dua minggu kemudian, erwin dan komandan keith mendatangi darius zackly untuk mengajukan proposal strategi yang telah disiapkan erwin.
strategi yang direncanakan oleh erwin sangat cerdas dan belum pernah terpikirkan oleh siapa pun, bahkan darius zackly, jendral dari tiga cabang militer pun memujinya.
sayangnya, darius tidak bisa menerima strategi dari erwin yang membutuhkan suar sinyal berwarna yang banyak. darius ragu para majelis akan setuju dengan strategi jarak jauh yang memakan biaya tidak sedikit, ditambah lagi, dalam waktu lima hari mereka akan mengadakan rapat penentun nasib pasukan pengintai.
di perjalanan kembali ke markas pasukan pengintai pun komandan dan erwin masih membahas tentang lobov dan kemungkinan ada mata-mata yang masuk ke pasukan pengintai untuk memberikan informasi internal kepada lobov.
"erwin, kau bisa menghadiri jamuan yang diadakan oleh lobov bersamaku, kan?" minggu lalu keith telah menanyakan hal ini kepada erwin, tapi keith ingin memastikan agar dia tidak sendirian disana.
"tentu saja, komandan."
"syukurlah. aku khawatir kamu lupa dengan acara itu dan malah berkencan dengan hilda."
erwin terkejut saat mendengar bahwa keith tahu hubungannya dengan hilda. ekspresi wajah erwin sangat mudah dibaca oleh keith.
"kalian itu... saat rapat dan ekspedisi saja terlihat seperti atasan dan bawahannya, tapi kalau tidak ada pekerjaan langsung membuatku tersadar bahwa aku jomblo yang menyedihkan." ucap keith sebelum mereka berpisah untuk kembali ke kamar mereka masing-masing.
matahari mulai terbenam dan erwin telah siap untuk menghadiri acara jamuan menggunakan setelan lengkap, rompi dan dasi berwarna coklat yang ditutupi oleh jas hitamnya terlihat sangat sempurna saat dikenakan oleh erwin.
saat keith dan erwin memasuki aula yang telah dipenuhi oleh para tamu, mereka langsung berkumpul dengan anggota militernya. awalnya mereka hanya membicarakan apa yang akan terjadi pada pasukan pengintai lima hari lagi sampai keluarga freiherr tiba di aula.
erwin melihat anak semata wayang keluarga freiherr mengenakan gaun cantik berwarna hijau basil. rambut hitamnya di kepang dan diikatkan pada selampai yang selaras dengan warna gaunnya.
hilda masih didampingi oleh ayahnya saat para laki-laki yang umurnya tidak jauh darinya mulai mendekatinya. menyadari jaraknya yang jauh dari hilda, hati erwin merasakan sakit di dadanya. dia mencoba untuk mengalihkan pandangannya dan mulai berfokus pada tujuan dia datang menghadiri pesta jamuan ini.
seperti lima tahun lalu, sama seperti saat ia mencoba untuk menghindar dari hilda, gadis itu akan selalu memberikan senyumnya yang sangat ia sukai.
"hey hey, dia melihat ke arahku."
"tapi dia tersenyum kepadaku."
"percaya diri sekali, tentu saja dia hanya melihatku." atasannya membicarakan tentang hilda, sedangkan orang yang sebenarnya dilihat oleh hilda hanya tertawa sambil menikmati anggurnya.
"gadis itu sangat menawan. iya, kan?"
"tu-tuan lobov?!" para prajurit militer yang berkumpul terkejut karena tiba-tiba sang pemilik acara bergabung dengan mereka.
"tapi saya dengar dia sangat dekat dengan mayor smith, apa itu benar?" lobov mencoba memancing erwin.
"nona freiherr selalu membantu mayor smith untuk pekerjaannya karena saya menempatkannya, tuan lobov." keith yang malam ini dapat membaca situasi dengan cepat mencoba membantu erwin keluar dari situasi ini. meskipun sudah mendengar penjelasan dari keith, lobov tetap memancarkan aura yang mengancam kepada erwin.
"lima tahun lalu aku sangat berharap dia memilih kepolisian." ujar komandan brikade kepolisian.
"aku juga berharap dia memilih garrison. akan sangat menyenangkan jika gadis cantik sepertinya berada dibawah asuhanku." balas komandan pixis tidak mau kalah.
"aku juga tidak menyangkanya. kukira gilbert akan sangat menjaga anak perempuannya, tapi dia ternyata membiarkan anaknya menyaksikan para titan itu dan menyia-nyiakan masa mudanya." erwin bisa merasakan bahwa inti dari ucapan lobov itu adalah untuk menyindir pasukan pengintai.
"anda ingin mengetahui alasannya, tuan lobov? saya bisa membisikkannya kepada anda."
lobov mengiyakan ucapan erwin dan membiarkan erwin membisikkan sesuatu padanya.
lobov terdiam saat mendengar erwin mengucapkan sesuatu padanya. atasannya yang lain tidak tahu apa yang erwin katakan kepada lobov yang membuat pria paruh baya itu mematung.
"komandan, mayor, saya tidak menyangka akan bertemu kalian disini." hilda menghampiri para atasannya yang sedang berbicara.
komandan dari divisi lain yang jarang bertemu dengan hilda menjadi salah tingkah saat hilda bergabung dengan mereka.
"ah, selamat malam komandan pixis." hilda yang memang sudah mengenal pixis sejak lama menyapanya dan dibalas oleh pixis.
"barusan saya berbicara dengan teman-teman saya, katanya di kota bawah tanah ada perampok yang selalu mencuri dagangan mereka, komandan."
"ah, itu, iya benar." komandan brikade kepolisian hanya bisa menjawab dengan jujur dan apa adanya.
"sepertinya brikade kepolisian kesulitan menangkap mereka, bagaimana kalau regu mayor smith membantu kalian?" keith, pixis, dan komandan kepolisian itu terkejut mendengar perkataan hilda, begitu pula lobov yang masih berdiri disitu mendengarkan semuanya.
"kalau mereka berhasil ditangkap, bangsawan dan pengusaha lain tidak akan rewel kepada kalian lagi dan bantuan kepada brikade kepolisian akan kembali seperti semula, itu akan sangat menguntungkan bagi kalian." komandan tersebut hanya diam dan masih memikirkan apa yang sebenarnya diingankan oleh gadis dihadapannya.
"tenang saja, kami tidak akan meminta upah apapun." hilda melanjutkan kalimatnya, "dengan syarat, biarkan kami yang menentukan tindakan lanjutan kepada para perampok itu. bagaimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
sonder || erwinxoc
Fanfictionseorang gadis dengan nama keluarga bangsawan berumur 15 tahun bergabung dengan pasukan pengintai. ketika anak bangsawan lainnya telah menemukan kedamaian hidup mereka dibalik tembok besar, hilda freherr memilih untuk mencari jawaban dari semua pert...
