananya. tanpa disadari siapa pun, komandan keith selalu menuruti ucapan erwin. dia sendiri bahkan tidak sadar.
"regu erwin! giliran kalian!"
mereka bergerak secara individual. memasuki hutan yang didalamnya terdapat kejutan boneka titan raksasa yang telah disiapkan senior mereka secara diam-diam.
erwin dan kapten lainnya bersama komandan bersembunyi di antara pepohonan yang tinggi untuk mengamati bawahan mereka.
disaat para atasan berpikir bahwa ini akan memakan waktu cukup lama mengingat bagaimana squad sebelumnya baru berhasil memotong leher titan itu selama 10 menit, hilda muncul dari belakang punggung erwin dan menyiapkan pedangnya.
salah satu seniornya menurunkan boneka titan itu dan berhasil menggagalkan serangan pertama. seperti burung yang bebas terbang di langit, hilda bergerak dengan lincah dan berhasil memotong leher boneka titan tersebut di serangan keduanya.
seniornya langsung memberikan tanda bahwa boneka titan telah dihabiskan dan pelatihan di dalam hutan pun selesai.
para anggota baru dan kapten mereka berkumpul untuk berdiskusi tentang latihan berikutnya, pertarungan dua lawan dua.
"kapten, bukankah pertarungan dua lawan dua tidak berguna saat melawan titan?"
erwin yang barusan tiba untuk bertemu dengan squadnya terkejut mendengar itu. benar apa yang dikatakan oleh hilda, tapi tidak ada salahnya untuk siaga, begitulah yang jawaban erwin.
hilda terlihat tidak puas dengan jawaban yang diberikan kaptennya, dan erwin dapat melihat itu.
"baiklah, mari kita atur urutannya."
erwin memulai diskusi dengan anggotanya. hilda sudah dengar bahwa erwin adalah seorang kapten yang handal dan penuh perhitunga, tapi tidak dia sangka ternyata otak erwin jauh lebih pintar dari yang dia dengar.
"maaf kapten, saya tidak bisa melawan roger, saya pernah latihan bersamanya sekali dan langsung dibanting ke tanah."
finn, teman satu squadnya yang juga satu angkatan dengannya tersipu malu mengingat kejadian memalukan itu. hilda dan keempat teman lainnya juga hanya bisa diam-diam tertawa mengingat bagaimana mereka langsung mendatangi finn dan menolong finn yang sudah terkapar tidak sadarkan diri.
"kalau begitu, siapa yang mau bertukar urutan dengan finn?"
tidak ada yang menjawab. urutan ke lima, urutan terakhir menurut perkiraan erwin akan bertemu lawan yang sulit. dia hafal betul strategi rekannya itu, mengeluarkan yang terkuat paling akhir.
"apakah disini ada yang pernah melawan bocah berotot itu selain finn?"
semuanya menggeleng, kecuali hilda yang sedang asyik melihat sekeliling. erwin membiarkan hilda larut dalam pikirannya dan kembali fokus dengan urutan yang membingungkan ini.
"tidak ada yang pernah melawan roger selain finn, kapten. tapi disini ada yang tidak pernah kalah."
"siapa?"
keempat anggota baru itu melihat hilda, yang masih asyik memperhatikan sekelilingnya.
"hilda-"
"iya? ada apa?" saat namanya disebutkan hilda baru kembali fokus berdiskusi, memotong pembicaraan temannya.
"hilda tidak pernah dipasangkan dengan roger, tapi sudah bukan rahasia umum lagi hilda tidak pernah kalah."
"hm. bagaimana, hilda? kau mau melawan roger?"
hilda hanya mengangguk dengan santainya, seperti tidak tahu siapa yang akan dia lawan.
"kau yakin? badanmu bisa-bisa hancur saat dia membantingmu."
"tinggal saya banting sebelum saya dibanting kan, kapten?"
👁👄👁
regunya menang tiga kali, dan kalah satu kali. sama seperti regu yang memiliki roger sebagai anggota mereka. hilda adalah penentu, apakah dia dan bawahannya bisa makan daging atau tidak.
komandan keith melihat roger dengan badannya yang besar akan melawan hilda, anak dari sahabatnya itu langsung panik. komandan keith langsung memberikan tatapan tajam kepada erwin yang mengisyaratkan "anak ini terluka, kau kubunuh" di matanya.
sementara di tengah, hilda melepaskan jaket dengan lambang sayap biru dan putih itu, menitipkannya kepada salah satu temannya. teman-teman satu angkatannya ramai memberikan dukungan untuknya dan roger. mereka tahu hilda dan roger sangat kuat, namun ini pertama kalinya mereka melihat dua orang tersebut bertarung.
roger mengarahkan kepalan tangannya lurus ke wajah hilda. dengan cepat hilda menangkisnya meskipun wajahnya sedikit tergores.
untuk kedua kalinya, roger memberikan kepalan tangan tepat ke wajahnya, membuatnya lagi-lagi hanya bisa menangkis. namun roger tahu hilda akan menangkin itu dan hilang keseimbangan, ini adalah saat yang tepat untuk menjatuhkan hilda.
saat tubuh atas roger sudah bersiap untuk menjatuhkan hilda dengan kekuatan penuh, hilda sudah memperkirakan gerakan ini dan membalikkan keadaan. dalam waktu yang sebentar, tanpa membuat gerakan yang membuang tenaga, hilda berhasil menjatuhkan roger.
"sudah kuduga! hilda yang akan menang!"
"hildaa!!"
"roger, sabar! jangan malu, atuh!"
hilda kembali ke tempat dimana regunya berkumpul dan mengenakan seragamnya lagi. malam ini, regu erwin akan makan daging yang sangat diincar oleh anggota lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanfictionseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
